PELAKSANAAN PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA PADA PT FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE GROUP CABANG PONTIANAK

SHERLY YULIANA - A11111033

Abstract


Perkembangan industri multifinance di Indonesia tidak dapat dipungkiri semakin baik. Salah satu indikatornya adalah tumbuh suburnya consumer finance (pembiayaan konsumen) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan pembiayaan konsumen ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor roda dua di Indonesia.

Dengan segala kemudahan yang diberikan pihak multifinance, tidak heran pertumbuhan kredit kendaraan bermotor roda dua meningkat secara signifikan. Salah satu faktor dominasi kredit konsumen di multifinance adalah kemungkinan wanprestasi kendaraan bermotor roda dua atau sepeda motor relatif kecil.

Namun secara umum wanprestasi di lembaga pembiayaan relatif kecil dibandingkan dengan permasalahan yang sama di lembaga perbankan, tetap saja masalah seperti ini hampir pasti dialami oleh setiap lembaga pembiayaan konsumen.

Penulisan skripsi yang membahas mengenai wanprestasi di lembaga pembiayaan serta pola penyelesaiannya ini menggunakan metode penelitian Empiris dengan pendekatan Deskriptif Analisis yang menekankan pada teori dan aturan hukum yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, dan melihat kenyataan yang ada, dengan tehnik analisis data kualitatif yaitu menguji data dengan konsep teori, pendapat para ahli, peraturan perundangan dan studi lapangan, sehingga hasil analisa akan disusun secara teoritis dalam bentuk skripsi.

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan di PT Federal International Finance Group Cabang Pontianak terungkap bahwa hubungan hukum antara konsumen selaku debitur dengan lembaga pembiayaan selaku kreditur diatur dalam suatu Perjanjian Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Dua, sehingga setelah perjanjian ini ditandatangani oleh kedua pihak maka kreditur akan memberikan dana yang dibutuhkan debitur untuk membiayai pembelian kendaraannya.

Adapun faktor-faktor penyebab timbulnya wanprestasi dapat disimpulkan karena berbagai sebab yaitu : faktor ekonomi, dan dana yang ada terpakai untuk hal lain yang dipandang lebih mendesak.

Mengenai akibat hukum yang ditimbulkan kepada debitur yang wanprestasi adalah diberi peringatan dengan pemberian Surat Peringatan berturut-turut sebanyak 2 kali, serta dikenakan dengan sebesar 0,5% dikali dengan angsuran dan dikali lagi dengan keterlambatan pembayaran angsuran.

Upaya yang dilakukaan oleh PT Federal International Finance Group Cabang Pontianak terhadap debitur wanprestasi dalam perjanjian pembiayaan konsumen pembelian kendaraan bermotor roda dua dengan jaminan fidusia adalah kendaraan ditarik, diberikan denda, dilakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri.

Keywrod : Debitur, Wanprestasi, Perjanjian Pembiayaan Konsumen


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013