MUSEUM SEJARAH MAKAM JUANG MANDOR

Fidelis Dwi Nawa Apriadi

Abstract


Makam Juang Mandor merupakan bukti sejarah akibat terjadinya peristiwa pembunuhan massal pada 28 Juni 1944 yang dilakukan oleh penjajah Jepang. Sebanyak 21.037 korban pembunuhan dimakamkan dalam 10 makam besar yang tersebar di sekitar kawasan bukit di Desa Mandor. Pemerintah daerah akhirnya mendirikan monumen peringatan pada tahun 1977 dan mengubah tempat pembunuhan massal tersebut menjadi kawasan wisata sejarah di Kalimantan Barat. Kondisi Makam Juang Mandor pada saat ini sudah mulai tidak terawat sehingga berdampak pada tingkat kehadiran pengunjung di kawasan wisata tersebut. Tujuan dibangunnya Museum Sejarah Makam Juang Mandor untuk mengembalikan status makam juang mandor menjadi tempat wisata sejarah yang ramai untuk dikunjungi. Fungsi utama Museum Sejarah Makam Juang Mandor adalah sebagai tempat rekreaksi dan belajar. Museum Sejarah Makam Juang Mandor menerapkan konsep Introduction untuk menggiring pengunjung menikmati setiap ruang pameran didalamnya. Penerapan konsep Introduction terletak pada susunan ruang dan bentuk fasad bangunan. Museum Sejarah Makam Juang Mandor memiliki bentuk fasad bangunan yang khas berupa susunan perisai yang mengartikan simbol perjuangan. Ruang pameran terbagi menjadi Era Kedatangan Jepang, Masa penjajahan, Masa genoida dan Era Perlawanan. Ruang Pameran outdoor dirancang dengan menempatkan 48 patung replika pejuang-pejuang Kalimantan Barat yang diletakkan tersusun memenuhi taman pada pameran outdoor.

 

Kata Kunci : Sejarah, Wisata, Museum


Full Text:

PDF PDF

References


Abdul. 1984. Ensiklopedia Nasioanal Indonesia. Cipta Adi Pustaka. Jakarta

Dean, David. 1996. The Handbook for Museum. Routledge. New York

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Pedoman Teknis Pembuatan Sarana Pameran di Museum. Balai Pustaka. Jakarta

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Barat. 2007. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2007 tentang Perisitiwa Mandor Sebagai Hari Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor Sebagai Monumen Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Barat. Pontianak

Lawson, Fred. 1981. Conference, Convention and Exhibition Facilities. The Architectural Press. London

Neufert, Ernst. 2002. Data Arsitek Jilid I Edisi 33. Erlangga. Jakarta

Seketariat Negara Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 27. Seketariat Negara Republik Indonesia. Jakarta

Susilo, Tedjo. 1992. Kecil Tetapi Indah Pedoman Pendirian Museum. Balai Pustaka. Jakarta

Sutaarga, Moh. Amir. 1998. Pedoman Penyelenggaraan dan Pengelolaan Museum. Balai Pustaka. Jakarta

Usman, Isnawati. 2009. Peristiwa Mandor Berdarah. Media Presindo. Pontianak




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jmars.v7i1.31863

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office/Publisher Address:
Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. 
Email: jmars@untan.ac.id