PUSAT STUDI LINTAS BUDAYA KALIMANTAN BARAT

Ryaldi Ryaldi

Abstract


Provinsi Kalimantan Barat memiliki ragam budaya yang terdiri dari tiga etnis mayoritas, yaitu: Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Pelestarian kebudayaan di Kalimantan barat perlu dilakukan agar tidak hilang oleh globalisasi dan modernisasi. Pada saat ini, lembaga atau organisasi yang bergerak di bidang edukasi dan informasi kebudayaan masih sangat minim, bergerak terpisah dan beberapa diantaranya tidak lagi aktif, akibatnya informasi dan pengetahuan kebudayaan belum terfasilitasi dengan baik. Perencanaan dan perancangan Pusat Studi Lintas Budaya Kalimantan Barat dibutuhkan untuk menjadi wadah edukasi, informasi, pelestarian serta menggambarkan kebudayaan. Perancangan ini memiliki fungsi penelitian, pembelajaran dan informasi. Konsep utama yang digunakan adalah “Semesta Khatulistiwa” yang menggambarkan keberagaman suku, ras, dan budaya di Kalimantan Barat, yang hidup berbaur dan berdampingan. Penerapan konsep dilakukan dengan mengadaptasi pengalaman ruang, bentuk, dan ornamen arsitektur vernakular dari 3 etnis mayoritas ke dalam bentuk baru. Bentuk dasar panjang dan panggung mengadaptasi rumah betang Dayak dengan memunculkan susunan kolom struktur pada sisi bangunan yang diangkat. Adaptasi courtyard rumah tradisional Tionghoa sebagai amphitheater atau ruang terbuka yang memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami sehingga meminimalkan penggunaan energi. Pembagian ruang mengadaptasi rumah tradisional Melayu yang terdiri dari zona publik didepan, bagian penghubung di tengah dan bagian belakang yang terpisah sebagai area servis.

 

Kata Kunci : Pusat Studi, Lintas Budaya, Kalimantan Barat, Perancangan Arsitektur


Full Text:

PDF PDF

References


Chiara, Joseph De; John Callender. 1983. Time-Saver Standards For Building Types: 2nd edition. National Printers Lt.Singapura

Jocunda, Silvia. 2014. Pusat Informasi Budaya Tionghoa Kalimantan Barat. Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura Volume 2 No 1. Fakultas Teknik, Program Studi Arsitektur, Universitas Tanjungpura. Pontianak

Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. 1993. TAP MPR No. 2 Tahun 1993 tentang Garis – Garis Besar Haluan Negara.. Jakarta

Nugroho, Sri Cahyadi. 2017. The Easerum Epicentre Pusat Studi Gempa Bumi Di Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta. Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur, Universtitas Atma Jaya. Yogyakarta

Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Pontianak Tahun 2013 – 2033. Lembaran Daerah Kota Pontianak Tahun 2013, No. 117. Sekretariat Negara. Jakarta

Pusat Bahasa Departemen Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Nasional. Jakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jmars.v6i2.27423

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Editorial Office/Publisher Address:
Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. 

Email: jmars@untan.ac.id