TAMAN WISATA KULMINASI KHATULISTIWA PONTIANAK

Prihadi Wibowo

Abstract


Kota Pontianak berada pada garis Lintang 0o (nol derajad), ditandai dengan bangunan Tugu Khatulistiwa. Posisi ini membuatnya dijuluki Kota Khatulistiwa dan menjadi dasar penting dalam pembangunan. Kota Pontianak memiliki potensi sebagai salah satu Pusat Kegiatan Nasional di Kalimantan, dilalui Sungai Kapuas, dan budaya masyarakat Melayu. Ragam potensi tersebut dapat digubah dalam model pariwisata berbentuk taman wisata sebagai alternatif efisiensi dan percepatan pembangunan, serta pendukung keseimbangan daya dukung lingkungan. Dari latar belakang yang ada, maka dirumuskan tujuan yakni merancang sebuah taman wisata guna mengangkat fenomena kulminasi di garis Khatulistiwa yang melintasi alam Kota Pontianak. Perancangan ini dilakukan bertahap, dimulai dengan menentukan gagasan dasar, kemudian mengumpulkan data kajian teori dan lapangan. Data dianalisa sebagai bahan pembentuk konsep dan dimatangkan dalam tahap sintesis berbentuk visualisasi skematik. Selanjutnya dibuat desain usulan pemecahan masalah pada tahap pra rancangan dan disempurnakan menjadi gambar final dalam tahap pengembangan rancangan. Perancangan pada tapak di sekitar area monumen Tugu Khatulistiwa di Pontianak Utara ini menggunakan koordinat garis Lintang 0o0’0’’ (nol derajad, nol menit, nol detik) sebagai acuan dalam penataannya. Konsep dalam perancangan merupakan representasi filosofi hubungan antara fenomena kulminasi, garis khatulistiwa, dan alam Pontianak. Diwujudkan dengan tema kulminasi-khatulistiwa, alam Pontianak yang satu (kulkas) membentuk gubahan yang terikat dengan tapak.

 

Kata kunci: taman wisata, kulminasi-khatulistiwa, alam Pontianak


Full Text:

PDF PDF

References


Alexander, Christopher; Ishikawa, and Silverstein, Murray (1977). A Pattern Language. The Oregeon Experiment. Oxford University Press. New York

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pontianak. 2011. Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah Kota Pontianak 2011-2030. BAPPEDA Kota Pontianak. Pontianak

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pontianak. 2011. Visi Kota Pontianak 2025: Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan Lingkungan Terdepan di Kalimantan Tahun 2025. BAPPEDA Kota Pontianak. Pontianak

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). 2010. Kajian Strategis Aktivitas Ruang Antara Kawasan Strategis Nasional Dengan Daerah Tertinggal di Pulau Kalimantan. BAPPENAS. Jakarta

Callender, J. and Chiara, J. D. 1987. Time-Saver Standards for Building Types Second Edition. Singapore National Printers Ltd. Singapore

Lynch, Kevin. 1960. The Image of the City. Massachosetts Institute of Technology Press. Cambridge

Muazir, Syaiful. 2010. Karakteristik Produk Wisata Kawasan Tepian Sungai.Rubrik Bina Wisata Nusantara (Bintara). Jurnal Ilmiah Pariwisata, Maret 2010, Vol. 15, No. 1, Hal. 29-42. Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. Jakarta

Neufert, E. 1992. Data Arsitek Jilid 2. Erlangga. Jakarta

Nuefert, E. 1996. Data Arsitek Jilid 1. Erlangga. Jakarta

Sugiono, Dendy. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Raharto, Moedji. 2014. Manfaat Bayang-Bayang Oleh Matahari. Seminar Kegiatan PESONA KULMINASI ATAS MATAHARI 2014 dengan Tema Seminar Nasional: Garis Khatulistiwa, Fenomena dan Potensinya pada tanggal 21 Maret 2014. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Pontianak, Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura. Pontianak

Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 5 tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. Sekretariat Negara. Jakarta

Usman, Syafaruddin. 2000. Sejarah Pemerintahan Kesultanan dan Kota Pontianak. Romeo Grafika. Pontianak

Wijaya, Agus Fany Chandra. 2010. Pengayaan Materi Guru, Konsep Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa: Gerak Bumi dan Bulan. Digital Learning Study. Jayapura

Yoeti, Oka A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Angkasa. Bandung

Yoeti, Oka A. 2005. Perencanaan Strategis Pemasaran Daerah Tujuan Wisata. PT. Pradnya Paramita. Jakarta

Zahnd, Markus, 1999. Perancangan Kota Secara Terpadu, Teori Perancangan Kota dan Penerapannya. Kanisius. Semarang




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jmars.v5i2.23313

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office/Publisher Address:
Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. 
Email: jmars@untan.ac.id