MUSEUM TENUN SONGKET SAMBAS

Indra Wahyu Fajar

Abstract


Museum merupakan wadah kebutuhan masyarakat dan wisatawan untuk melihat dan memahami sejarah. Museum menjadi salah satu cara untuk melindungi, merawat, menyimpan, mengamankan hasil budaya manusia dan alam guna menunjang upaya pelestarian kekayaan budaya serta untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat, khususnya di Kota Sambas Kalimantan Barat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perkembangan Tenun Songket Sambas mulai memudar, seperti penurunan jumlah penenun serta kurangnya kepedulian masyarakat akan pengetahuan sejarah, filosofi maupun pengetahuan akan pemakaian alat dan bahan Tenun Songket Sambas. Dibutuhkan sebuah rancangan Museum Tenun Songket Sambas sebagai tempat yang mampu mewadahi dan memenuhi kegiatan-kegiatan tersebut. Kota Sambas memiliki potensi untuk pelestarian budaya tenun karena masyarakat memiliki budaya menenun dan memiliki lokasi sentral tenun. Museum Tenun Songket Sambas ini dirancang dengan konsep bangunan yang menceritakan sejarah perkembangan Tenun Songket Sambas. Konsep ini terlihat pada penataan tata ruang dalam bangunan, menceritakan zona-zona perkenalan hingga zona diorama menenun serta ruang pelatihan menenun. Diharapkan bangunan dapat memenuhi kebutuhan intelektual kalangan pendidikan yang ingin melakukan studi dan wisatawan serta masyarakat yang ingin mengetahui dan mempelajari tentang Tenun Songket Sambas.

 

Kata kunci: Museum, Budaya, Tenun Songket Sambas


Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office/Publisher Address:
Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. 
Email: jmars@untan.ac.id