REDESAIN MUSEUM PROVINSI KALIMANTAN BARAT

MUHAMAD TAUFIK ARIANDA

Abstract


Museum Provinsi Kalimantan Barat merupakan wadah dari kebudayaan dan sejarah serta merupakan pusat dari penyimpanan dan perawatan barang-barang koleksi terbesar di provinsi Kalimantan Barat. Museum yang dibangun tahun 1974 ini mulai memudar eksistensinya. Pada perkembangannya Museum tidak memberikan apa yang dibutuhkan oleh pengunjung sehingga Museum dirasa membosankan dan tidak menarik. Selain itu jumlah koleksi yang tiap tahun terus bertambah sementara tempat untuk menyimpan dan memamerkan sudah tidak mencukupi menyebabkan beberapa bangunan sudah beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan. Oleh karena itu Museum ini membutuhkan bangunan baru yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada sekarang.  Arsitektur kontekstual merupakan pendekatan perancangan yang dijadikan acuan dalam redesain Museum ini. Pendekatan perancangan yang menyelaraskan antara bangunan yang tetap dipertahankan (bangunan lama) dengan bangunan pendukung (bangunan baru). Rancangan bangunan baru mampu memperkuat dan mengembangkan karakteristik dari penataan lingkungan, atau setidaknya mempertahankan pola yang sudah ada dengan pendekatan perancangan ini bangunan Museum yang baru akan mengikuti langgam dari lingkungannya agar dapat menyesuaikan diri dengan konteksnya atau lingkungannya

 

Kata kunci: Museum, Kalimantan Barat, Arsitektur Kontekstual


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jmars.v3i1.10447

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Editorial Office/Publisher Address:
Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. 

Email: jmars@untan.ac.id