VILLAGE DEVELOPMENT INNOVATION BASED ON SOCIO-CULTURAL TECHNOLOGY IN PRESERVING LOCAL WISDOM OF BULUKUMBA REGENCY

Ashar Musyafir, Firdaus W Suhaeb, Muthmainnah Muthmainnah

Abstract


Kebudayaan merupakan identitas yang harus dipertahankan yang membawa kebanggaan sebagai salah satu pilar nasional. Kebudayaan Indonesia sangat unik karena setiap wilayah memiliki ciri khas tersendiri. Akan tetapi globalisasi telah memperhadapkan bangsa Indonesia pada dinamika pelestariannya. Dampak globalisasi sebagai modernitas zaman telah banyak menimbulkan krisis kebanggaan pada masyarakat yang akhirnya meminggirkan kebudayaan tradisional bangsa. Hal ini pula mengakibatkan mudahnya Negara lain melakukan pengklaiman terhadap kebudayaan bangsa.Budaya merupakan hasil cipta dan karya dari rasa dan karsa manusia yang digunakan untuk mempermudah aktivitas manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan inovasi baru untuk melestarikan kearifan lokal sehingga melalui inovasi baru strategi ini bisa memulihkan dan mempersiapkan pariwisata Bulukumba  di masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan yakni jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Hasil dan Pembahasan ini menggambarkan Village of Phinisi dapat dijadikan sebagai pusat kebudayaan lokal kabupaten Bulukumba yang  mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung domestik maupun mancanegara untuk berkunjung. Dengan kedatangan para pengunjung tentunya akan memberikan pengaruh terhadap pergerakan perekonomian daerah dan negara yang diakibatkan oleh proses kegiatan yang terjadi didalamnya. Village of phinisi akan memberikan berbagai manfaat dalam segala aspek kehidupan. Dengan adanya village of phinisi di kabupaten Bulukumba, maka budaya lokal akan dapat dilestarikan dan pengetahuan budaya masyarakat akan semakin mendalam. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan mampu agar masyarakat maupun pemerintah dapat bersinergi menjaga dan menjunjung tinggi nilai kebudayaan lokal sebagai pilar nasional.

 

Kata Kunci: Inovasi Desa, Teknologi Sosial, Kearifan Lokal.

Full Text:

PDF

References


Amrullah, Hariman. (2003). Harmonisasi Pluralisme Budaya Indonesia dalam Meretas Konflik. Kediri: Sistematik.

Faisal, S. (1992). Format-format Penelitian Sosial. Rajawali Press.

Firdaus. (2010). Outbound Learning By Doing

(http://firussulistijwan.blogspot.com/2010/08/outbound-learning-by-doing.html diakses pada tanggal 3 Agustus 2012).

Fisher. (1995). Pinisi Perahu khas Sulawesi Selatan. Badan Proyek Pembinaan Permuseuman: Makassar.

Hanafi (2001). Pemahaman Teknologi dalam Menyonsong Era Pembangunan. Diktat : Makassar: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Jujun S. Suriasumantri. (2012). Ilmu dalam Perspektif (Sebuah Kumpulan dan Karangan Tentang Hakikat Ilmu). In Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://doi.org/10.2307/40485897

Lasabuda, R. (2013). Tinjauan Teoritis Pembangunan Wilayah Pesisir Dan LautanDalamPerspektif Negara Kepulauan Republik Indonesia. Jurnal Ilmiah Platax. Vol. 1-2, pp 92.

Mahjunir.1967. Mengenal Pokok-Pokok Atropologi dan Kebudayaan Indonesia.Bharata: Jakarta.

Maran, Rafael. (2000). Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Rineka Cipta : Jakarta.

Muhallim, Diva. (2008). Teknologi sebagai Tumpuan Peradaban Bangsa. Makassar: Pustaka Lontara

Safaruddin. (1999). Budaya Sebagai Penopang Hidup Masyarakat. Safar Press Centre : Bulukumba.

Santoso. (2005). Sejarah Kebudayaan Sulawesi Selatan. Pustaka Refleksi : Makassar

Siregar. (2008). Analisis potensi daerah pulau-pulau terpencil. (Online) http://journal.fsrd.itb.ac.id/jurnal-desain/pdf_dir/issue_3_7_13_3.pdf .Diakses Tanggal 16 November 2015 Pukul 21.45 WITA.

Winarmo, Hasyad.( 2000). Integrated Competencies. Bandung: EsensiPublik

. (2012). Pengertian Kebudayaan (www.wikipediabudaya.com diakses pada tanggal 3 Agustus 2012)

.. (2009). Revisi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpasdev.v4i2.71542

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.