Hubungan Tingkat Pengetahuan Asupan Cairan terhadap Status Hidrasi pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur

Riska Dwi Kusuma .

Abstract


Latar Belakang. Dehidrasi sering terjadi pada lansia karena kadar air dalam tubuhnya menurun akibat penuaan organ-organ tubuh diantaranya peningkatan  jumlah lemak pada lansia, penurunan fungsi ginjal untuk memekatkan urin dan penurunan  respons  haus. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 lansia yang berusia 60 tahun keatas di 5 posyandu lansia kelurahan Banjar Serasan. Penelitian menggunakan kuesioner dan dimulai pada bulan Februari-Juni 2015. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui pengetahuan asupan cairan, grafik warna urin dan dipstick untuk mengukur status hidrasi pada lansia. Hasil. Lansia berpengetahuan baik yang mengalami dehidrasi diukur dengan warna urin dan berat jenis urin sebanyak 20% dan 24% dan lansia pengetahuan sedang didapatkan sebanyak 6% dan 8%, serta lansia yang berpengetahuan kurang sebanyak 18% dan 12%. Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan asupan cairan terhadap status hidrasi pada lansia dengan nilai P >0,005.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.