ANALISIS PERALIHAN HADHANAH DARI IBU KEPADA AYAH DALAM PUTUSAN PERKARA NOMOR 1112/PDT.G/2020/PA.PTK

RADEN MAS DELLA SEPTIA PUTRIYANDA NIM. A1011201165

Abstract


ABSTRACT

One issue that comes up after a husband and wife divorce is child custody or hadhanah. In theory, a minor child's mother has the hadhanah right, but in practice, there are situations in which the father has the hadhanah right. The court considers several factors when determining who should have custody of a kid following a divorce. In addition to the legal considerations, the judge also looks at the child's safety and personality development, which is a social factor.

            The objective of this study is to examine the legal factors that the judge took into account when making the decision in case number 1112/Pdt.G/2020/PA.Ptk. Additionally, the study will examine the legal ramifications of minor children's right to havehanah coming into the hands of their father following a divorce. With a normative research type and descriptive analytical research characteristics, this study employs qualitative research methods..
            The judge in deciding case number 1112/Pdt.G/2020/PA.Ptk considered several factors, one of which was that the mother was irresponsible towards her children by often entrusting her two children to a man who was suspected to be the mother's boyfriend. So it is clear that a mother who is negligent in carrying out her obligations towards her child cannot obtain the right to hadhanah in accordance with the provisions of Article 49 of Law 16 of 2019 concerning Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage which states that one or both parents can have their powers revoked towards one or more children for a certain period of time at the request of the other parent.

 

Keyword: Child, Considerations, Custody, Judge's, Legal.

 

ABSTRAK

Hak asuh anak atau hadhanah merupakan salah satu permasalahan yang timbul ketika terjadi perceraian yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Pada dasarnya hak hadhanah anak yang dibawah umur adalah hak ibunya, tetapi pada kenyataannya ada kasus dimana hak hadhanah jatuh kepada ayah bukan kepada ibu. Banyak aspek yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutus siapa yang berhak mendapatkan hak asuh anak setelah perceraian, tidak hanya segi hukum namun hakim juga melihat segi sosiologis yaitu perkembangan kepribadian dan keselamatan dari anak itu sendiri.  

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim di dalam memutus perkara nomor 1112/Pdt.G/2020/PA.Ptk dan menganalisis akibat hukum terhadap hak hadhanah anak dibawah umur jatuh ke tangan ayah pasca perceraian dalam putusan perkara nomor 1112/Pdt.G/2020/PA.Ptk. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian normatif dan sifat penelitian deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang – undangan dan pendekatan kasus.

            Hakim dalam memutus perkara nomor 1112/Pdt.G/2020/PA.Ptk mempertimbangkan beberapa faktor  salah satunya karena ibu tidak bertanggung jawab tehadap anaknya dengan sering menitipkan kedua anaknya kepada laki – laki yang diduga sebagai pacar dari ibu tersebut. Sehingga jelas ibu yang lalai dalam melaksanakan kewajibannya terhadap anaknya tidak bisa mendapatkan hak hadhanah sesuai dalam ketentuan Pasal 49 Undang – Undang 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang menyatakan bahwa salah seorang atau kedua orang tua dapat dicabut kekuasaanya terhadap anak atau lebih untuk waktu yang tertentu atas permintaan orang tua yang lain.

           

Kata Kunci 

Full Text:

PDF PDF

References


Daftar Pustaka

A. Buku

Abdulkadir Muhammad. 2019. Hukum Perdata Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti,

Abdul Rahman Gazaly. 2002. Fikih Munakahat. Jakarta: Premena Jaya.

Ahmad Azhar Bashir. 2010. Hukum Perkawinan Islam. Yogyakarta.

Amir Syarifuddin. 2014. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Jakarta: Asy-Syir‟ah.

Amnawaty. 2019. Hukum Keluarga Islam dan Nikah Siri. Bandar Lampung: CV. Anugrah Utama Raharja .

Baher Johan Nasution dan Sri Warjiyati. 1997. Hukum Perdata Islam. Bandung: Mandar Maju.

Gus Arifin dan Sundus Wahidah. 2019. Fikih Wanita. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Imam Gunawan. 2013. Metode Penelitian Kualitatif, Teori Dan Praktik.

Jakarta: BumiAksara.

Jazim Hamidi. 2006. Revolusi Hukum Indonesia: Makna, Kedudukan, dan Implikasi Hukum Naskah.

Mardani. 2016. Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia

Group.

Muhammad Syaifuddin. 2021. Hukum Perceraian. Jakarta: Sinar Grafika.

R Soeroso. 2011. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: sinar Grafika.

Sanjaya Haris dan Faqih Aunur. 2017. Hukum Perkawinan Islam. Yogyakarta: Gramedia.

Soerjono Soekanto. 2006. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.

Sorejono Soekanto & Sri Mamudji. 2015. Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat). Jakarta: Rajawali Pers.

Subekti. 2011. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.

Sudikno Mertokusumo. 2009. Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Syarif Mapiase. 2015. Logika Hukum Pertimbangan Putusan Hakim. Jakarta:

Kencana.

Syarifuddin. 2013. Hukum Perceraian, Jakarta: Sinar Grafika.

Zainudin Ali. 2014. Hukum Perdata islam di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafindo.

B. Artikel Jurnal

Islami, I. 2019. Legalitas Penguasaan Hak Asuh Anak Dibawah Umur (Hadhanah) Kepada Bapak Pasca Perceraian. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 6(2): 181-194.

Khair, U. 2020. Pelaksanaan Hak Asuh Anak Setelah Terjadinya Perceraian. Jurnal Cendekia Hukum, 5(2), 291-306.

Mahmudah, H., Juhriati, J., & Zuhrah, Z. 2018. “Hadhanah Anak Pasca Putusan Perceraian (Studi Komparatif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia)”. Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum, 2(1), 57-88.

Muslih, M. (2017). Negara Hukum Indonesia Dalam Perspektif Teori Hukum Gustav Radbruch (Tiga Nilai Dasar Hukum). Legalitas: Jurnal Hukum, 4(1), 130-152.

Subanrio, S. (2021). Tanggung Jawab Orang Tua Yang Sudah Cerai Terhadap Anak Kandungnya Di Tinjau Dari Hukum Islam Di Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Kutei, 20(2), 37-55.

Tjandi, A. A. S., Kasim, A., & Heridah, A. 2022. Kedudukan Hak Asuh Anak Akibat Cerai Hidup. Jurnal Litigasi Amsir, 9(2), 163-171.

C. Perundang – Undangan

Undang – Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman.

Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Undang Undang Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Perkawinan.

Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University