AKIBAT HUKUM ANGGOTA YANG WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN SIMPAN PINJAM ANTARA ANGGOTA DENGAN KOPERASI DI KOPERASI SIMPAN PINJAM CU PANCUR KASIH TEMPAT PELAYANAN 12 SUNGAI DURIAN KUBU RAYA

RUIS RIO NUSANTO NIM. A1011191094

Abstract


Abstract

Cooperatives have an important role to conduct joint efforts from people who generally have very limited economic capabilities, in order to meet common needs. The Savings and Loans Cooperative of CU Pancur Kasih TP 12 Sungai Durian has a principal deposit (minimum) of Rp. 50,000 and a mandatory deposit of Rp. 10,000. Loans are a maximum of 4 times deposits that are paid in installments of a maximum of 10 times. The purpose of becoming a member of the Savings and Loans Cooperative of CU Pancur Kasih TP 12 Sungai Durian is to apply for a business capital loan. An agreement does not rule out the possibility that if one party is negligent in carrying out obligations as agreed, the negligent party can be said to be in default or default. Therefore, every agreement always has a path to overcome the occurrence of default. This thesis contains a formulation of the problem "What are the legal consequences for Members who cannot pay off their debts at the Savings and Loans Cooperative CU Pancur Kasih TP 12 Sungai Durian?". As for this research method, the author uses a type of research empirical legal writing method with a descriptive analysis approach. Empirical legal research is research derived from the gap between theory and real life using hypotheses, theoretical foundations, concept frameworks, secondary data, and primary data. The descriptive method is a procedure to solve the problem at hand by describing the situation at the present time, based on facts that existed during the research. Regarding the implementation of the agreement between the management and members made in writing, therefore there are obligations that must be fulfilled by CU members, namely paying or paying off debts in accordance with the deadlines given by the Cooperative. The factors causing the existence of members of the Savings and Loan Cooperative CU Pancur Kasih TP 12 Sungai Durian who default in savings and loan agreements or credit due to insufficient salary, due to job loss, due to bankruptcy of Members in business, and because they still require costs for the personal interests of Members so as to make Members late in paying until there are Members who cannot pay their debts. The legal consequences caused to members who default are given warning letters up to 3 times and provide time tolerance for installments, loan fines, and warning letters, if it has not been 1 Fakultas Hukum, Universitas Tanjungpura, Jln. Prof. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia, email: [email protected],id , Tel/Fax. 081347687947. 2 Fakultas Hukum, Universitas Tanjungpura, Jln. Prof. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia, email: , Tel/Fax. 081380582709. 3 Fakultas Hukum, Universitas Tanjungpura, Jln. Prof. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia, email: , Tel/Fax. 081345035179. responded well by the defaulting Member, the Cooperative has the right to carry out the process of confiscation of collateral in accordance with the agreement made by the Member with the Cooperative.

Keywords: Savings and Loan Agreement, CU Cooperative, Default.

 

Abstrak

 

Koperasi mempunyai peranan yang penting untuk mengadakan usaha bersama dari orang- orang yang pada umumnya memiliki kemampuan ekonomi yang sangat terbatas, guna untuk memenuhi kebutuhan bersama. Koperasi Simpan Pinjam CU Pancur Kasih TP 12 Sungai Durian mempunyai simpanan pokok (minimal) sebesar Rp. 50.000 dan simpanan wajib Rp. 10.000. Pinjaman maksimal 4 kali simpanan yang diangsur maksimal 10 kali. Tujuan menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam CU Pancur Kasih TP 12 Sungai Durian adalah mengajukan kredit modal usaha. Suatu perjanjian tidak menutup kemungkinan jika terjadi salah satu pihak lalai dalam melaksanakan kewajiban seperti yang telah diperjanjikan maka pihak yang lalai tersebut dapat dikatakan cidera janji atau wanprestasi. Maka dari itu setiap perjanjian selalu ada jainan untuk mengatasi terjadinya wanprestasi. Skripsi ini memuat rumusan masalah “Apa akibat Hukum bagi Anggota yang tidak dapat melunaskan hutangnya di Koperasi Simpan Pinjam CU Pancur Kasih TP 12 Sungai Durian?”. Adapun metode penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian metode penulisan hukum empiris dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian hukum empiris yaitu penelitian yang berasal dari kesenjangan antara teori dengan kehidupan nyata yang menggunakan hipotesis, landasan teoritis, kerangka konsep, data sekunder, dan data primer. Metode deskriptif yaitu suatu prosedur untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan menggambarkan keadaan pada saat sekarang, berdasarkan fakta yang ada sewaktu penelitian. Mengenai pelaksanaan perjanjian antara pengurus dengan anggota dibuat secara tertulis, oleh sebab itu ada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh anggota CU yaitu membayar atau melunaskan hutang sesuai dengan tenggat waktu yang telah diberikan Koperasi. Adapun faktor penyebab adanya anggota Koperasi Simpan Pinjam CU Pancur Kasih TP 12 Sungai Durian yang wanprestasi dalam perjanjian simpan pinjam atau kredit dengan dikarenakan uang gaji yang tidak mencukupi, karena kehilangan pekerjaan, karena terjadinya kebangkrutan pada Anggota dalam usaha, dan karena masih memerlukan biaya untuk kepentingan pribadi Anggota sehingga membuat Anggota terlambat membayar sampai adanya Anggota yang tidak bisa membayar hutangnya tersebut. Akibat hukum yang ditimbulkan kepada anggota yang wanprestasi adalah diberi surat peringatan s/d 3 kali dan pemberian toleransi waktu untuk mengangsur, denda pinjaman, dan surat peringatan, jika sudah tidak ditanggapi baik oleh Anggota yang wanprestasi maka Koperasi memiliki hak untuk melakukan proses penyitaan barang jaminan sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat oleh Anggota dengan pihak Koperasi.

Kata Kunci: Perjanjian Simpan Pinjam, Koperasi CU, Wanprestasi.


Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

A. Buku-buku

Chaniago, 1998, Ekonomi dan Koperasi, Roda Karya, Bandung. Hal 14

Frans Satriyo Wicaksono, 2008, Panduan Lengkap Membuat Surat-Surat Kontrak, Visi Media, Jakarta. Hal 6

Lexy J. moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Hal 4

M. Yahya Harahap, 1968, Segi-segi Hukum Perjanjian, Alumni, Bandung, Hal 60

R. Wirjono Prodjodikoro, 2011, Azaz-Azaz Hukum Perjanjian, CV. Mandiri Maju, Bandung. Hal 4

R. Setiawan, 2001, Pokok-Pokok Hukum Perjanjian, Bina Cipta, Jakarta. Hal 18

R. Subekti, 2005, Hukum Perjanjian, Intermasa, Jakarta. Hal 46

Soerjono dan Siti Ummu Adillah, 2003, Diklat Mata Kuliah Hukum Kontrak, Bagian Hukum Perdata Fakultas Hukum Unnisula, Semarang. Hal 1

Salim H. S, 2003, Hukum Kontrak Teori dan Teknik Penyusunan Kontrak, Sinar Grafika, Jakarta. Hal 10-11

Wirjono Prodjodikoro, 1999, Asas-asas Hukum Perjanjian, Sumur, Bandung, Hal 17.

B. Peraturan Perundang-Undangan

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 1131

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pasal 15 ayat 3 jo

Peraturan Menteri koperasi Dan Usaha Kecil Menengah. Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Perizinan Usaha Simpan Pinjam Koperasi. Pasal 1 Ayat 7

Soedharyo Soimin, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Jakarta Sinar Grafika, 2001. Hal 8

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992

C. Jurnal, Skripsi, Disertasi, dan Makalah

ABD Gaffar, 2020, Analisis Kinerja Keuangan Koperasi Simpan Pinjam Berkat Cabang Enrekang, Jurnal, Hal 1

Chairuman Pasaribu, Suhrawardi K. Lubis. 2004. Hukum Perjanjian Dalam Islam. Sinar Grafika, Jakarta, Jurnal, Hal 1.

Hardani Dyah Ayu Perwani, 2017, Prosedur Penyelesaian Kredit Bermasalah Dengan Jaminan Hak Tanggungan (Studi Kasus Koperasi Jati Mas Masaran) Jurnal hukum, Vol 3, No 2, Hal 1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University