ANALISIS JUAL BELI EMAS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ELEKTRONIK BERDASARKAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

PEGGY DANIA NIM. A1011191070

Abstract


Abstract

The development of the era related to buying and selling, especially buying and selling of gold through electronic media with a payment system in advance, then the goods will arrive a few days later. Meanwhile, gold is a ribawi item that must be hand-to-hand in buying and selling. Some scholars say that gold is included in ribawi goods (amwalribawiyah) which have the potential for usury in it. Therefore, this study aims to analyze the legal transactions of buying and selling gold electronically in terms of Islamic law, analyzing the views of scholars on buying and selling gold through electronic media, analyzing the consequences of buying and selling gold electronically which contains elements of usury. By using this type of normative legal research with a case approach, a conceptual approach, the results of research on gold buying and selling transactions carried out through electronic media according to Islamic law, are not in accordance with Shari'a because Islamic law requires the presence of goods used as as the object of sale and purchase in the contract and must be passed from hand to hand. Regarding the views of the Ulama and MUI (Indonesian Ulema Council) of West Kalimantan Province regarding the sale and purchase of gold through electronic media, they have different opinions. The scholars agree that buying and selling gold must be on cash terms, but they differ on the time limit. Imam Hambali and Imam Syafi'i are of the opinion that buying and selling currency occurs in cash as long as the two parties have not separated, whether the recipient is at the time of the transaction or the receipt is late. But Imam Maliki is of the opinion that if the acceptance at the assembly is late, then the sale and purchase is cancelled, even though the two parties have not parted ways. Meanwhile, in the opinion of the MUI of West Kalimantan Province regarding the sale and purchase of gold through electronic media, the law is permissible as long as it fulfills the pillars and conditions for legal sale and does not contain gharar. as a result of buying and selling gold electronically which according to the views of classical scholars is unlawful and the danger of usury is very large which threatens the afterlife of a muslim

Keywords: Gold Buying and Selling, Electronic Media, Islamic Law

 

 

 

Abstrak

Berkembangnya zaman terkait jual beli khususnya jual beli emas melalui media elektronik dengan sistem bayar terlebih dahulu lalu barangnya akan datang beberapa hari kemudian. Sedangkan emas merupakan barang ribawi yang dalam jual belinya harus dari tangan ke tangan, Beberapa kalangan ulama menyebutkan bahwa emas termasuk ke dalam barang ribawi (amwalribawiyah) yang berpotensi riba di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis hukum transaksi jual beli emas secara elektronik ditinjau dari hukum Islam, menganalisis pandangan ulama terhadap jual beli emas melalui media elektronik, menganalisis akibat dari jual beli emas secara eletronik yang mengandung unsur riba. Dengan menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), hasil penelitian transaksi jual beli emas yang dilakukan melalui media elektronik menurut Hukum Islam, tidak sesuai syari’at karena dalam hukum Islam mengharuskan hadirnya barang yang dijadikan sebagai objek jual beli dalam akadnya dan harus dari tangan ke tangan. Terkait pandangan ulama dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Kalimantan Barat terkait jual beli emas melalui media elektronik mereka berbeda pendapat, para ulama sepakat bahwa jual beli emas harus dengan syarat tunai, tetapi mereka berbeda pendapat tentang waktu yang membatasi. Imam Hambali dan Imam Syafi'i berpendapat bahwa jual beli mata uang terjadi secara tunai selama kedua belah pihak belum berpisah, baik penerimanya pada saat transaksi atau penerimaannya terlambat. Tetapi Imam Maliki berpendapat jika penerimaan pada majelis terlambat, maka jual beli tersebut batal, meski kedua belah pihak belum berpisah. Sedangkan, menurut pendapat MUI Provinsi Kalimantan Barat tentang jual beli emas melalui media elektronik hukumnya adalah boleh selama masih memenuhi rukun dan syarat sah jual dan tidak mengandung gharar. akibat dari jual beli emas secara elektronik yang menurut pandangan ulama klasik adalah haram hukumnya dan bahaya riba sangat besar yang mengancam kehidupan akhirat seorang muslim

Kata Kunci: Jual Beli Emas, Media Elektronik, Hukum Islam


Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Buku

A. Kadir Ahmad, 2003, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kualitatif, Indobis, Makasar: Media Centre.

Abdul Wahab Khallaf, 1972, Mashadir al-Tasyri’ al-Islami fi ma la Naskh fih, Kuwait: Dar al-Qolam.

Abdullah Azhim Bin Badawi Al-Khalafi, 2006, Al Wajiz, Terjemahan. Ma’ruf Abdul Jalil, Jakarta: Pustaka As-Sunnah.

Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam, 2002, Syarah Hadits Pilihan Bukhari, Jakarta: Muslim Darul Falah.

Abdurrahman Al Jaziri, 2001, Fiqh Empat Mazhab, Muamalat II, Alih Bahasa Chatibul Umam dan Abu Hurairah, Jakarta: Darul Ulum Press.

Adiwarman A dan Oni Sahroni, 2016, Riba Gharar dan Kaidah - Kaidah Ekonomi Syariah; Analisis Fiqih dan Ekonomi, Jakarta: Rajawali Press.

Afzalur Rahman, 1996, Doktrin Ekonomi Islam, Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.

Ahmad Soleh, 1985, Terjemah dan Penjelasan Kitab Jilid II, Semarang: Usaha Keluarga.

Ahmad Wardi Muslich, 2010, Fiqh Muamalat, Jakarta: Amzah.

As-Sabatin, Yusuf, 2009, Bisnis Islami Dan Kritik Atas Praktik Bisnis Ala Kapitalis, Bogor: Al-Azhar Press.

Dimyauddin Djuwaini, 2008, Pengantar Fiqih Muamalah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dina Indriana, 2011, Ragam Alat Bantu Media Pengajaran, Yogjakarta: Diva Press.

Hajar M, 2017, Model-Model Pendekatan Dalam Penelitian Hukum dan Fiqh, Yogyakarta: Kalimedia.

Hasan bin Ahmad bin Muhammad al-Kaff, 2013, Taqrirot As-Sadidah Fi Masailil Mufidah, Riyadh Saudi Arabia: Darul Mirats An-Nabawi.

Hasbi Ash Shiiddieqy, 2001, Hukum-Hukum Fiqh Islam (Tinjauan Antar Madzab), Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.

Hendi Suhendi, 2005, Fiqh Muamalah, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ibnu Mas’ud, dan Zainal Abidin, 2001, Fiqih Mazhab Syafi’i, Bandung : Pustaka Setia.

Ishaq, 2008, Dasar-Dasar Ilmu Hukum, Cet. 1, Jakarta: Sinar Grafika.

Jusmaliani, 2008, Bisnis Berbasis Syariah. Jakarta: Bumi Aksara.

Labib Mz, 2006, Risalah Fiqh Islam Berkiblat Pada Ahli Sunnah Wal-Jamaah, Surabaya: Bintang Usaha Jaya.

Lukman Fauroni, 2006, Etika Bisnis dalam Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka

Mahmud Yunus, 2010, Kamus Bahasa Arab Indonesia, Jakarta: PT Mahmud Yunus Wa Dzurriyah.

Mardani, 2015, Hukum Ekonomi Islam, Jakarta: Rajawali Pers.

Moch Anwar, 1994, Terjemah Fathul Mu’in Jilid I, Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Maulana Muhammad Ali, 2014, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta : Darul

Kutubil Islamiyah.

Mukti Fajar dan Yulianto Achmad, 2010, Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Imam Nawawi, 2012, Terjemah Riyadhus Shalihin, Jakarta: Pustaka Amani

Nurul Ichsan Hasan, MA, 2014, Pengantar Perbankan Syariah, Ciputat: Referensi (GP Press Group).

Panji Adam Agus Putra S.Sy., M, 2008, Fikih Muamalah Adabiyah. Bandung : PT Pesantren

Peter Mahmud Marzuki, 2005, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana Prenada Media.

Pipin Syarifin, 2009, Pengantar Ilmu Hukum, Bandung: CV. Pustaka Setia.

Rahmat Syafe’i, 2001, Fiqh Muamalaah, Bandung: Pustaka Setia. Refika Aditama.

Rahmat Syafei, 2004, Penimbunan dan Monopoli Dagang Dalam Kajian Fiqih Islam, Jakarta: Departemen Agama-Mimbar Hukum.

Sayyid Sabiq, 2004. Fiqh Sunnah, Jilid IV, Jakata: Darul Fath.

Sayyid Sabiq, 2014, Fikih Sunnah, Jilid V, Jakarta: Cakrawala Publishing.

Soerjono Soekanto, 1986, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Sri Mamudji, 2006, Penelitian Hukum Normatif, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Sudarsono, 2001, Pokok-Pokok Hukum Islam, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sulaiman Rasyid, 2005, Fiqh Islam, Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sunaryati Hartono, 1994, Penelitian Hukum di Indonesia Pada Akhir Abad ke-20. Alumni. Bandung.

Tim Pengembangan Perbankan Syariah Institut Bankir Indonesia, 2002, Konsep, Produk dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah, Jakarta: Djambatan.

Tim Prima Pena, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gitamedia Press.

Wahbah az-zuahaili, 2011, Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Jilid, V, Jakarta: Gema Insani.

Zainal Abidin, Ibnu Mas’ud, 2007, Edisi Lengkap Fiqih Mazhab Syafi’i. Bandung: Pustaka Setia.

Jurnal

Retno Dyah Pekerti dan Eliada Herwiyanti, 2018, Transaksi Jual Beli Online dalam Perspektif Syariah Madzhab Asy-Syafi’i. Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi (JEBA), Vol. 20, Nomor 02.

Wati Susiati, 2017, Jurnal Ekonomi Islam. Vol. 8 Nomor. 02.

Skripsi/Tesis

Fredy, S. W, 2013, Akad Jual Beli Melalui Media Elektronik dalam Perspektif Syariah. Tesis. Program Magister Kenotariatan Universitas Airlangga. Surabaya.

Siti Rosmala, 2018, Jual Beli Emas dengan Akad Murabahah Melalui Aplikasi Mobile di PT. Tamasia Global Shariah, Skripsi, Program Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati : Bandung, diakses pada tanggal 20 Oktober 2022.

Peraturan Perundang-Undangan

Perturan Mahkamah Agung RI No. 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University