ANALISIS HUKUMAN KEBIRI KIMIA DALAM PERSPEKTIF TUJUAN PEMIDANAAN

MUHAMMAD ISNU FAHRURROZI NIM. A1011161040

Abstract


Tujuan pemidanaan selalu menjadi pembicaraan dan perdebatan dikala suatu negara menerapkan sanksi atau hukuman baru dalam hukum positifnya. Di Indonesia terjadi saat kejahatan kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Anak sebagai kaum yang rentan haruslah dilindungi masa depannya oleh negara maka lahirlah Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang - Undang menjadi dasar berlakunya hukuman kebiri kimia di hukum positif Indonesia yang menjadi strategi pemerintah untuk melindungi anak korban kejahatan kekerasan seksual. Akan tetapi hukuman yang diterapkan itu haruslah sesuai dengan tujuan pemidaan dalam sistem pemidanaan.

Penelitian ini memuat rumusan masalah yaitu “bagaimana kedudukan hukuman kebiri kimia ditinjau dari tujuan pemidanaan Dan bagaimana peran hukuman kebiri kimia sebagai hukuman tambahan dalam strategi double track system”. Penulis menggunakan penelitian yuridis normatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pendekatan deskriptif analitis, yang mengungkapkan peraturan perundang – undangan yang berkaitan dengan teori – teori hukum yang menjadi objek penelitian.

Hasil dari penelitian ini di dapat bahwa hukuman kebiri kimia tidak memiliki unsur rehabilitasi dalam kaitannya dengan teori tujuan pemidanaan relatif, juga hukuman kebiri kimia bukan semata - mata usaha balas dendam atas apa yang sudah dilakukan pelaku terhadap korban dikarenakan apa yang telah dilakukan oleh pelaku memang perbuatan yang keji serta merengut masa depan korban. Hukuman kebiri juga memiliki unsur deterrence (pencegahan) baik itu mencegah agar pelaku mengulangi kejahatan yang sama atau lebih kejam lagi dan mampu memberi contoh terhadap masyarakat agar terhindar dari kejahatan kekerasa seksual terhadap anak. Adanya keseimbangan antara perbuatan dan pemberian pidana membuat hukuman ini membuat hukuman kebiri kimia lebih condong pada tujuan pemidanaan gabungan. Serta posisi hukuman kebiri kimia tidak tepat jika ditempatkan pada hukuman tambahan karena hukuman kebiri kimia karena tak terpenuhnya unsur pembinaan terhadap pelaku.

Kata Kunci:    Kebiri Kimia, Kejahatan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Anak Korban, Teori Tujuan Pemidanaan, Double Track System.

Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Buku

Ali, Mahrus, 2015, Dasar – Dasar Hukum Pidana, Sinar Grafika, Cet III, Jakarta, hlm 190 dikutip dari E. Utrecht, 1986, Hukum Pidana I, Putaka Tinta Mas, Surabaya.

Ali, Zainudin, 2014, Metode Penelitian Hukum, Cet V, Sinar Grafika, Jakarta.

Anwar, Yesmil dan Adang, 2008, Pengantar Sosiologi Hukum, Cet I, PT Grasindo, Jakarta.

Asyhadie, Zaeni dan Arief Rahman, 2014, Pengantar Ilmu hukum, Cet II, PT. Raja Grafindo, Jakarta.

Baccaria, Cesare, 2011, Perihal Kejahatan dan Hukum, Cet I, Genta Publishing, Yogyakarta.

Bentham, Jeremy, 2019, Teori Perundang – Undangan Prinsip – Prinsip Legislasi, Hukum Perdata dan Hukum Pidana. Cet V, Penerbit Nusa Cendikia, Bandung.

Chazawi, Adami, 2002, Pelajaran Hukum Pidana 1: Stelsel Pidana, Tindak Pidana, Teori – Teori Pemidanaan & Batas Berlakunya Hukum Pidana, Cet I, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.

___, 2007, Tindak Pidan Mengenai Kesopanan, Cet II, PT. Raja Grafindo, Jakarta.

Eddyono, Supriyadi Widodo, Ahmad Sofian dan Anugerah Rizki Akbari, 2016, Menguji Euforia Kebiri Catatan Kritis Atas Rencan Kebijakan Kebiri (Chemical Castration) Bagi Pelaku Kejahatan Seksual Anak di Indonesia, icjr.or.id, Jakarta,

Fatoni, Syamsul, 2016, Pembaharuan Sistem Pemidanaan Perspektif Teoritis dan Pragmatis Untuk Keadilan, Cet I, Setara Press, Malang.

Gorda, Ayu Nugraha Tini Rusmini, 2017, Hukum Perlindungan Anak Korban Pedofilia Perspektif Viktimologi Dalam Formulasi Kebijakan Dan Cita Hukum Pidana, Cet I, Setara Press, Malang.

Gultom, Maidin, 2014, Perlindungan Hukum terhadap Anak dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia, Cet IV, PT. Rafika Aditama, Bandung.

Gunakaya, A. Widiada, 2017, Hukum Hak Asasi ManusiaI, Cet I, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Gunawan, 2018, Konsep Pemidanaan Berbasis Nilai Kerugian Ekonomi: Menuju Hukum Pidana yang Berkeadilan, Memberi Daya Jera, dan Mengikuti Perkembangan Ekonomi, Cet I, Kencana, Jakarta.

Hiariej, Eddy O.S, 2016, Prinsip – Prinsip Hukum Pidana Edisi Revisi, Cet I, Cahaya Atma Pustaka, Yogyakarta.

Martopo, Osgar S, Muliadi dan Andi Nurul Isnawidiawinarti Achmad, 2018, Hukum dan Hak Asasi Manusia, Cet I, Intrans Publishing, Malang.

Marzuki, Peter Mahmud, 2015, Pengantar Ilmu Hukum, Cet VIII, Kencana, Jakarta.

Mertokusumo, Sudikno, 2019, Teori Hukum, Cet I, CV. Maha Karya Pustaka, Yogyakarta.

Morrison, Wayne, 2019, Yurisprudensi Dari Zaman Kuno Hingga Post-Modernisme, Cet I, Penerbit Nusa Media, Bandung.

Muladi, dan Bardan Nawawi Arief, 2005, Teori – Teori dan Kebijakan Pidana, Cet III, P.T. Alumni, Bandung.

, 2007, Bunga Rampai Hukum Pidana, Cet II, P.T. Alumni, Bandung.

Prakoso, Abintoro, 2019, Hukum Penitensier, Cet I, Aswaja Pressindo, Yogyakarta.

Pujirahayu, Esmi Warassih, 2014, Budaya Hukum Pancasila,Cet I, Penerbit Thafa Media, Yogyakarta.

Ridwan, 2016, Hukum Administrasi Negara, Cet XII, PT Raja Grafinda, Jakarta, hlm 3, dikutip dari Miriam Budiardjo, 1982, Dasar – Dasar Ilmu Politik, Gramedia, Jakarta.

Samosir, Djisman, 2016, Penologi dan Pemasyarakatan, Cet I, Penerbit Nuansa Aulia, Bandung.

Sholahudin, Umar, 2017, Hukum dan Keadilan Masyarakat Perspektif Kajian Sosiologi Hukum, Cet III, Setara Press, Malang.

Sholehuddin, 2003, Sistem Sanksi Dalam Hukum Pidana, Cet I, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Soejadi, 2017, Refleksi Mengenai Hukum dan Keadilan Aktualisasinya di Indonesia, Cet I, Aswaja Pressindo, Yogyakarta.

Soekanto, Soerjono, 2019, Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penegak Hukum, Cet XVI, PT Rajagrafindo Persada, Depok.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, 2018, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Cet XVIII, PT. Raja Grafindo Persada, Depok.

Suggono, Bambang, 2002, Metode Penelitian Hukum, Raja Grafisindo Persada, Jakarta.

Sulhin, Iqrak, 2016, Diskontinuitas Penologi Punitif Sebuah Analisis Genealogis Terhadap Pemenjaraan, Cet I, Kencana, Jakarta.

Susanti, Dyah Ochtorina dan A’an Efendi, 2018, Penelitian Hukum (Legal Research), Cet III, Sinar Grafika, Jakarta.

Triyanto, 2013, Negara Hukum dan HAM, Cet I, Ombak, Yogyakarta.

Wahid, Abdul dan Muhammad Irfan, 2001, Perlindungan Atas Korban Kekerasan Seksual Advokasi Atas Hak Asasi Perempuan, Cet I, P.T. Refika Aditama, Bandung.

Yuwono, Ismantoro Dwi, 2015, Penerapan Hukum dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Cet I, Pustaka Yustisia, Yogyakarta.

Zulfa, Eva Achjani Zulfa, Anugerah Rizki Akbari dan Zakky Ikhsan Samad, 2017, Perkembangan Sistem Pemidanaan dan Sistem Pemasyarakatan, Cet I, PT RajaGrafindo Persada, Depok.

Jurnal

Insani, Niarina Nurul, Bambang Purwantoro dan Zuhroni, 2018, Perspektif Mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2015 Universitas Yarsi Jakarta Pusat Terhadap Aplikasi Chemical Casration (KEBIRI) Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Indonesia, Jurnal Profesi Medika, Volume 12 Nomor 2, Jakarta.

Mardiya, Nuzul Qur’aini, 2017, Penerapan Hukuman Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual, Jurnal Konstitusi, Volume 14 Nomor 1, Maret 2017, Jakarta.

Skripsi

Adha, Fhasradil, 2018, Pidana Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perkosaan Anak Dalam Perspektif Undang – Undang Nomor 29 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang.

Tesis

Saputro, Andi Tri, 2018, Pelaksanaan Pidana Tambahan Berupa Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Pedofilia di Tinjau Dari Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang, Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Artikel Internet

Adhi, Adrianus, 2019, Kronologi Lengkap Kasus Aris di Mojokerto Sampai Dihukum Kebiri, Dulu Dijuluki Predator Anak, diambil dari: www.surabaya.tribunnews.com, (29 Oktober 2019)

Alfon, Matius, 2019, LPSK: Kasus Kekerasan Seksual pada Anak Meningkat Tiap Tahun, diambil dari: www.news.detik.com, (28 Oktober 2019)

Hanif, Syifa, 2019, Pro Kontra Hukuman Kebiri Kimia Bagi Pelaku Paedofil, diambil dari: www.merdeka.com, (29 Oktober 2019)

Seketariat Kabinet Republik Indonesia, 2016, Inilah Materi Pokok Perppu Nomor 1 Tahun 2016, Yang Sering Disebut Perppu Kebiri, diambil dari: www.setkab.go.id, (28 Oktober 2019)

Peraturan Perundang – Undangan

Undang – Undang Dasar Tahun 1945

Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana

Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindunga Anak

Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University