PENERAPAN SANKSI PEMBEBANAN BIAYA PAKSAAN PENEGAKAN HUKUM TERHADAP SETIAP ORANG ATAU BADAN HUKUM YANG MEMBUANG SAMPAH DI LUAR WAKTU YANG DITENTUKAN DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK

MASTUR NIM. A1012161074

Abstract


Sampah padat pada umumnya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Sampah Organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah Anorganik (sampah kering). Sampah organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lainnya, sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik misalnya sampah dari dapur, sisa sayuran, dll. Selain itu, pasar tradisional juga banyak menyumbangkan banyak sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan dan lain-lain. Hal ini yang sering terjadi dan menyebabkan pasar menjadi kotor dan bau busuk. Sampah Anorganik (sampah kering) adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan timbang. Sampah anorganik dibedakan menjadi sampah logam dan produk-produk olahannya, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca dan keramik, sampah detergen. Sebagian besar anorganik tidak dapat diurai oleh alam/mikroorganisme secara keseluruhan. Sementara itu, sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, kantong plastik, dan kaleng.                 Berdasarkan penelitian maka penulis dapat merumuskan permasalahannya Apakah Penerapan Sanksi Denda Terhadap Setiap Orang Yang Membuang Sampah Diluar Jam Waktu Yang Ditentukan Telah Dilaksanakan.?”

Metode yang dipakai untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya, yaitu Jenis penelitian hukum empiris sosiologis dengan pendekatan deskriptif analisis dimana penulis menganalisa dengan menggambarkan keadaan atau fakta yang didapatkan secara nyata pada saat penelitian dilaksanakan dilapangan dan selanjutnya diadakan analisis dan Sifat Penelitian menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif. Analisis yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan cara menggambarkan keadaan yang sebenarnya sebagaimana yang terjadi pada saat penelitian ini dilakukan, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan sehubungan dengan masalah yang diteliti.

Dari pembahasan diatas, maka disimpulkan bahwa larangan terhadap kegiatan masyarakat yang melakukan membuang sampah tanpa melihat batas waktu yang telah di tentukan oleh pemerintah tersebut berdasarkan Di buka pada pukul 18:00 WIB hingga pada pukul 06:00 WIB, dimana terdapat didalam Peraturan Walikota Pontianak Nomor 48 tahun 2020, pasal 5 ayat 8 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Ketertiban Umum, telah diberlakukan dan masyarakat dianggap mengetahui akan ketentuan tersebut, namun dalam kenyataannya masyarakat masih mengabaikan atau melanggar ketentuan tersebut dan  faktor penyebab masyarakat mengabaikan/melanggar peraturan daerah tersebut adalah dikarenakan mereka tidak mempunyai tempat yang cukup/luas untuk menimbun/menumpuk sampah, sehingga harus segera di buang di TPS.

 

Kata Kunci :Pengelolah Sampah, Denda, Ketertiban Umum.


Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Literatur

Agung Suprihatin, Dwi Prihanto, Michel Gelbert. 1996. Pengolahan Sampah. MALANG : PPPGT

Annihayah 2006, Urgensi Manajemen Persampahan : Belajar dari Kasus Kota Bandung.

Gelbert M, Prihanto D, dan Suprihatin A, 1996. Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup dan ”Wall Chart”. Buku Panduan Pendidikan Lingkungan Hidup, PPPGT/VEDC, Malang .

Hadi, S.P. 2005. Aspek Sosial AMDAL, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Lili Rasjidi dan Liza Sonia Rasjidi, 2007, Dasar-dasar filsafat dan teori hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung

Purwendro S dan Nurhidayat. 2007. Mengolah Sampah Untuk Pupuk dan Pestisida Organik. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rahardyan B. dan Widagdo A.S., 2005. Peningkatan Pengelolaan Persampahan Perkotaan Melalui Pengembangan Daur Ulang.. Lokakarya 2 Jakarta.

Rahardyan B. dan Widagdo A.S., 2005. Peningkatan Pengelolaan Persampahan

Rony Hanitijo Soemitro, 1988, ”Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri”, Ghalia. Indonesia, Jakarta.

Sastrawijaya A.T, 2000. Pencemaran Lingkungan. Rineka Cipta, Jakarta.

Slamet J.S., 2002. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Soejono Soekanto Dan Otje Salman. R, Disiplin Hukum Dan Disiplin Sosial, Rajawali Pers, Jakarta, 2007, Halaman 7

Sudradjat R. 2006. Mengelola sampah Kota : Solusi Mengatasi Masalah Sampah Kota dengan Manajemen Terpadu dan Mengolahnya Menjadi Energi Listrik dan Kompos. Penebar Swadaya, Jakarta.

Syafrudin dan Priyambada I.B., 2001. Pengelolaan Limbah Padat. Diktat Kuliah Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Undip, Semarang.

Tinorma Butarbutar, SH, Minggu (21/6/2020). Kepada Tribun Pontianak.

Wibowo A dan Djajawinata D.T, 2004. Penanganan Sampah Perkotaan Terpadu.Diakses tanggal 4 Desember 2006 pada halaman www.kkppi.go.id.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Pasal 1(satu) ayat 1-8.

Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Ketertiban Umum Kota Pontianak

Peraturan Walikota Pontianak Nomor 48 tahun 2020, Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Ketertiban Umum.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University