PELAKSANAAN UPACARA ADAT TAHUN BARU PADI MASYARAKAT DAYAK BAKATI DI DESA LESABELA KECAMATAN LEDO KABUPATEN BENGKAYANG

RANTY SYAHARANI NIM. A1012171048

Abstract


Pelaksanaan Upacara Tahun Baru Padi pada masyarakat Adat Dayak Bakati dilaksanakan setiap awal bulan Februari sampai dengan 27 April, namun seiring berjalannya waktu pelaksanaan upacara adat tersebut mulai jarang dilaksanakan oleh masyarakat adat dayak Bakati. Pergeseran-pergeseran yang terjadi membuat perubahan dalam pelaksanaan upacara adat tahun baru padi ada beberapa yang berubah seiring perkembangan zaman.

Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah Faktor Apakah Yang Menyebabkan Pelaksanaan Upacara Adat  Tahun Baru Padi Pada Masyarakat Dayak  Bakati Di Desa Lesabela  Kecamatan Ledo Kabupaten  Bengkayang Sudah Tidak Lagi Dilaksanakan Setiap Tahun. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui dan menganalisis tentang pelaksanaan upacara adat tahun baru padi pada masyarakat Dayak Bakati di Desa Lesabela Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang. Untuk mengetahui dan menganalisis faktor penyebab upacara adat tahun baru padi pada masyarakat Dayak Bakati di Desa Lesabela Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang mulai jarang dilakukan. Untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan oleh Fungsionarist Dayak Bakati di Desa Lesabela Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang terhadap upacara adat tahun baru padi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum empiris

Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut : Bahwa pelaksanaan upacara adat tahun baru padi pada masyarakat Dayak Bakati di Desa Lesabela Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang sudah jarang dilakukan oleh masyarakat adat dikarenakan ada banyak pengaruh yang telah melingkupi kehidupan masyarakat adat bekati desa Lesabela Kecamatan Ledo. Bahwa faktor penyebab upacara adat tahun baru padi pada masyarakat Dayak Bakati di Desa Lesabela Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang mulai jarang dilakukan dikarenakan berbagai faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor agama, faktor ekonomi, faktor perkembangan zaman yang telah mengubah pola prilaku masyarakat adat sehingga upacara adat juga mengalami perubahan sesuai dengan zaman. Bahwa akibat jika tidak dilakukannya upacara adat tahun baru padi kembali kepada keyakinan masyarakat yaitu adanya bencana, kurangnya jumlah hasil panen tetapi ada juga yang berpendapat bahwa tidak ada akibat yang muncul jika upacara adat tidak dilakukan. Upaya yang dapat dilakukan oleh Fungsionaris Adat di Desa Lesabela Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang terhadap upacara adat tahun baru padi khususnya yang dilakukan oleh fungsionaris dan ketua adat adalah dengan tetap memberikan pengarahan dan upaya sosialisasi kepada generasi muda agar tetap melestarikan budaya nenek moyang dengan memperhatikan perubahan dari yang dulu menggunakan hewan korban babi, anjing sekarang hanya menggunakan ayam, walaupun terjadi perubahan yang ada di dalam masyarakat namun tidak terjadi benturan antara adat dengan keyakinan agama masyarakat.

 

Kata Kunci : Pelaksanaan, Upacara Adat, Tahun Baru Padi

Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Bambang Sunggono, 2003, Metodelogi Penelitian Hukum, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Bambang Daru Nugroho, 2004, Hukum Adat, Refika, Jakarta

Bushar Muhammad, 1981 Asas-asas Hukum Adat Suatu Pengantar, Penerbit PT. Pradnya Paramita, Jakarta

Djamanat, 2013, Hukum Adat Indonesia, CV. Nuansa Aulia, Medan

Fahmi Idrus, 2002, Kamus Besar Bahsa Indonesia, Gresida Press, Surabaya

Hilman Hadikusuma, 2003, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, CV. Mandar Maju, Bandung

Indiyanto, A. & D. R. Nurhajrini, 2014. Verivikasi Nilai Budaya Agraris BARITAN: Ritual Pertanian Dalam perubahan. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Laksanto Utomo, 2010, HukumAdat, Rajawali Pers, Jakarta

Masri Singarimbun dan Sofian Efendi, 1996, Metode Penelitian Survey, LP3ES, Jakarta

Muchtar Wahid, 2008, Memaknai Kepastian Hukum Hak Milik Atas Tanah : Suatu Analisis dengan Pendekatan Terpadu Secara Normatif dan Sosiologis, Cet. 1, Republika, Jakarta

Otje Salman Soemadiningrat, 2002, Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer, Alumni Bandung, Bandung.

Paulus Florus, 2010 Kebudayaan Dayak Aktualisasi dan Transformasi, Penerbit Institut Dayakologi, Pontianak

Surojo Wignjodipuro, 1995, Pengantar dan Asas-Asas Hukum Adat, PT. Gunung Agung, Jakarta

Supardan, H. D.. 2013. Pengantar Ilmu Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Sztompka, P. 2007. Sosiologi Perubahan Sosial, Jakarta: Prenada Media Grup

Sri Warjiyati, Ilmu Hukum Adat, UIN Sunan Ampel, Surabaya

Soerojo Wignjodipoero, 1995, Pengantar dan Asas-asas Hukum Adat, Penerbit PT. Toko Gunung Agung , Jakarta

Soleman B. Taneko, di kutip dari Soerjono Soekanto, 1987 Hukum Adat Pengantar Awal dan Prediksi Masa Mendatang, Penerbit Eresco Bandung.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa Edisi Tiga, 2005, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta

Ter Haar, 2003, Asas-asas dan Sususnan Hukum Adat , dalam R.Soepomo, Bab-bab tentang Hukum Adat, Pradnya Paramita, Jakarta

Tolib Setiady, 2013 Intisari Hukum Adat Indonesia (Dalam Kajian Kepustakaan), Aljabeta cetakan ke 3 Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University