KENDALA PENYELESAIAN PERKARA ANAK MELALUI DIVERSI (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR PUT.NO.1/PIDSUS-ANAK/2015 PENGADILAN NEGERI MEMPAWAH )

TIA JULIASARI NIM. A11112076

Abstract


Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Dalam Konstitusi Indonesia, Pasal 28B UUD 1945 anak dipandang memiliki peran strategis yang secara tegas dinyatakan bahwa negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu, kepentingan terbaik bagi anak patut dihayati sebagai kepentingan terbaik bagi kelangsungan hidup umat manusia, sehingga pemerintah harus membuat kebijakan yang bertujuan untuk melindungi anak.

Anak perlu mendapat perlindungan dari dampak negatif perkembangan pembangunan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasi dan informasi, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta perubahan gaya dan cara hidup sebagian orang tua yang telah membawa perubahan sosial yang mendasar dalam kehidupan masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap nilai dan perilaku anak. Penyimpangan tingkah laku atau perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh anak, antara lain disebabkan oleh faktor di luar diri anak tersebut.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan penelitian hukum empiris, yaitu dengan mengungkapkandata dari hasil penelitian yangmenggambarkan dan menganalisis data yang diperoleh pada saat melakukan penelitian. Jenis pendekatan yang dilakukan oleh penulis adalah pendekatan deskriptif analisis yaitu menggambarkankeadaan atau gejala tertentu dari objek penelitian, kemudian menganalisis data dan fakta yang di dapat untuk memperoleh kesimpulan akhir.

Berdasarkan pada uraian uraian yang telah dikemukakan pada BAB terdahulu, maka penulis mencoba untuk menarik beberapa kesimpulan, bahwa Penyelesaian Perkara Anak (Studi Kasus PutusanNomor Put.No.1/Pidsus-Anak/2015 Pengadilan Negeri Mempawah ). pelaksanaan mekanisme penyelesaian perkara anak telah melalui upaya Diversi, dan bahwa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya kesepakatan dalam mekanisme Diversi pada PutusanNOMOR PUT.NO.1/PIDSUS-ANAK/2015 di wilayah hukum Polres Mempawah adalah karena faktor Permintaan dari pihak korban tidak dapat dipenuhi Anak Berhadapan dengan Hukum dalam hal ganti rugi.

Kata Kunci : Anak, penyelesaian Perkara, Diversi


Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Buku

Arief, Barda Nawawi. 1994. Kebijakan Legislatif dalam Penanggulangan Kejahatan dengan Pidana Penjara. Semarang : CV Ananta

Dewi,DS. Fatahilla A.Syukur. 2011. Mediasi Penal: Penerapan Restorative Justice di Pengadilan Anak Indonesia. Depok : Indie Pre Publishing

Marlina. 2009. Peradilan Pidana Anak Di Indonesia Pengembangan Konsep Diversi dan Restorative Justice. Bandung : Refika Aditama,

M. Joni, dkk, Aspek Hukum Perlindungan Anak dalam Perspektif Konvensi Hak Anak, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1999,

Wagiati Soetodjo, Hukum Pidana Anak, Bandung, Refika Editama, 2006,

Marlina, Diversi dan Restorative Justice sebagai Alternatif Perlindungan terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum, PKPA, Medan, 2007,

Robert L. Smith, Criminal Justice Monograf, New Approaches to Diversion and Treatment of Juvenile Offenders, Jakarta, 1993,

Paulus Hadisuprapto, Peradilan Restoratif : Model Peradilan Anak Indonesia Masa Datang, Universitas Diponegoro, Semarang, 2006,

Irma Setyowati Sumitro, Aspek Hukum Perlindungan Anak, Bumi Aksara, Jakarta, 1990,

Romli Atmasasmita, Problema Kenakalan Anak-Anak dan Remaja, Armico, Bandung, 1994,

Apong Herlina, dkk, Perlindungan terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum, Unicef, Jakarta, 2004,

[ Jhonathan, Perlindungan Anak yang Berhadapan dengan Hukum dalam Perspektif Nasional, PKPA, Medan, 2007.

Wahyudi,Setya. 2011. Implementasi Ide Diversi dalam Pembaruan Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia. Yogyakarta : GentaSoetodjo,Wagiati. 2006. Hukum Pidana Anak. Bandung : PT. Refika Aditama,

Sudarto. 1990. Hukum Pidana I, Semarag : Yayasan Sudarto, Fakultas Hukum Undip.

Sudarto. 1981. Kapita Selekta Hukum Pidana. Bandung : Alumni

Angkasa, dkk., Model Peradilan Restroatif dalam Sistem Peradilan Anak.Jurnal Dinamika Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Volume 9 No. 3 September 2009

Barda Nawawi Arief, Beberapa Aspek Pengembangan Ilmu Hukum Pidana (Menyongsong Generasi Baru Hukum Pidana Indonesia), pengukuhan Guru Besar dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, 25 Juni 1994. Hal 65.

Hadisaputro, Paulus. 2003. Pemberian Malu Reintegratif sebagai Sarana Non-penal Penanggulangan Perilaku Delikuensi Anak (Studi kasus di Semarang dan Surakarta, Disertasi Ilmu Hukum, Undip. Hal. 350

Putusan Pengadilan Negeri Mempawah PUT. NO.1/PIDSUS-ANAK/2015

Internet

Santi Kusumaningrum, Penggunaan Diversi untuk Anak yang Berhadapan dengan Hukum (dikembangkan dari Laporan yang disusun oleh Chris Graveson). http ://ajrc-aceh.org/wp-content/uploads/2009/05/diversion-guidelines_adopted-from-chris-report.pdf. Diakses hari selasa tanggal 2 Juli 2012. Pukul 20.00 wib

http://www.Ditjenpas.go.id/index.php ? Option = com_content & task = view&id =34&Itemid=45, diakses pada hari selasa tanggal 3 Juli 2012 pukul 20.00wib

http://www.menegpp.go.id/, diakses pada hari hari selasa tanggal 3 Juli 2012 pukul 20.00wib

http:// doktormarlina.htm Marlina,Penerapan Konsep Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana dalam Sistem Peradilan Pidana Anak .Diakses hari selasa, tanggal 3 juli 2012 pukul 20.00 wib.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University