STUDI KOMPARASI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PERZINAHAN ANTARA KUHP DAN HUKUM PIDANA ISLAM

F I T R I NIM. A1011141030

Abstract


Zina pada hakiktnya adalah melakukan hubungan badan di luar nikah, sayangya dalam pasal 284 KUHP  yang berlaku sekarang mengalami peyempitan mejadi zina yang dilakukan oleh salah satunya terikat perkawinan dengan orang lain. Tetapi seperti di ketahui bahwa pasal tersebut masih kurang pas dalam penerapanya di masyarakat indonesia  kerena dalam pasal tersebut masih amat sempit pengertian dan pemahamanya tentang zina. Adapun menurut pendapat imam hambaliyah zina adalah perbuatan keji (persetubuhan) baik terhadap kemaluan atau dubur( bukan kemaluan) jika kita menganalisa dari beberapa definisi tersebut maka substansinya adalah sama,  yaitu bahwa zina adalah hubungan kelamin antara seorang wanita dan laki-laki yang tidak melalui sebuat pernikahan, akan tetapi sedikit berbeda yang dikemukakan oleh mazhab hambaliyah yang menegaskan bahwa zina adalah perbuatan keji yang di lakukan terhadap kemaluan.Meskipun para ulama berbeda pendapat mendefiisikan zina, tetapi mereka sepakat terhadap dua unsur zina, yaitu sengaja atau ada itikad jahat. Seseorang di anggap memiliki itikada jahat apabila ia melakukan perzinahan dan ia tahu bahwa perzinahan itu haram.

Dalam kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP) telah di atur tentang alat-alat buktiyang sah yang dapat diajukan didepan  sidang peradilan. Pembuktian alat-alat bukti diluar KUHAP tidak mempunyai kekauatan hukum yang mengikat adapun alat-alat bukti yang sah menurut undng-undang telah diatur dalam pasal 184 ayat (1) KUHAP adalah sebagai berikut: keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Tindak pidana perzinahan  dalam hukum islam dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan salah satu dasar penetapan hukum yaitu pengakuan pihak tertuduh itu sendiri dan kesaksian dari orang lain. Pengakuan merupakan dasar utama bagi penetapan hukuman. Pembuktian zina menurut sistematika pembuktian dalam hukum pidana islam: pengakuan (ikrar), kesaksian, tanda-tanda atau indikasi-indikasi.

Dalam hukum islam mengenai prinsip-prinsip pembuktian tidak banyak berbeda dengan perundang-undangan yang berlaku di jaman modern sekarang ini dari berbagai macam pendapat tentang arti pembuktian, maka dapat di simpulakan bahwa pembuktian adalah suatu proses  mempergunakan atau mengajuakan atau mempertahankan alat-alat bukti dimuka persidangan  sesuai dengan hukum acara yang berlaku, sehingga mampu meyakinkan hakim terhadap kebenaran dalil-dalil yang menjadi dasar gugatan dan dalil-dalil yang digunakan untuk menyanggah tentang kebenaran yang telah dikemukakan oleh pihak lawan.

Kata kunci : zina, pembuktian, hukum islam, kitab undang-undang hukum pidana, tindak pidana

Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Adami chazawi,tindak pidana mengenai kesopanan, Jakarta :raja grafindo persada, 2005

Audah Abdul kadir, ensiklopedia hukum pidana islam jilid 1,jakrta :kharisma ilmu, 2008

Asikin zainal, pengantar ilmu hukum, jakarta: PT Raja Grafindo Pesada, 2012

Arief Barda nawawi, perbandingan hukum pidana, Jakarta :Raja Grafindo, 1990

Bassar M sudrajat, tindak –tindak pidana tertentu di dalam kitab undang-undang hukum pidana, Bandung:remaja rosdakarya, bandung 1986

Dzajuli A, Fiqh jinayah ( upayah menanggulangi kejahatan dalam islam), jakarta :PT Raja Grafindo Persada, 2000

Harapap Yahya,pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP (pemeriksaan sidang pengadilan, banding, kasasi dan peninjauan kembali,) edisi kedua, , jakarta :sinar grafika, 2009

Hasan Abdul halim, tafsir al- ahkam, jakarta:kencana, 2006

Hakim Rahmat, hukum pidana islam (fiqh jinayah), bandung :cv pustaka setia, 2008

Imam Adz-Dzahabi, ,dosa-dosa besar, solo: pustaka Arafah, 2007

Hamzah Andi ,hukum acara pidana indonesia, jakarta:sinar grafika, 2001

Lamintang ,delik-delik khusus: tindak pidana yang melanggar nama-nama kesusilaan dan norma kepatutan, , Bandung :mandar maju, 1990

lubis sulaikhan , hukum acara perdata peradilan agama indonesia, jakarta :kencana prenada media grup, 2005

Marpaung leden, unsur-unsur pidana yang dapat di hukum (delik), jakarta : sinar grafika, 1991

Moeljatno, Asas-Asas Hukum Pidana, jakarta :Bina Aksara, 1987

Muslich, Ahmad Wardi,Hukum Pidana Islam, Jakarta: Sinar Grafika.,2005

Syaiful bakhri, Hukum pembuktian dalam praktik peradilan pidana, jakarta : total media,2009

P.A.F lamintang ,Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandug :PT. Citra aditya Bakti, 1996

Peter Mahmud Marzuki,penelitian hukum, jakarta: prenada media group, 2014

Rahman abdur , Doi, syariat hukum islam, jakarta: PT Raja Grafindo Persada,1996

Ramelan, hukum acara pidana teori dan implementasi , Jakarta:sumber ilmu jaya,2006

Salim HS, dan Erlies Septiana Nurbani, penerapan teori hukum pada penelitian tesis dan disertasi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2013

soekanto Soerjono,perbandingan hukum, Bandung:melati, 1989

Santoso topo, membumikan hukum pidana islam:penegakkan syariat dalam wacana dan agenda, jakarta : gema insani, 2003

Tongat, Dasar- dasar hukum pidana indonesia dalam perspektif pembaharuan, Malang: UMM press, 2009

Tolib effendi, dasar-dasar hukum acara pidana(perkembangan dan pembaharuan di indonesia,) malang : setara press , 2015

Warkum sumitro, hukum islam ditengah dinamika sosial politik di indonesia,Malang: setara press, 2016,

Harapap Yahya,pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP (pemeriksaan sidang pengadilan, banding, kasasi dan peninjauan kembali,) edisi kedua, , jakarta :sinar grafika, 2009

B. Internet

www.pengantarhukum.com/2014/06/apa-itu-pengertian-tindak-pidana.htm diakses pada tanggal 25 februari 2018

Abi ismail, /https://steemit.com/science/@abiismail/tindak-pidana-zina, di akses pada tanggal 21 desember2017

taqiatusy syahirah/https://steemit.com/indinesia/@taqia/sanksi-zina-dalam-perspektif-hukum-islam-dan-kuhp, diakses pada 23 desember 2017

http://www.ensikloblogia.com/2016/11/pengertian-perbandingan-hukum-serta.html diakses pada 10 juli 2018

https://www.suduthukum.com/2017/01/tujuan-perbandingan-hukum.html diakses pada 9 juli 2018

www.spengetahauan.com/2015/02/20-pengertian-hukum-menurut-para-ahli-terlengkap.html diakses pada 30 April 2018


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University