TINDAKAN PELAKU USAHA YANG MENGGUNAKAN GALON MEREK DAGANG PIHAK LAIN DI KELURAHAN SIANTAN TENGAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA

BELLA CITRA RAMADHANI NIM. A1011141275

Abstract


Tren baru dalam peluang usaha, yaitu usaha Air Minum Isi Ulang (AMIU), saat ini mulai dilirik oleh banyak kalangan. Bisnis ini banyak mengundang perhatian karena selain harganya jauh lebih murah dari harga air minum dalam kemasan, dan sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat akan ketersediaan air minum yang layak dikonsumsi. Namun dibalik itu cara pengisian air minum ulang itu seringkali menggunakan galon air minum bermerek yang sudah didaftarkan. Penggunaan galon air yang bermerek inilah yang juga menjadi permasalahan dalam ranah hukum dibidang merek. Merek yang sudah dimiliki dan didaftarkan oleh suatu pihak tidak boleh digunakan pihak lain untuk barang yang jenis dan kelasnya sama.

Rumusan Masalah : Apakah ada atau tidak pelanggaran hukum terkait dengan penggunaan merek dagang orang lain dalam kaitan penggunaan galon Air Minum Dalam Kemasan bermerek untuk Air Minum Isi Ulang. Faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya perbuatan melawan hukum atas penggunaan galon merek dagang pihak lain. Apakah akibat hukum atas perbuatan pelaku usaha air minum isi ulang yang menggunakan galon beremerek milik perusahaan air minum dalam kemasan. Bagaimana bentuk upaya hukum yang dilakukan oleh pihak yang dirugikan atas pelanggaran penggunaan galon milik orang lain.

Tujuan Penelitian : Untuk mendapatkan data dan informasi tentang ada atau tidak pelanggaran penggunaan merek dagang orang lain dalam kaitan penggunaan galon Air Minum Dalam Kemasan bermerek untuk Air Minum Isi Ulang. Untuk mengungkapkan faktor penyebab terjadinya perbuatan melawan hukum atas penggunaan galon merek dagang pihak lain. Untuk mengungkapkan akibat hukum atas perbuatan pelaku usaha air minum isi ulang yang menggunakan galon beremerek milik perusahaan air minum dalam kemasan. Untuk mengungkapkan upaya hukum yang dilakukan oleh pihak yang dirugikan atas pelanggaran penggunaan merek galon milik orang lain.

Hasil Pembahasan : Bahwa telah terjadi pelangaran/perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pihak pengusaha depot air minum isi ulang terhadap pengusaha Air Minum Dalam Kemasan, yakni menggunakan galon merek dagang milik orang lain. Bahwa faktor penyebab terjadinya perbuatan melawan hukum penggunaan galon merek dagang orang lain, dalam usaha pengolahan air minum siap konsumsi selain harga yang murah, serta faktor promosi. Bahwa akibat dari tindakan pihak depot yang menggunakan merek dagang orang lain, pihak depot dapat digugat dengan alasan melakukan perbuatan melawan hukum. Bahwa upaya hukum yang dilakukan oleh pihak AMDK dalam mengatasi perbuatan yang merugikan merek, hanya sebatas menegur pengusaha depot air minum isi ulang.

 

Kata Kunci : Galon, Merek, Pelaku Usaha

Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Dwi Agustine Kurniasih, Perlindungan Hukum Pemilik Merek Terdaftar, Media, 2008

Johnny Ibrahim, Hukum persaingan Usaha (filosofi, teori dan implikasi penerapannya di Indonesia. Malang: Banyumedia Publishing. 2009

Kansil, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1980

Koentjara Ningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarta,2008

MA. Moegni Djojodirjo, Perbuatan Melawan Hukum, Pradnya Paramita, Jakarta, 1982

Munir Fuady, Hukum Kontrak (dari sudut pandang hukum bisnis), Citra Aditya Bakti, Bandung, 1999

Mariam Daruz Badrulzaman, Perlindungan Konsumen Dilihat Dari Perjanjian Baku, Jakarta Gramedia Pustaka, 1998

------------------------------------, KUHPerdata – Buku III, Hukum Perikatan Dengan Penjelasan, Bandung: Alumni, 1983

Nasution AZ, “Perlindungan Hukum Konsumen” Bandung : Nusa Media, 2010

Purwahid Patrik, Dasar-Dasar Hukum Perikatan, Mandar Maju, Bandung, 1994

Rachmat Setiawan, Tinjauan Elementer Perbuatan Melawan Hukum, Alumni, Bandung, 1982

-----------------------, Pokok-Pokok Hukum Perikatan, Putra Abardin, Bandung, 1999

R. Subekti dan R. Tjitrisudibio, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pradnya Paramita, Jakarta, 1992

Sudargo Gautama, Hukum Merek Indonesia, Bandung, PT. Citra Aditya bakti, 1989

Setiawan, “Empat Kriteria Perbuatan Melawan Hukum dan Perkembangan dalam Yurisprudensi” Varia Peradilan No. 16 1997

Singarimbun Masri dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Survey, Jakarta, LP3S 1996

Sidabalok Janus, Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000

Sembiring Sentosa, Prosedur dan Tata Cara Memperoleh Hak Kekayaan Intelektual di Bidang Hak Cipta, Paten, dan Merek, Yrama Widya, Bandung, 2005

Soerjono Soekamto, Pengantar Penelitian Hukum, UI Press, Jakarta

Vollmar, Pengantar Studi Hukum Perdata, C.V. Rajawali, Jakarta, 1984

Wirjono Prodjodikoro, Perbuatan Melanggar Hukum, Bandung: Mandar Maju, 2000

Wiratmo Dianggoro, Pembaharuan Undang-undang Merek dan Dampaknya Bagi Dunia Bisnis, Artikel Jurnal Bisnis Vol 2, 1997


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University