PEMBAYARAN HONORARIUM SAKSI DALAM PEMBUATAN AKTA JUAL BELI TANAHDI PPAT KABUPATEN KUBU RAYA

GUSTI MUHAMMAD DANDY PERMANA NIM. A1011141190

Abstract


Notaris berkewajiban menghadirkan 2 (dua) orang saksi yang pengenalan tentang identitas dan kewenangan dari saksi disebutkan secara tegas dalam akta. Dalam ruang lingkup PPAT dikenal 2 macam saksi, saksi kenal dan saksi instrumenter. Saksi instrumenter diwajibkan oleh hukum untuk hadir pada pembuatan akta jual beli tanah, sedangkan saksi kenal adalah saksi pengenal yang memperkenalkan penghadap kepada PPAT.

 

Peran saksi instrumenter dalam setiap pembuatan akta jual beli tanah tetap diperlukan, karena keberadaan saksi isntrumenter dalam setiap pembuatan akta jual beli tanah di PPAT berfungsi sebagai alat bukti juga dapat membantu posisi seorang PPAT menjadi aman dalam hal akta yang dibuat oleh PPAT diperkarakan oleh salah satu pihak dalam akta atau pihak ketiga.Dalam pemberian uang jasa honorarium kepada saksi tidak boleh melebihi 1% (satu persen) dari harga transaksi jual beli tanah yang tercantum didalam akta pasal 32 ayat (1) PP 24/2016 tentang PPAT. Pelanggaran tehradap ketentuan tersebut dikenakan sanksi administrasi pasal 32 ayat (5) PP 24/2016.

 

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Pemberian Honorarium Pada Saksi Dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Sudah Dilaksanakan Oleh   PPAT   Kabupaten   Kubu   Raya”   Karena   dalam   pelaksanaannya   pemberian honorarium ini masih belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

 

Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Empiris yaitu suatu gejala empiris yang dapat diamati dalam kehidupan nyata berupa  ucapan, tulisan, dan atau perilaku  yang  dapat  diamati  dari  suatu  individu,  kelompok,  masyarakat,  dan  atau organisasi tertentudalam suatu setting, konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh. Menggunakan pendekatan Desktiptif Analisis, yaitu meneliti dan menganalisis keadaan subyek dan obyek penelitian dengan menggambarkan keadaan yang sebenarnya pada saat penelitian dilakukan. Penelitian Deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.

 

Bahwa faktor penyebab tidak terlaksananya pemberian honorarium kepada saksi dikarenakan belum dibayarkannya uang jual beli tanah. Serta apabila terjadi gugatan di pengadilan maka kasus tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu, sebelum dilaksanakannya pemberian honorarium. Hal ini menyebabkan saksi menjadi kurang kooperatif dalam persidangan.

 

Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh saksi adalah menuntut haknya kepada pihak PPAT agar segera memberikan honorarium sebagaimana mestinya. Selain itu pihak saksi juga wajib mendapat perlindungan apabila pernyataannya menjadi dasar keputusan dalam persidangan terkait sengketa jual-beli tanah.

 

Kata Kunci : Pemberian Honorarium

Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdulkadir Muhammad, 1992 Hukum Perikatan, Citra Aditya Bakti, bandung;

Boedi Harsono, 2002 Hukum Agraria Indonesia, Himpunan Peraturan- Peraturan Hukum Tanah,: Djambatan, jakarta;

Effendi Perangin, 1987 Praktek Jual Beli Tanah, Rajawali Pers, Jakarta; G.H.S. Lumban Tobing, 1992 Peraturan Jabatan Notaris, Erlangga,

Jakarta.

K.Wantjik Saleh, 1977 Hak Anda Atas Tanah, Ghalia Indonesia, Jakarta; Kartini Soedjendro, 2001 Perjanjian Peralihan Hak atas Tanah yang

berpotensi Konflik, Kanisius, Yogyakarta;

Harun Al–Rashid, 1986 Sekilas Tentang Jual–Beli Tanah Berikut

Peraturan– Peraturanya, Ghalia Indonesia jakarta;

John Salindeho, 1987 Masalah Tanah Dalam Pembangunan Sinar

Grafika, jakarta ;

M. Harahap Yahya, 1986 Segi-segi Hukum Perjanjian, Alumni, Bandung, bandung;

Purwahid patrik, 1994 Dasar-Dasar Hukum Perikatan Perikatan yang lahir dari perjanjian dan dari Undang-Undang, Mandar Maju, Bandung;

R.Setiawan, 1994 Pokok-pokok Hukum Perikatan, Bina Cipta, Bandung; R. Subekti, Hukum Pembuktian, 1979, Pradnya Paramita Jakarta;

Saleh Adiwinata, 1984 Bunga Rampai Hukum Perdata dan Tanah 1, Cetakan Pertama Raja Grafindo Persada, Jakarta;

Soerjono Soekanto, 1986 Pengantar Penelitian Hukum, Penerbit

Universitas Indonesia UI – Press, Jakarta;

Suharsimi Arikunto, 2006, Prosedur Penelitian, PT. Rikneka Cipta, jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University