FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PEMBUNUHAN TERHADAP PEDAGANG KELONTONG DI KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU (Studi Kasus Pembunuhan di Kabupaten Sanggau)

S A B I N U S NIM. A01106029

Abstract


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat dewasa ini. Kehidupan yang semua serba ada membuat hidup semakin lebih mudah dan nyaman tanpa terkecuali dalam hal kebutuhan masyarakat. Pada dasarnya perkembangan tersebut haruslah diperuntukkan demi kesejahteraan masyarakat. Namun pada fakta lapangannya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang merugikan baik itu diri sendiri maupun orang lain.

            Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia merupakan Negara yang berdasarkan hukum, sehingga semua tindakan yang bertentangan dengan hukum harus dituntut termasuk di dalamnya tindakan yang berkaitan dengan tubuh dan nyawa. Dapat kita lihat dari judul skripsi diatas bahwa tindak pidana yang terjadi oleh penyalahangunaan teknologi sehingga akibatnya beberapa dari bagian masyarakat melakukan tindakan yang melebihi kewenangan mereka.

            Keadaan demikian sangat merugikan yang tidak hanya terhadap korban, tetapi juga terhadap masyarakat lainnya. Selanjutnya belum lagi ditambah masih lemahnya tingkat pendidikan masyarakat yang berada di daerah pedalaman, yang rata-rata dominan hanya mengenyam pendidikan pada sekolah dasar (SD) sederajat.

            Keadaan demikian semakin diperburuk bahwa pelaku yang merupakan bagian masyarakat pedalaman tersebut, tidak memberikan kesempatan kepada aparat keamanan dan aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya. Sehingga terkesan melakukan tindakan yang lazim disebut sebagai “main hakim sendiri”.

            Akibat dari keadaan tersebut yang sangat dirugikan adalah korban dari tindakan tersebut, selanjutnya masyarakat di daerah tempat kejadian tersebut terjadi. Masyarakat tidak hanya dihantui rasa was-was tetapi secara tidak langsung juga masyarakat disegani oleh masyarakat lain yang bukan merupakan bagian dari masyarakat tempat terjadinya tindak pidana tersebut.

            Dalam hal ini upaya yang memang harus dilakukan oleh aparatur pemerintahan daerah bersama aparat keamanan dan aparat penegak hukum adalah melakukan sosialisai, baik itu penyuluhan hukum dan penegakkan hukum maupun dalam hal berkoordinasi dengan aparatur atau perangkat desa bersama masyarakat yang bersangkutan, agar tidak terjadi kembali kasus yang sama.

 

Kata Kunci : Pembunuhan di Kabupaten Sanggau


Full Text:

PDF PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdoel Djamali, Pengantar Hukum Indonesia,. Rajawali Pers, Jakarta, 2010.

Adami Chazawi, Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta 2007.

Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana Bagian I, PT. Raja Grafindo Persada Jakarta, 2001.

Andi Hamzah, Asas-asas Hukum Pidana, Aksara Baru, Jakarta, 1983.

Badan Pusat Statistik Sanggau, Kecamatan Meliau Dalam Angka, Sanggau, 2012

Bambang Purnomo, Asas-asas Hukum Pidana, PT. Ghalia Indonesia, Jakarta, 1992.

Chairul Huda, Dari ‘Tiada Pidana Tanpa Kesalahan’ Menuju Kepada ‘Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan’, Kencana Prenada Media Group, Jakarta. 2006

C.S.T. Kansil, SH, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Balai Pustaka, 1986.

Data Monografi Kecamatan Meliau 2012

Dr.Hari Saherodji, SH, Pokok-Pokok Kriminologi, Aksara Baru, Jakarta, 1980.

H.M.N. Purwosutjipto, Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia, jilid 1 Pengetahuan Dasar Hukum Dagang, Djambatan, Jakarta, 1999.

KUHP, Cetakan Ketujuh. Sinar Grafika, Jakarta. 2007.

Lamintang, Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta, 2010.

Lamintang, Theo Lamintang, Delik-delik Khusus Kejahatan Terhadap Nyawa, Tubuh dan Kesehatan Edisi Kedua, Sinar Grafika, Jakarta, 2010.

Moeljatno, Asas-asas Hukum Pidana, Bina Aksara Jakarta, 1987.

Muladi Dan Barda N. Arief, Teori-Teori Kebijakan Hukum Pidana, Alumni Bandung, 1998.

Romli Atmasasmita, Bunga Rampai Kriminologi, CV. Rajawali, Jakarta, 1984.

Sahetapy dan Agustinus Pohan, Hukum Pidana, Citra Aditiya Bakti, Bandung, 2007.

Satochid Kartanegara, Hukum Pidana Bagian Kedua, Balai Lektur Mahasiswa

_____ Hukum Pidana II Delik-delik tertentu, Balai Lektur Mahasiswa

Soedarto, Tentang Pembaruan Hukum Pidana Di Indonesia, 1980.

Soedjono D, Penanggulangan Kejahatan, Alumni Bandung, 1985.

S.R. Sianturi, Asas-Asas Hukum Pidana Di Indonesia Dan Penerapannya, Alumni AHAEM PTHAEM, Jakarta, 1986.

Titik Triwulan Tutik, Pengantar Ilmu Hukum, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta. 2006.

Topo Santoso dan Eva Achjani Zulfa, Kriminologi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2008.

Tresna R, Asas-Asas Hukum Pidana, PT. Tiera Limited, Jakarta. 1995.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University