KETAATAN MASYARAKAT DALAM MENTAATI LARANGAN PADA SAAT UPACARA ADAT ANTAR AJONG DI DESA TANAH HITAM KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS

MAWAN NIM. A1011141103

Abstract


Masyarakat Tanah Hitam kecamatan Paloh Kabupaten Samabas Provinsi Kalimantan Barat mayoritas Suku Melayu Sambas. Dalam kehidupan sehari-hari, masih memegang teguh adat isitiadat dan norma-norma hukum adat, yang berkaitan dengan alam gaib dalam bentuk upacara adat Antar Ajong. Antar Ajong adalah salah satu upacara adat tradisonal yang secara turun temurun oleh masyarakat suku Sambas (MelayuSambas) di Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas, Antar Ajong bisa diartikan membuang atau melepaskan (buang-buang) roh-roh jahat tidak mengganggu tanaman petani yang dihanyutkan dengan bentuk perahu berwarna kuning yang bersimbol warna khas kesultanan Sambas.

Adapun Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Ketaatan Masyarakat Pada Saat Upacara Adat Antar Ajong Di Desa Tanah Hitam Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Empiris yaitu suatu metode penelitian yang berfungsi untuk melihat dalam artian nyata dan meneliti hubungan hidup masyarakat yang diambil dari fakta-fakta yang ada didalam suatu masyarakat. Penelitian bersifat deskriptif, yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan secara tepat sebuah keadaan dan fakta yang sebagaimana adanya pada suatu peneliti dilakukan.

Berkenaan dengan upacara adat Antar Ajong, pada masyarakat Tanah Hitam, adanya larangan pada saat upacara adat Antar Ajong untuk melakukan pekerjaan di sawah, dikebun, dan sebagainya. Tujuan utama yang ingin dicapai didalam penelitian ini ialah untuk mengetahui secara konkrit faktor-faktor yang menyebabkan tidak ditaatinya peraturan pada Adat Antar Ajong di Desa Tanah Hitam serta mencari solusi sehingga peraturan yang ada pada adat Antar Ajong ditaati oleh masyarakat. Upaya masyarakat dan Tetua Adat Desa Tanah Hitam dalam mempertahankan adat Antar Ajong adalah untuk melesatarikan budaya orang melayu Sambas.

Kesimpulan bahwa faktor utama yang menyebabkan tidak ditaatinya peraturan adat Antar Ajong ialah dikarenakan kesibukan masyarakat untuk bekerja disawah, kebun, atau kehutan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

                             

                                                

Kata Kunci :Upacara Adat Antar Ajong, Bala.


Full Text:

PDF PDF

References


Bambang Daru Nugroho, 2015, Hukum Adat, Bandung, Refika Aditama

Bushar Muhammad, 2006, Asas – Asas Hukum Adat Suatu Pengantar, Jakarta cetakan 13, PT. Pradnya Paramita

Dewi Wulansari, 2010, Hukum Adat Indonesia-Suatu Pengantar, Bandung, PT. Refika Aditama

Himam Hadikusuma, 2003, Pengantar Ilmu Hukum Indonesia, Bandung, Mandar Maju.

H.R. Otje Salman Soemadiningrat, 2002, Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer, Bandung Alumni P.T. Alumni.

I Dewa Made Suartha, 2015,Hukum Dan Sanksi Adat, Malang Setara Pres

J.H.P. Bellefroid, 1995, Konsep Dasar Hukum Adat, Jakarta, PT. Gunung Agung

K. Ng. Soebakti Poesponoto, 1991, Asas-Asas Dan Susunan Hukum Adat, Jakarta, PradnyaParamita

Rikardo Simarmata, 2006, Pengakuan Hukum Terhadap Masyarakat Adat di Indonesia, UNDP Regional Centre In Bangkok

Ronny Hanitijo Soemitro, 1998, Metode Penelitian Hukum dan Jurimetri, Jakarta, Gahlia Indonesia

R. Soepomo, 1992, Kedudukan Hukum Adat Di Kemudian Hari, Jakarta, Pustaka Rakyat

Soerjono Soekanto,1991, Pokok-Pokok Hukum Adat, Bandung, Penerbit Alumni

Soerojo Wignjdipuro, 1995, Pengantar dan Asas – Asas Hukum Adat, Jakarta, PT. Gunung Agung.

Sunarjati Hartono, 1991, Dari Hukum Antar Golongan Ke Hukum Antar Adat, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti

Tolib Setiadi, 2015, Inti Sari Hukum Adat Indonesia, Bandung, Alfabeta.

Elib. Unikom. ac. id

https://rennymagdawiharnani.wordpress.com/sih/hukum-adat/dasar-perundang-undangan-berlakunya-hukum-adat/

www.academi.edu/24384524/Kepatuhan_Hukum

www.salamadian.com


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University