STUDI KOMPARATIF HUKUM WARIS ADAT BATAK MANDAILING DENGAN HUKUM ISLAM TENTANG HAK KEWARISAN ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN.

TIA RACHMADANI HARAHAP NIM. A1011141206

Abstract


Adat merupakan suatu pencerminan pada kepribadian suatu bangsa dan merupakan suatu perjalanan dari pada jiwa bangsa yang bersangkutan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, tiap bangsa di dunia ini memiliki adat kebiasaan sendiri-sendiri, bahwa adat itu merupakan unsur yang terpenting yang memberikan identitas kepada bangsa yang bersangkutan.

Rumusan masalah penulis adalah “Bagaimana Perbandingan Hukum Waris Adat Batak Mandailing Dengan Hukum Islam Tentang Hak Kewarisan Anak Laki-Laki Dan Perempuan”.

Tujuan penulisan adalah mengetahui dan menganalisis perbedaan dan persamaan, kelebihan dan kekurangan Hukum Waris Adat Batak Mandailing dengan Hukum Islam, menganalisis tentang pembagian hak kewarisan anak laki-laki dan perempuan.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif, sedangkan pendekatan yang digunakan ialah pendekatan hukum normatif.

Hasil dari penelitian yang digunakan adalah perbandingan hukum antara hukum Adat Batak Mandailing dan Hukum Islam analisis perbedaan dan persamaan antara kedudukan anak laki-laki dan anak perempuan dalam pembagian hak waris berkemungkinan untuk memperoleh pemberian kasih sayang yang dari pewaris apabila itu disetujui oleh pewaris, tidak ada letak persamaan antara kedua hukum yakni perempuan menurut adat Batak Mandailing dan menurut Hukum Islam keduanya memiliki perbedaan. Dalam keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 179/Sip/1961 bahwa dalam pembagian warisan baik anak laki-laki maupun anak perempuan di anggap sama. Hal yang sama dalam praktik pada masyarakat Batak Mandailing di perantauan seperti di Kota Pontianak, tradisi sistem patrilineal yang di anut adat Batak Mandailing tidak menjadi lagi sesuatu yang harus di laksanakan.

 

Kata Kunci : Waris, Hukum Adat Batak Mandailing, Hukum Islam


Full Text:

PDF PDF

References


Buku:

Abdullah Kelib, Hukum Waris Islam dan Masalahnya, Majalah Kampus Sultan Agung Semarang 4 Tahun 1990.

Bambang Sugono, 1997, Metode Penelitian Hukum, Reza Grafialo persada, Jakarta.

Bushar Muhammad, 2000, Pokok-Pokok Hukum Adat, Pratnya Paramita, Jakarta.

E.Utrecht, 1996, Pengantar Dalam Hukum Indonesia, Jakarta.

Hilman Hadikusuma, 1992, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, Mandar Maju, Bandung.

Iman Sudiyat, 1978, Asas-Asas Hukum Adat Bekal Pengantar, Liberty Yoyakarta.

Muhammad Ali Ash Shabuni, Pembagian Waris Menurut Islam, Jakarta 1995.

Peter Mahmud Marzuki, 2010, Penelitian Hukum, Jakarta.

Ridwan Halim, 1985, Hukum Adat Dalam Jawab, Ghalia Indonesia.

Sadar Sibarani dan Jailani, 1988, pokok-pokok adat batak, Jakarta.

Soekanto, 1985, Meninjau Hukum Adat Indonesia, Rajawali, Jakarta.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, 2016, Penelitian Hukum Normatif, PT.Raja Grafindo Persada.

Soerjono Wignjodipoero, 1989, Pengantar Dan Asas-asas Hukum Adat Cetakan ke 8, haji masagung, Jakarta.

Soepomo, 1986, Bab-Bab Tentang Hukum Adat, Prataya Paramita, Jakarta.

Subekti, 2002, Pokok-Pokok Hukum Perdata, intermasa, Jakarta.

T.M. Sihombing, 1986, Filsafat Batak (tentang kebiasaan-kebiasaan adat istiadat), Balai Pustaka, Jakarta.

Wirjono Projodikoro, 1976, Hukum Warisan DI Indonesia, Sumur, Bandung.

Van Vollenhoven, 1925, Het adatrecht van nederland indie, deel i, e,j brille leiden


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E - Journal Fatwa Law

Published by : Faculty Of Law, Tanjungpura University