Analisis Implementasi Model Durasi Klatt pada Bahasa Melayu Pontianak Menggunakan Diphone Bahasa Indonesia

Arif Bijaksana Putra Negara, Numrotul Hatimah, Rudy Dwi Nyoto

Abstract


Bahasa Melayu Pontianak merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, khususnya banyak digunakan sebagai alat komunikasi oleh orang Melayu yang ada di Pontianak sebagai bahasa sehari-hari. Salah satu usaha untuk melestarikan Bahasa Melayu Pontianak yaitu dengan mengembangkan TTS. Salah satu model yang dapat dikembangkan untuk membangun TTS adalah model diphone concatenation. Untuk mengembangkan TTS model diphone diperlukan nilai durasi tiap fonem yang diucapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model durasi Klatt yang menggunakan aturan suku kata dan tipe suku kata dapat memprediksi durasi fonem sintesa ucapan Bahasa Melayu Pontianak. Jumlah kalimat yang digunakan untuk analisis adalah 576 kalimat yang terdiri dari 5133 kata. Pengujian awal dilakukan untuk mencari rentang nilai kecepatan durasi yang masih dapat diterima oleh pendengar yang dinyatakan dalam rentang persentase. Hasil pengujian awal ini diperoleh nilai rentang kecepatan durasi adalah -20% hingga 20%. Pengujian selanjutnya adalah mencari nilai akurasi prediksi durasi fonem sintesa yang menggunakan metode Klatt terhadap durasi fonem dari 10 kalimat uji yang terdiri dari 320 fonem. Hasil pengujian durasi fonem dari 10 kalimat uji diperoleh 30% fonem yang kecepatan durasinya masih dapat diterima. Sedangkan hasil pengujian untuk mencari nilai akurasi prediksi durasi fonem terhadap total durasi kalimat pada 100 kalimat uji, diperoleh 94% kalimat yang kecepatan durasinya masih dapat diterima. Berdasarkan hasil pengujian tersebut model durasi Klatt yang menggunakan aturan suku kata dan tipe suku kata dapat memprediksi durasi fonem total pada ucapan sintesa bahasa Melayu Pontianak.


Keywords


durasi fonem; model durasi Klatt; melayu pontianak; diphone bahasa indonesia; aturan durasi

Full Text:

PDF

References


Arman, a. A. 2008, Maret 14. Konversi Teks ke Ucapan. Retrieved from Teknologi Bahasa: https://teknologibahasa.wordpress.com/category/text-to-speech/

Benesty, J., Sondhi, M. M., dan Huang, Y. 2008. Springer Handbook of Speech Processing. Berlin: Springer-Verlag.

Salita Ulitia Prini dan Ary Setijadi Prihatmanto. 2015. Penambahan Emosi Menggunakan Metode Manipulasi Prosodi Untuk Sistem Text To Speech Bahasa Indonesia. Research Gate, Halaman 7.

Tritoasmoro, I. I. 2006. Text To Speech Bahasa Indonesia Menggunakan Concatenation Synthesizer Berbasis Fonem. Seminar Nasional Sistem dan Informatika, Halaman 3.

Rupayani, N. L., Antara Kesiman, M. W., dan Agus Wirawan, I. M. 2011. Pengembangan Media Text To Speech Untuk Aplikasi Tokoh Virtual. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Teknik Informatika, Halaman 2.

Mentari Putri, M. D. 2016. Text to Speech Engine Generik Bahasa Bugis Wajo. Research Gate, Halaman 12.

Guntoro, Erwin. 2019. Development of Text-to-Speech for Malay Pontianak Dialect Based Hidden Markov Model with Phoneme. TELKOMNIKA.

Kamiludin, M. I. 2017. Prediksi Jeda Pada Ucapan Bahasa Melayu Pontianak dengan Menggunakan Metode Shallow Parsing. Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi JUSTIN, Halaman 1.

Ricky. 2011. Kamus Digital Dengar Tulis Ucap Bahasa Indonesia. eprints, 1.

Kasparaitis, Piju; dan Beniušė, Margarita. 2016. Automatic Parameters Estimation of the D. Klatt Phoneme Duration Model. ResearchGate.

Rao, K. S. 2012. SpringerBriefs in Electrical and Computer Engineering. Kharagpur: Amy Neustein.

Setiawan, A. F. 2016. Text To Speech Bahasa Indonesia Menggunakan Metode Diphone Concatenation. Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri, Halaman B.38.

Hasan, A., Lapoliwa, H., dan Soenjono, D. 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia.

Setyaningsih, Y., dan R, K. R. 2014. Fonologi Bahasa Indonesia : Mengkaji Tata Bunyi Dalam Perspektif Linguistik Edukasi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Arief, H. A. 2018, Juni 24. Deskripsi Bunyi Bahasa Melayu Pontianak. Retrieved from Repository Universitas Airlangga: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/14435

Dwi Putra, E. P., dan Hartati, U. 2016. Perbedaan Bahasa Melayu Pontianak Kalimantan Barat dengan Bahasa Indonesia Standar. CARAKA, Halaman 149-155.

Mega Ratnawati, N. K. 2018, Mei 26. Fonem Suprasegmental / Ciri-ciri Prosodi. Retrieved from Jani Indonesia : https://janindonesia.files.wordpress.com/2016/05/fonem-suprasegmental1.pdf

Klatt, D. H. 1987, May 1. Review of Text-To-Speech Conversion for English. Cambridge: Acoustical Society of America.

Campbell, N. 2000. Timing In Speech: A Multi-Level Process. In M. Horne, Text, Speech and Language Technology p. Halaman 289. Sweden: Kluwer Academic Publishers in 2000.

Öztürk, Ö. 2014. Modeling Phoneme Durations and Fundamental Frequency Conturs in Turkish Speech. Research Gate, Halaman 26.

Klatt, D. H. 1973, June 26. Interaction Between two factors that influence vowel duration: Acoustical Society of America.

Simões, A. 1990. Predicting Sound Segment Duration in Connected Speech: An Acoustical Study of Brazilian Portuguese. International Speech Communication Association ISCA-Speech, Halaman 175.

Priyowidodo, S., dan Irwan, D. 2010. Speech Synthesizer Bahasa Indonesia Berbasis Diphone MBROLA. Seminar Nasional Ilmu Komputer SNIKOM, Halaman 305.

Narullita, A. 2009. Aplikasi Pensintesa Ucapan Bahasa Indonesia Sebagai Pembaca Email. Eprints, Halaman 1.

Sanjoko, Y. 2015. Perbandingan Karakteristik Fonem Bahasa Indonesia Dengan Bahasa Lasalimu. KANDAI, Halaman 61.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jp.v5i2.32914

Refbacks



Oktrik
Creative Commons License
This work is licensed under aCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats