Sistem Peringatan Dini Bahaya Kebakaran pada Lahan Gambut

Syaifur Rahman, Abang Razikin

Abstract


Pemanfaatan lahan gambut bagi kehidupan manusia telah memunculkan  berbagai persoalan seperti terjadinya subsiden (penurunan permukaan tanah), banjir pada musim hujan, kekeringan pada musim kemarau, dan yang lebih bahaya terjadinya kebakaran lahan gambut. Kebakaran lahan gambut dapat terjadi diawali  meningkatnya Tinggi Muka Air (TMA) yang menyebabkan rendahnya kandungan air pada lahan gambut. Penelitian ini merancang suatu sistem peringatan dini adanya potensi kebakaran pada lahan gambut. metode dilakukan dengan cara mengukur TMA  serta besaran fisik lainnya seperti kelembapan tanah dan suhu udara. Pengukuran tinggi air menggunakan sensor ultrasonik yang dapat merespon setiap perubahan TMA. Data dan informasi dari sensor diolah dengan menggunakan hardware dan software agar dapat dikonversi dalam bentuk angka dan disimpan dalam memori eksternal secara periodik.  Sistem informasi peringatan dini akan memberikan infomasi adanya potensi kebakaran jika hasil pengukuran sensor terhadap TMA lebih dari 40 cm.  Informasi peringatan dini berupa tulisan “POTENSI BAHAYA KEBAKARAN” yang dikirimkan dengan menggunakan short message system (SMS) melalui handphone.  Berdasarkan pengujian di Laboratorium Elektroteknika Dasar terhadap hardware dan software bahwa sistem peringatan dini bahaya kebakaran dapat mengukur dan merekam  setiap perubahan data suhu, TMA dan  kelembaban serta mengirimkan pesan bahaya kebakaran jika TMA lebih dari 40 cm. 

Keywords


TMA; Gambut; Peringatan Dini; Kebakaran

Full Text:

PDF

References


] Muh Taufik, Budi Indra setiawan, Interpretasi Kandungan Air Tanah untuk Indeks Kekeringan: Implikasi untuk Pengelolaan Kebakaran Hutan, Jurnal Manajemen Hutan Tropika, Vol. XVIII, (1): 31–38, Institut Pertanian Bogor, 2012

Rizki Sahputra, Sigit Sutikno, Ari Sandhyavitri, Mitigasi Bencana Kebakaran Lahan Gambut Berdasarkan Metode Network Analysis Berbasis Gis (Studi Kasus: Pulau Bengkalis), Jurnal Online Mahasiswa Vol 4, Universitas Riau, 2017

Albertus Sulaiman, Eli Nur Nirmala Sari, Asmadi Saad, Panduan Teknis Pemantauan Tinggi Muka Air Lahan Gambut Sistem Telemetri, Indonesia, Penerbit Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia, 2017

Budianta Dedik, 2003. “Strategi Pemanfaatan Hutan Gambut yang Berwawasan Lingkungan.” www.peat-portal.net.

Agus Fahmuddin dan Subiksa I.G. Made, 2008, ”Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan”. Balai Penelitian Tanah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. http://balittanah.litbang.deptan.go.id.

Hastin, 2002, ”Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian”. http://rudyct.com/.

Addy suyatno, Sistem Penilaian Resiko Tingkat Bahaya Kebakaran Hutan Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan, Seminar Nasional Informatika UPN Veteran, Yogyakarta, 2011

Subagyo, Marsoedi dan Karama S., 1996. “Prospek Pengembangan Lahan Gambut untuk Pertanian”, dalam Seminar Pengembangan Teknologi Berwawasan Lingkungan untuk Pertanian pada Lahan Gambut, Bogor, 26 September 1996.

Rina Yanti, Noorginayuwati dan Noor Muhammad, 2008, “Persepsi Petani Tentang Lahan Gambut dan Pengelolaannya.” balittra.litbang.deptan.go.id/.

Syaefudin Asep, 2009, Hidraulika Rawa Pasang Surut Tata Air Makro dan Penerapannya, Materi penataran Reklamasi Rawa, Pontianak.

Malvino, Barmawi, Prinsip-Prinsip Elektronika Jilid 1 dan 2, , Erlangga. , 1992




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jp.v4i2.28074

Refbacks

  • There are currently no refbacks.