Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Barat

Risca Mutiara Sari

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji tentang Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Per kapita Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Barat. Menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Teknik metode analisis yang digunakan adalah model regresi Random Effect dengan analisis regresi berganda.

Hasil penelitian menunjukan bahwa indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kalimantan barat pada tahun 2013-2018 dengan koefisien 0,077569 dan nilai probabilitas 0,5438. Pendapatan perkapita memiliki hubungan yang negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat dengan koefisien 5,676273 dan nilai probabilitas 0,0113. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai R2(R square)= 0,322107 menandakan bahwa variasi dari tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat dapat di jelaskan oleh indeks pembangunan manusia (X1), dan pendapatan perkapita (X2) sebesar 32,21% sedangkan sisanya sebesar 67,78%  dapat dijelaskan sebagai faktor-faktor lain yang tidak masuk ke dalam model penelitian ini.

 

Kata Kunci : Tingkat Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan perkapita.

PENDAHULUAN

Perekonomian sangat berperan penting didalam kehidupan. Banyak permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi, salah satunya yang akan dibahas ialah masalah kemiskinan. Kemiskinan muncul ketika sekelompok orang belum mampu mencukupi tingkat kemakmuran ekonomi yang dianggap sebagai kebutuhan minimal dari standar hidup tertentu. Kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang masih sulit terpecahkan hampir disetiap daerah di Indonesia. Masalah kemiskinan ini adalah masalah yang selalu dihadapi manusia, dapat dikatakan dimana ada manusia disitu ada kemiskinan. Pemerintah baik pusat maupun daerah telah berupaya dalam melaksanakan berbagai kebijakan dan program-program penanggulangan kemiskinan namun masih jauh dari induk permasalahan. Kebijakan dan program yang dilaksanakan belum menampakkan hasil yang optimal. Masih terjadi kesenjangan antara rencana dalam pencapaian tujuan karena kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan lebih berorientasi pada program sektoral. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Apakah IPM berpengaruh terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat pada periode tahun 2013-2018?
  2. Apakah Pendapatan Perkapita berpengaruh terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat pada periode tahun 2013-2018 ?

Tujuan Penelitian

  1. Untuk menguji dan  menganalisis pengaruh indeks pembangunan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat.
  2. Untuk menguji dan  menganalisis pengaruh pendapatan perkapita terhadap tingkat kemsikinan di Kalimantan Barat.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif adalah metode utama sedangkan data kualitatif sebagai penunjang penelitian ini juga termasuk dalam penelitian (explanatory research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data seunder merupakan data yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat. Teknik metode analisis yang digunakan adalah model regresi Random Effect dengan analisis regresi berganda. Data diolah menggunakan Eviews 9.

Hasil dan pembahasan

Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa indeks pembangunan manusia memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, ini dilihat dari hasil uji t-statistik yaitu 0,5438 hal ini menyatakan bahwa meningkatnya indeks pembangunan manusia tidak selalu mengakibatkan berubahnya tingkat kemiskinan karena indeks pembangunan manusia yang tinggi tidak mempengaruhi menurunnya tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat.

Selain itu pendapatan perkapita memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, ini dapat dilihat dari hasil uji t-statistik yaitu 0,0113, dari hasil regresi tersebut menyatakan bahwa jika pendapatan perkapita naik 1 persen maka tingkat kemiskinan mengalami penurunan sebesar 0.0113. Sehingga mempunyai pengertian bahwa hal ini dikarenakan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan juga turut menentukan keberhasilan dalam pembangunan ekonomi serta memutuskan rantai kemiskinan di Kalimantan Barat.

Simpulan dan Rekomendasi

  1. Simpulan

Hasil dari penelitian variabel indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. Hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya indeks pembangunan manusia tidak selalu mengakibatkan berubahnya tingkat kemiskinan karena indeks pembangunan manusia yang tinggi tidak mempengaruhi menurunnya tingkat kemiskinan, pengaruh variabel pendapatan perkapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Hal in menunjukkan jika pendapatan perkapita naik maka akan mengurangi kemiskinan di Kalimantan Barat.

2     Rekomendasi

Dalam upaya mengurangi kemiskinan diharapkan agar pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sehingga angka indeks pembangunan manusia di Kalimantan Barat lebih meningkat. Selain itu pemerintah juga harus mendistribusikan pendapatan daerah secara adil dan merata sehingga seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat miskin dapat menikmati hasil dari pembangunan ekonomi sehingga tingkat kemiskinan dapat menurun.

 

Daftar Pustaka

Alhudori, M. (2017). Pengaruh IPM, PDRB, dan Jumlah Pengangguran Terhadap Penduduk Miskin di Provinsi Jambi. Jurnal of Economics and Business, Vol. 1. No. 1.  https://media.neliti.com/

Andykha, R. dan Handayani, H.R. (2018). Analisis Pengaruh PDRB, Tingkat Pengangguran, dan IPM Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Media Ekonomi dan Manajemen, Vol 33. No. 2. https://media.neliti.com/

Badan Pusat Statistik. (2016). Indeks Pembangunan Manusia 2016. Pontianak: BPS.

----------------------------- (2017). Angka Partisipasi Sekolah (APS) SMA Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. https://kalbar.bps.go.id/

----------------------------- (2018). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2018. Pontianak: BPS.

----------------------------- (2019). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2019. Pontianak: BPS.

----------------------------- (2020). Dependency Ratio Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. https://kalbar.bps.go.id/

Basuki, A. T. (2016). Analisis Regresi Dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis Dilengkapi Aplikasi SPSS & Eviews. Jakarta: Rajawali Pers.

Basuki. A. T. dan Prawoto, N. (2017). Analisis Regresi Dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis Dilengkapi Aplikasi & Eviews. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.

Dama, H. Y. dan Sumual, J. L. (2016). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Manado (Tahun 2005-2014). Jurnal Berkala Ilmiah Efiiensi, Vol 16. No. 3. http://garuda.ristekbrin.go.id/

Dewi, N. (2017). Pengaruh Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Riau. Jurnal JOM Fekon, Vol. 4. No. 1. https://media.neliti.com/

Fatima, L. (2016). Trends of Poverty in Algeria during 1962-2013. Donnish Journal of African Studies and Development. Vol 2. No. 1. http://donnishjournals.org/djasd/pdf/2016/january/Fatima.pdf

Ginting, S. C. K. dan Lubis, I. (2008). Pembangunan Manusia di Indonesia dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jurnal Perencanaan dan Wilayah. Vol. 4. No. 1. http://repository.usu.ac.id/

 Giovanni, R. (2018). Analisis Pengaruh PDRB, Pengangguran, dan Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan di Pulau Jawa Tahun 2009-2016. Economics Development Analysis Journal. Vol. 7. No. 1. https://media.neliti.com/

Gujarati, D. N. (2007). Dasar-dasar Ekonometrika Edisi Ketiga jilid 1, hlm. 4-7. Jakarta: Erlangga.

Gujarati, D. N. (2004). Basic Econometrics. Fourth Edition. Singapore: McGraw-Hill Inc.

Harlik. dan Amir, A. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan dan Pengangguran di Kota Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, Vol 1. No. 2. https://online-journal.unja.ac.id/

 Jhingan, M. L. (2016). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali.

Karankye, A. A. (2014). Causes of Poverty in Africa: A Review of Literature. American International Journal of Social Science. Vol 3. No. 7. http://www.aijssnet.com/journals/Vol_3_No_7_December_2014/16.pdf

Kuncoro, M. (2000). Ekonomi Pembangunan, Teori Masalah dan Kebijakan. Penerbit UPP AMP YKPN.

Kuncoro, M. (2001). Metode Kuantitaif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan  Ekonomi. Edisi kesatu, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.

Kuncoro, M. (2003). Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Kuncoro, M. (2009). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Prasetyoningrum, A. R. (2018). Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah. Vol. 6. No. 2. journal.iainkudus.ac.id

Priadana, H. M. S. dan S. M. (2009). Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Safuridar. dan Putri, N, I. (2019). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pengangguran dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan di Aceh Bagian Timur. Jurnal Samudra Ekonomika. Vol. 3. No. 1. http://download.garuda.ristekdikti.go.id/

 Sayifullah. dan Gandasari, T, R. (2016). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di Provinsi Banten. Jurnal Ekonomi-Qu. Vol. 6. No. 2. https://www.researchgate.net/

 Simatupang, P. dan Dermoredjo, S. K. (2003). Produksi Domestik Regional Bruto, Harga dan Kemiskinan di Indonesia. Prisma, hal-17-31.

Siregar, H. dan Wahyuniarti, D. (2006). Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penurunan Penduduk Miskin di Indonesia: Proses Pemerataan dan Pemiskinan. Direktur Kajian Ekonomi. Institusi Pertanian Bogor. http://pustaka.blog.mb.ipb.ac.id/files/2010/06/dampak-ptbmbhn-ek_hermanto.pdf

Sofilda, Eleonora et al. (2013). Human Development and Poverty in Papua Province (An Analysis of Simultaneous Approach on Panel Data Regression), OIDA International Journal of Sustainable Development 06:06 (2013): 51-62. Diakses 6 April 2018. https://papers.ssrn.com/

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Cv. Bandung Alfabeta.

Sukirno, S. (2000). Makro Ekonomi Modern. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sukirno, S. (2012). Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suliswanto, M.S.W. (2010). Pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Terhadap Angka Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8(2), 357-366. https://media.neliti.com/

Suryawati, C. (2005). Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional. Jurnal Pelayanan Kesehatan. Vol 8. No. 3. https://media.neliti.com/

Susanti, S. (2013). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Kemiskinan di Jawa Barat Dengan Menggunakan Analisis Data Panel. Jurnal Matematika Integratif, Vol. 9. No. 1. https://www.researchgate.net/

Syaifullah, A. dan Malik, N. (2017). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Produk Domestik Bruto Terhadap Tingkat Kemiskinan di Asean-4. Jurnal Ilmu Ekonomi, Vol 1. Jilid. 1. https://media.neliti.com/

Tambunan, T. T. H. (2003). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendidikan dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Banten Tahun 2009-2012. Skripsi. Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta. http://repository.uinjkt.ac.id/

Tambunan, T. T. H. (2001). Perekonomian Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Tambunan, T. T. H. (2003). Perekonomian Indonesia Beberapa Masalah Penting. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Todaro, M. P. (1998). Pembangunan Ekonomi Dunia Ketiga Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.

Todaro, M. P. (2000). Pembangunan Ekonomi Dunia Ketiga Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga.

Todaro, M. P.  dan Smith.S. C. (2006). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesembilan. Jakarta: Erlangga.

Todaro, M. P. dan Smith, S. C. (2011). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesebelas Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Ucha, C. (2010). Poverty in Nigeria: Some Dimensions and Contributing Factors. Global Majority E-Journal. Vol 1. No. 1. http://www.bangladeshstudies.org/

 Wahyuningsih, Y. E. dan Zamzami. (2014). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik Indonesia, Vol. 1. No. 1. http://download.garuda.ristekdikti.go.id/

Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta: Ekonisia Fakultas Ekonomi UII.

Wirawan, I, M, T. dan Arka, S. (2015). Analisis Pengaruh Pendidikan, PDRB Perkapita dan Tingkat Pengangguran Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Bali. E-Jurnal EP Unud. Vol 4. No. 5.

Yacoub, Y. (2012). Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal EKSOS. Vol. 8. No. 3.

Zuhdiyati, N. dan Kaluge, D. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Indonesia Selama Lima Tahun Terakhir (Studi Kasus Pada 33 Provinsi). Jurnal Jibeka. Vol. 11. No. 2. https://media.neliti.com/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.