ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN HARGA SEMBAKO DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN KOTA PONTIANAK

WULAN WILYANDARI B01112016

Abstract


This study aims to determine the effect of differences in the prices of basic foods in traditional markets and modern markets in the city of Pontianak. This research uses descriptive qualitative method by collecting data from observation and direct interviews. In the form of 30 samples in traditional markets and 30 samples in modern markets in the city of Pontianak, where samples were taken randomly. The results showed that the effect of differences in basic food prices on traditional markets and modern markets was caused by the promotion of modern markets and more stock of goods in the modern market so that the modern market still gained profit if they made promises to some basic foods in the modern market. But at the price of basic food in the traditional market is not the final price. The price is still a bargaining stage from consumers to traders in traditional markets and the price is still an agreement between buyers and sellers.

Keywords: Effect of Basic Food Price Differences, Difference in Prices of Basic Foods.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan harga sembako di pasar tradisional dan pasar modern di kota Pontianak. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dari observasi dan wawancara langsung. Berupa 30 sampel di pasar tradisional dan 30 sampel di pasar modern di kota Pontianak, dimana sampel di ambil secara acak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh perbedaan harga sembako pada pasar tradisional dan pasar modern di sebabkan oleh promosi  pada pasar modern dan stok barang pada pasar modern lebih banyak sehingga pasar modern tetap mendapatkan untung apabila mereka membuat promsi pada beberapa sembako di pasar modern. Namun pada harga sembako di pasar tradisional bukan merupakan harga akhir. Harga tersebut masih ada tahap tawar-menawar dari konsumen kepada pedagang di pasar tradisional dan harga tersebut masih ada kesepakatan antara pembeli dan penjual.

Kata kunci : Pengaruh Perbedaan Harga Sembako, Perbedaan Harga sembako.


DAFTAR PUSTAKA

Agustiar, Memet. (2010). “ Urbanisasi, Mobilitas Penduduk dan Pembangunan Ekonomi Lokal ”. Pontianak : Program S2.

Agussyah, Putra. (2004). Pengaruh Pengembangan Pasar Modern terhadap Kehidupan Pasar Tradisional di Pusat Pasar Medan (Studi Kasus di Pusat Pasar Medan). Skripsi. Medan:Universitas Sumatera Utara.

Amstrong, Gary & Philip, Kotler. (2012). Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1. Jakarta: Prenhalindo.

Aziz, M.H. (2005). “Menguasai Pasar Mengeruk Untung”, Jakarta : Renaisan PT. Krisna Persada.

Aziz, M.H. (2014). “Dasar-dasar Periklanan”, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Basu, swastha. (2002). “ Pemasaran Modern “. Yogyakarta :  PT.Liberty.

Cadillah, Emiliana. (2011). Eksistensi Pasar Tradisional. Yogyakarta: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Danim, Sudarwan.(2002). Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung : Pustaka Setia.                              

Ekapribadi. (2007). Persaingan Pasar Tradisional dan Pasar Modern, Jakarta.

Hanafie. (2010). Pengantar Ekonomi. CV Andi, Jakarta.

Hariyati, Yuli. (2007). Ekonomi Mikro. Jember: CSS

Houston, dan Busch. (1995). Marketing Strategic Foundation. Penerbit Richard D. Irwin inc, Homewood Illionis.

Kartajaya, H (2007). Hermawan kartajaya on Segmentation, Bandung : PT.
Mizan Pustaka.

Kotler,Philip. (2012). Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi 13. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. (2009).  Pemasaran. Jilid 2. Edisi ketiga belas. Jakarta : PT.Erlangga.

Kuncoro, Mudrajad. (2008).”Strategi Pengembangan Pasar Modern dan Tradisional”,bahan presentasi diskusi di Kadin DIY.

Melani, Agustina. (2016).  Pasar tradisional dan Modern, Apa Bedanya?.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/2514492/pasar-tradisional-dan-modern-apa-bedanya. (24 juni 2019).

Moleong, Lexy J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Nahdliyul, Izza. (2010). Pengaruh Pasar Modern Terhadap Pedagang Pasar Tradisional (Studi Pengaruh Pasar Ambarukmo Plaza terhadap Perekonomian Pedagang Pasar Desa Caturtunggal Nologaten Depok Sleman Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta:Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Novy, Herviyani. (2009). Meneliti mengenai Resiko harga gubis dan bawang merah di Indonesia. Skripsi. Bogor:IPB.

Olson, Jerry, dan Paul Peter. (2000). Consumer Behavior. Prilaku Konsumen dan Startegi Pemasaran. Terjemahan. Jakarta: Erlangga.

Pangestu, (2007). Pemberdayaaan Pasar Tradisional, Jakarta.

Paul, Peter. J dan Jerry C. Olson, (2000), Consumer Behaviour : Perilaku
Konsumen dan Strategi Pemasaran,
jilid 1 dan jilid 2, Jakarta : Erlangga.

Peraturan Menteri Perdagangan No.53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Peraturan 15/MPP/Kep/2/1998 pada 27 Februari 1998 Tentang Sembilan bahan Pokok.

Sinaga, Pariaman. (2006). Makalah Pasar Modern VS Pasar Tradisional. Kementrian Koperasi dan UKM. Jakarta.

Soemarsono, (1990). Peranan Pokok Dalam Menentukan Harga, Jakarta: Reieneka Cipta, H17.

Sudarsono, (1995). Pengantar Ekonomi Mikro, Jakarta: PT. Pustaka LP3S Indonesia.

Supriyono, (1999). Akutansi Biaya Pengumpulan Biaya dan Penentu Harga. Edisi Kedua. Cetakan Ke Empat Belas. BPFE, Yogyakarta.

Stato, hapto, (2007). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Bawang Merah dan Peramalannya (Studi Kasus Pasar Induk Kramat Jati, DKI Jakarta). Skripsi. Bogor:IPB.

Tjiptono, Fandy dan Gregorius Chandra, (2012), Pemasaran Strategik. Yogyakarta, ANDI.

Yuwalliatin, Kholis, dan Ratnawati, (2011). “Pengembangan Pasar Tradisional Berbasis Prilaku Konsumen”, Dinamika Sosial Ekonomi.



Refbacks

  • There are currently no refbacks.