Indeks Desa Membangun Desa Merarai Dua Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang

Evri Yaningsih

Abstract


ABSTRAK

 

Pembangunan desa adalah upaya peningkatan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, Pengukuran pembangunan desa dilakukan oleh kemendes dengan peraturan kementrian desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi. Pengukuran pembangunan oleh kemendes dalam permendes No 2 Tahun 2016 disebut indeks desa membangun (IDM). Penelitian bertujuan mengetahui Bagaimana kondisi pembangunan sosial ekonomi, karateristik warga desa, perbedaan penilaian IDM berdasarkan presepsi warga desa, perbedaan kategori IDM berdasarkan presepsi warga desa terhadap pembangunan sosial ekonomi di desa serta dampak koperasi dan lembaga bank terhadap IDM Desa Merarai Dua. Metode yang digunakan yaitu Metode Deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara dan data kantor desa. Secara keseluruhan hasil untuk pembangunan sosial sudah baik, perbedaan antara kategori pemerintah dan responden tidak terlalu jauh sedangkan untuk hasil perhitungan ada sedikit perbedaan nilai yaitu untuk presepsi responden sebesar 0,6362 dengan status IDM berkembang, sedangkan untuk penilaian pemerintah sebesar 0,7259 dengan status IDM maju. Desa Merarai Dua mempunyai nilai IDM dalam kategori berkembang, berbeda dengan penilaian pemerintah yaitu maju, dengan IKE paling rendah masih dalam kategori tertinggal diantara indeks lainya seperti IKS sudah maju dan IKL masih dalam kategori berkembang. Perbedaan sebesar 0,0897 penilaian dari segi pemerintah lebih tinggi dibandingkan dengan hasil dari presepsi responden. Dampak koperasi dan bank untuk IDM desa cukup baik karena dapat mengangkat perekonomian warga desa.

Kata kunci : IDM, Koperasi Dan Bank, Desa Merari Dua.

DAFTAR PUSTAKA

Andriani, M (2008). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Mikro, Kecil dan Menengah Di Indonesia. Skripsi Sarjana Dapartemen Ilmu Ekonomi, Fakultas dan Manjemen, Institute Pertanian Bogor.

Arsyad. L. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UUP STIM YKPN.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sintang, Tahun 2020.

Boediono, (2009). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE-UGM.

Diki, T. (2016). Studi Keuangan Desa Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Desa Studi Kasus Di Desa Labuhan Maringgai, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Lampung Bandar Lampung.

Eka, S. (2019). Tata Kelola Pemerintahan Desa Pada Perbedaan Indeks Desa  Membangun (IDM) : Studi Tiga Desa Di Kabupaten Malang. Kajian Aspek Lingkungan Hidup. Vol. 9. No. 2 Juli 2019.

Fauzan, A.W. (2015). Analisis Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Skripsi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponogoro. Semarang.

Firdaus, M., & Ariyati, M, (2004). Manajemen Pengkreditan Bank Umum. Edisi Dua. Bandung: Alfabeta.

Harning, S.V,.& Amri. (2016). Dana Desa dan Kepadatan Belanja di Kecamatan Meuraxsa Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM). Volume 1 Nomor 1, Agustus 2016.

Irawan.,& Suparmoko, M. (2014). Ekonomika Pembangunan Edisi Keenam, Yogyakarta: BPFE.

Jumiadin & Sunarwan Asuhadi (2018). Kajian Aspek Lingkungan Hidup Pada Pengukuran Pembangunan Desa di Kabupaten Wakatobi. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan. Vol. 4. No. 2 Oktober 2018.

Kantor Desa Merarai Dua, Tahun 2019.

Kementrian Desa (2019), Indeks Desa Membangun.

Kartika, Metasari (2019): Public Service and Micro-Small Enterprise Developments in Indonesia. Published in: Integrated Journal of Business and Economics , Vol. 3, No. 1 : pp. 108-115.

Moh, H, Setyobakti (2017), Indentifikasi Masalah Dan Potensi Berbasis Indek Desa Membangun (IDM) Di Desa Gondowangi Kecamatan Wangir Kabupaten Malang. Jurnal Penelitian  Ilmu Ekonomi. Vol 7. Maret 2017.

Muhtarom, Nurhadi. K,&, Eri Purwanti (2018), Analisis Indeks Desa Membangun Untuk Mengetahui Pola Perkembangan Pembangunan Desa Di Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Jurnal Kelitbangan. Vol 6. No2. 27 Juli 2018.

Noor, H.F. (2015). Ekonomi punlik Edisi 2. Jakarta: Indeks.

Oki Oktaviana & Devi Triady. B, (2017). Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) di Wilayah Provinsi Banten Melalui Intervensi Kebijakan Pemerintah Provinsi. Jurnal Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bantenn Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Tahun 2017.

Rahardjo A. (2006). Pembangunan Desa dan Perkotaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rochmad, H. (2009). “peran koperasi unit desa dalam meberikn kredit dikalangan masyarakat Klaten, studi kasus KUD JUJUR Karangnongko. Jurnal Fakultas Hukum.

Soejono Soekanto. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Siagian, Sondang, P. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Sofiyanto, M., & Mardani, R.M. (2016). Pengelolaan Dana Desa Dalam Upaya  Meningkatkan Pembangunan di Desa Banyuates Kecamatan Banyuates  Kabupaten Sampang. E–Jurnal Riset Manajemen.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta.

Sukirno, S. (2020). Makro Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Supatoyo, H, S & Bambang, J. et. al. (2018). pengaruh sektor keuangan Bank Pengkreditan Rakyat Terhadap Perekonomian Regional. jurnal kajian ekonomi & keuangan.

Sun’an, M. (2015). Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Mitra Wacana Media

Sutamihardja. (2004). Perubahan Lingkungan Global, Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sekolah Pascasarjana: IPB.

Todaro, M., & Smith, S. (2011). Pembangunan Ekonomi Edisi ke Sebelas. Jakarta: Erlangga.

Umar, H. (2013) Metode Penelitian untuk Skripsi dan Thesis Bisnis Edisi Kedua. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Undang-Undang Republik Indonesia No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Desa.

Undang-Undang Republik Indonesia No 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Widjaja, HAW. (2003). Otonomi Daerah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.