ANALISIS SUB SEKTOR PERTANIAN UNGGULAN PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN KUBU RAYA

Imam B01112069

Abstract


 

ABSTRAK

 

 

Dalam meningkatkan kesejahteraan perlu diberikannya perhatian khusus pada sector pertanian tanaman perkebunan, salah satunya adalah ekspor hasil pertanian.  Penelitian ini dilatar belakangi oleh petumbuhan ekonomi sektor tanaman perkebunan di Kabupaten Kubu Raya berpotensi untuk di ekspor. Penelitian ini mengambil ruang lingkup di Kabupaten Kubu Raya dengan rentang waktu yang digunakan adalah 2014-2018. Dengan fokus penelitian pada hasil sub sektor pertanian unggulan sektor pertanian. Untuk melihat sub sector unggulan pertanian yang berpotensi untuk di ekspor digunakan data tahun 2014-2018 dengan model analisis Location Quontient (LQ) dan Shift Share.

            Dari penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa  sub sektor tanaman perkebunan adalah  sub sektor pertanian unggulan yang kompetitif. Serta berdasarkan hasil analisis Location Quontient menunjukkan bahwa sub sektor perternakan merupakan sub sektor basis yang berpotensi untuk di ekspor.

 

Kata kunci: potensi ekspor, sub sektor unggulan, sektor basis, Location Quotient dan Shift Share


DAFTAR PUSTAKA

 

 

Abdullah, (2002). Daya Saing Daerah. BPFE. Yogyakarta.

Adisasmita, (2005). Dasar-dasar Ekonomi wilayah. Jakarta: Graha Ilmu.

Afrizal. (2018). analisis inflasi di indonesia(suatu pendekatan mdel dinamik). Jurnal Ekonom Bisnis dan Kewirausahaan.Vol.7 No. 2 85-102

Arsyad, (1999). Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPEE.

Badan Pusat Statistik. ( 2019 ) Kabupaten Kubu Raya Dalam Angka

Bappenas, (2003). Teori Location Qoutient (LQ). Universitas Sebelas Maret.
Surakarta

Buhana, E dan Masyhuri. (2006). Analisis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian di Kabupaten Brebes. Jurnal Agrosains. 19 (1): 81 – 95.

Danta Paramartha, (2012). Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Di Kabupaten Rembang. Jurnal Harpodon Borneo Vol.5. No.2. Oktober. 2012 Issn : 2087-121x

Handayana, (2003). Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) Dalam Penentuan
Komoditas Ungulan. Jurnal Informatika Pertanian. Vol. 12.

Iqbal dan Sudaryanto, (2008). Pembangunan Pertanian Indonesia.

Mohammad Abdul Mukhyi, (2007). Analisis Peranan Subsektor Pertanian Dansektorunggulanterhadappembangunan Ka Wasan Ekonomi Propinsi Jaw A Bara T Pendekatan Analisis Irio. Jurnal Simposium Nasional Rapi Vi 2007 Issn: 1412-9612

Resosudarmo, Budy P., D. Hartono, T. Ahmad, N.I.L. Subiman, Olivia dan A. Noegroho. (2002). Analisa Penentuann Sektor Prioritas di Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Jurnal Pesisir dan Lautan. 4 (3): 1728.

Rezki, (2003). Penetapan komoditas Unggulan Provinsi. BP2TP Working Paper.
Balai dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Bogor.

Rudi Masniadi, (2012). Analisis Komoditas Unggulan Pertanian Untuk Pengembangan Ekonomi Daerah Tertinggal Di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Ekonomika-Bisnis Vol. 03 No.1 Bulan Januari Tahun 2012. Hal 51-64

Rakhmad Hidayat, (2013). Analisis Komoditas Unggulan Sub Sektor Perkebunan Di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Jurnal Social Economic Of Agriculture, Volume 2, Nomor 1, April 2013, Hlm 54-66

Ritayani Iyan, (2014). Analisis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian Di Wilayah Sumatera Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan Tahun Iv No.11, Maret 2014 : 215 -235

Sembiring, Elianor, (2009). Kajian Peluang Bisnis Bagi Sepuluh Komoditas Unggulan di Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Balitbang Provinsi Sumatera Utara. 6 (4): 228 – 234.

Supena.S, (2000). Analisis Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja
dan Identifikasi Komoditas Andalan Sektor Pertanian di Wilayah Sulawesi.

Sumihardjo, (2008). Penyelenggaraan pemerintah daerah melalui pengembangan daya saing berbasis potensi daerah. Fokus Media. Bandung.

Suparmoko, (2002). Ekonomika Pembangunan. Jogjakarta: BPFE.

Syahab,A, (2013). Analisis Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan
Di Kabupaten Sumbawa. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas
Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang. http: //agrise.ub.ac.id/index.
php/ agrise /article / view/ 96 /123.(diakses 23 Oktober 2015).

Syafrizal, (1997). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional Wilayah Indonesia Bagian Barat.

Saragih, B. (1992). Agroindustri sebagai Suatu Sektor yang Memimpin dalam
PJPT II. (Disampaikan Pada Seminar Parhepi Dinamika Pemikiran Tentang
Pembangunan Pertanian). Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia. Jakarta.

Suyatno, (2000) Ekonomi Pembangunan, Problematika dan Pendekatan. Penerbit
Salemba Empat. Jakarta.

Soepomo, P. (1993). Analisis Shift-share, Perkembangan dan Penerapan, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia.

Tarigan, Robinson, 2005. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi Edisi Revisi. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Winarti, Rini. (2007). Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Laut terhadap Perekonomian Wilayah di Kabupaten Cilacap.

Widodo, S, T. (1990). Indikator Ekonomi Dasar Perhitungan Perekonomian Indonesia. Jakarta: Kanisius

Http//blogs.unpad.ac.id/abysanilaras/2010/06/13/pentingnya-pembangunan pertanian-di-Indonesia di akses 13:15, 28-09-2019



Refbacks

  • There are currently no refbacks.