ANALISIS PENGARUN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM), PERTUMBUHAN EKONOMI, UPAH MINIMUM DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP KEMISKINAN DI KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT

RIZKY DEWINDA B1011131010

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, upah minimum dan  tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat tahun 2010-2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.  Sumber  data  BPS (Badan Pusat Statistik).  

        Data yang digunakan adalah data panel dengan kurun waktu dari 2010-2015 Kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat. Untuk mencari hasil  maka dilakukan uji untuk panel seperti Chow Test dan Hausman Test sehingga didapatkan model panel data Random effect untuk menyelesaikan data dengan karakteristik  tersebut. Kemudian dilakukan Uji Asumsi Klasik seperti Multikolinearitas, Heteroskedastisitas.

        Hasil penelitian adalah dari tiga variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat  yaitu jumlah IPM dan upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat sedangkan variabel tingkat pengangguran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. Saran-saran yang penulis jadikan sebagai bahan pertimbangan yakni  sebaiknya pemerintah selaku pembuat kebijakan harus lebih konsisten dan fokus dalam merealisasikan anggaran yang berorientasi pada program pengentasan kemiskinan dan peningkatan pelayanan publik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mampu memberikan efek positif dalam pengentasan kemiskinan. Selain itu perlu adanya reorientasi pendidikan seperti di SMP, SMA dan perguruan tinggi yakni dengan adanya pemantapan materi pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship  agar lulusan perguruan tinggi mampu mandiri dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Pendidikan kewirausahaan khususnya yang berkenaan dengan pendidikan bisnis.Sebaiknya dalam meningkat pertumbuhan ekonomi dapat menarik investasi yang dilakukan sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Perlunya kebijakan penetapan upah minimum harus tetap dilakukan dan tingkat upah dinaikkan sesuai dengan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) agar melindungi pekerja dari kemiskinan dengan tidak terlalu memberatkan perusahaan.Untuk menurunkan tingkat pengangguran perlunya memberikan pinjaman lunak tanpa agunan yang tepat sasaran untuk modal kerja usaha kecil agar mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri sehingga dapat menekan tingkat pengangguran yang ada.  

 

 

Kata Kunci :   IPM, Upah minimum, Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran dan Kemiskinan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.