Pengaruh Inflasi, Pendapatan Perkapita dan Suku Bunga Terhadap Permintaan Kredit Kepemilikan Rumah di Indonesia

hilda B01112112

Abstract


Bank sebagai lembaga intermediasi memiliki peranan yang penting bagi perekonomian. Sebagai lembaga intermediasi bank mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk dana pihak ketiga kemudian menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk kredit. Dengan kata lain bank merupakan lembaga yang mempertemukan pihak yang memiliki dana surplus dengan pihak yang defisit. Dalam kegiatan operasionalnya bank harus mampu menjaga tingkat likuiditasnya agar bank mampu memenuhi kewajiban kepada semua pihak yang menarik simpanannya sewaktu-waktu. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh inflasi, pendapatan perkapita dan suku bunga terhadap permintaan kredit kepemilikan rumah pada bank perkreditan rakyat periode triwulan 2009-2015. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan program olah data  Eviews 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah yang disalurkan oleh Bank Perkreditan Rakyat dengan tingkat signifikansi sebesar 0.2232 > 0.05. Pendapatan Perkapita berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah  yang disalurkan oleh Bank Perkreditan Rakyat dengan tingkat signifikansi 0.3840 > 0.05. Suku Bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah (KPR) yang disalurkan oleh Bank Perkreditan Rakyat dengan tingkat signifikansi 0.0000 < 0.05. Secara serempak variabel independen inflasi dan pendapatan perkapita berpengaruh tidak signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah pada Bank Perkreditan Rakyat. Dan pada variabel suku bunga berpengaruh signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah pada Bank Perkreditan Rakyat.

 

Kata Kunci :Inflasi, Pendapatan Perkapita, Suku Bunga, Kredit Kepemilikan Rumah


Refbacks

  • There are currently no refbacks.