SEBARAN SPASIAL TITIK API BERDASARKAN PENUTUPAN LAHAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2020

Chelse Dwi Apriyana Tamba, Naomi Nessyana Debataraja, Dadan Kusnandar

Abstract


Kalimantan Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang sering terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan terutama pada musim kemarau. Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan lahan hutan dan vegetasi, berkurangnya kualitas ekosistem hutan, serta menyebabkan gangguan kesehatan bagi masyarakat disekitar lokasi kebakaran. Upaya pemerintah daerah dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran adalah dengan melakukan penyediaan informasi spasial berupa peta guna mendeteksi informasi sebaran titik api yang diperoleh dari data penginderaan jauh berupa data satelit. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran secara khusus mengenai sebaran titik api pada berbagai jenis tutupan lahan sebagai indikasi awal daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data titik api dengan confidence ≥ 80% dan data penutupan lahan di Kalimantan Barat tahun 2020. Analisis spasial dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa tumpang susun (overlay) peta. Peta yang dihasilkan dapat digunakan untuk melihat sebaran titik api secara spasial berdasarkan jenis penutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik api di Kalimantan Barat banyak terdapat pada jenis pertanian lahan kering bercampur semak yaitu sebanyak 49 titik api (68%), sedangkan titik api paling sedikit yaitu pada jenis pertambangan dan semak belukar dengan jumlah masing-masing jenis lahan hanya terdapat 1 titik api (1%) dari total sampel titik api yang diteliti.

 

Kata Kunci : titik api, penutupan lahan, analisis spasial


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/bbimst.v11i4.57229

Refbacks

  • There are currently no refbacks.