ANALISIS DAMPAK KOMPONEN INFLASI VOLATILE FOOD TERHADAP INFLASI DI KALIMANTAN BARAT DENGAN MODEL STRUCTURAL VECTOR AUTOREGRESSION

Farhan, Dadan Kusnandar

Abstract


Inflasi volatile food sering sekali menjadi penyumbang inflasi di Indonesia maupun setiap provinsi di Indonesia. Hal ini disebabkan inflasi volatile food sangat rentan dipengaruhi oleh shock (guncangan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun perkembangan harga komoditas pangan internasional. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak inflasi volatile food terhadap angka inflasi di Kalimantan Barat agar bisa menghasilkan kebijakan yang sebaiknya diambil. Data yang digunakan adalah data time series bulanan yaitu data Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Januari 2016 – Desember 2019. Data IHK tersebut digunakan untuk menghitung inflasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan model Structural Vector Autoregression (SVAR) dalam restriksi jangka pendek. Penggunaan model SVAR dapat menganalisis bagaimana respon suatu variabel dan dapat memperhitungkan besaran persentase variasi variabel dependen terhadap perubahan (shock) variabel yang lain dalam model. Dapat dilihat dari hasil analisis Structural Impulse Response Function, bahwa guncangan inflasi volatile food direspon oleh inflasi Kalimantan Barat dalam jangka pendek. Pada hasil analisis Structural Variance Decomposition menunjukkan kontribusi inflasi volatile food terhadap inflasi Kalimantan Barat sebesar 75,97%. Angka tersebut membuktikan bahwa inflasi volatile food berpengaruh terhadap angka inflasi di Kalimantan Barat.

 

Kata Kunci : inflasi, IHK, volatile food, SVAR.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/bbimst.v10i1.44672

Refbacks

  • There are currently no refbacks.