PERAMALAN CURAH HUJAN KOTA PONTIANAK DENGAN DEKOMPOSISI SENSUS II

Eka Rahmilia, Helmi

Abstract


Metode Dekomposisi Sensus II merupakan pengembangan dari metode Dekomposisi dengan memisahan komponen musiman terhadap komponen-komponen lainnya. Metode Dekomposisi sensus II meliputi beberapa fase yang berbeda. Fase pertama yaitu penyesuaian musiman awal, fase kedua yaitu penyesuaian musiman akhir, fase ketiga adalah uji ekualitas, selanjutnya mencari nilai MCD (Month for Cyclical Dominance) dan peramalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai faktor musiman dan nilai taksiran tren-siklus sebagai dasar untukĀ  peramalan curah hujan kota Pontianak tahun 2015. Data yang digunakan adalah data curah hujan pada tahun 2005 sampai dengan 2014 yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa nilai faktor musiman yang tertinggi yaitu 159,2 sedangkan yang terendah yaitu 41,6. Nilai taksiran tren-siklus yang tertinggi yaitu 259,0 sedangkan yang terendah yaitu 258,7. Ramalan curah hujan yang tertinggi yaitu 411,9 mm sedangkan yang terendah yaitu 107,7 mm.

Kata Kunci: Dekomposisi Sensus II, faktor musiman, tren-siklus, uji ekualitas


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/bbimst.v5i02.15875

Refbacks

  • There are currently no refbacks.