WHISTLEBLOWING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT MELAKSANAKANNYA (STUDI EMPIRIS PADA OPD DI KECAMATAN JAWAI)

ega yunira

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor sikap, komitmen organisasi, personal cost, locus of control, dan tingkat keseriusan pelanggaran terhadap niat melakukan whistleblowing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Staf Aparatur Desa yang bekerja pada OPD di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan jumlah sample sebanyak 41 responden dipilih berdasarkan metode convenience sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda untuk menguji hipotesis. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang dapat diterima. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) sikap berpengaruh secara signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing, (2) komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan tindakan whistleblowing, (3) personal cost tidak berpengaruh terhadap niat melakukan whistleblowing, (4) locus of control berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing, (5) tingkat keseriusan pelanggaran berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing pada OPD di Kecamatan Jawai tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, S. A. (2012) “Internal Auditors and Internal Whistleblowing Intention : A Studyof organizational, Individual, Situasional, and Demographic Factors. School of Accounting, Finance and Economics: Edith Cowan University . Western Australia.

Ajzen, I (1991) The Theory of Planned Behavior. “Organizational Behavior dan Human Desicion Processes”. 50, 179-211.

Aliyah, S (2015) “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pegawai dalam Melakukan Tindakan Whistleblowing”. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis. 12(2), 173-189.

Alleyne, P., Hubadaib, M. Dan Pike, R. (2013) “Towards a Conceptual Model of Whistleblowing Intention Among External Auditors”. The British Accounting Review, 8(1), 10-23.

Bagustianto, R. Nurkholis. (2015) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing”. Simposium Nasional Akuntansi XVIII, Medan, 16-19 September.

Brief, A. P. Dan Motowdlo, S. J. (1986) “Prosocial Organizational Behaviors”. Academy of Management Reviw. 11(4), 710-725.

Chiu, Randy K. (2003). “Ethical Judgement, Locus of control and Whistleblowing Intention: A Case Study of Mainland Chinese MBA Students”. Managerial Auditing Journal, Vol 17 Iss: 9 pp. 581-587.

Curwen, L. (2003) The  Corporate Consience, Sherron Watkins, Enron Whistleblower, The Guardian, 21 June, 2003 https://www.theguardian.com/business/2003jun/21/corporatefraud.enron

Dozier, J. B., dan Miceli, M. P. (1985) “Potential Predictors of Whistle-blowing: A prosocial Behavior perspective”. Academy of Management review, 10(4), 823-836.

Elias, R. Z. (2008) “Auditing Students’ Profesional Comitment and Anticipatory Socializationand Their Relationship to Whistleblowing. The managerial Auditing Journal, 23(3), 283-294.

Husniati, S. (2017) “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intensi Untuk Melakukan Whistleblowing Internal (Studi Empiris Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Rokan Hulu)”. Jurnal Online Mahasiswa, Vol. 4, 1223-1237.

Ghozali, Imam (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro.

Lembaga Indonesia Corruption Watch (2018) Tren Penindakan Korupsi (IWC) www.antikorupsi.org

KNKG. (2008) Pedoman Sistem Pelaporan Peanggaran – SPP (Whistleblowing System – WBS). Jakarta: KNKG.

Kheshastuti, D. K. (2014) “ Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensi Auditor Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Semarang)”. Skripsi. FEB, Universitas Diponegoro.

Lestari, R,. Dan Yaya, R. (2017) “Whistleblowing Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Melaksanakannya Oleh Aparatur Sipil Negara”. Jurnal Akuntansi, Vol. 21(3), 336-350).

Miceli, M. P., dan Near, J. P. (2005) “Standing up or standing by: What predicts blowing the whistle on organizational wrongdoing in? In J. Martocchio”, Reseach in personnel and human resources management 24, 95-1936.

Mowday, R. T., Steers, R. M., dan Porter, L. W. (1979) “The Management of Organizational Commitment”, Journal of  vocational behavior, 14(2), 224-247.

Saud, I. M. (2016) “ Pengaruh Sikap dan Persepsi Kontrol Prilaku Terhadap Niat Whistleblowing Internal-Eksternal dengan Persepsi Dukungan Organisasi Sebagai Variabel Moderasi”. Jurnal Akuntansi dan Investasi, Vol. 17(2), 209-2019. Juli 2016.

Septianti, Windy (2013). “Pengaruh Faktor Organisasional, Individu, Situasional dan Demografis Terhadap Niat Melakukan Whistleblowing Internal”. Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XVI, September 2013. Manado.

Setiawan, T. (2018) “ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intensi Untuk Melakukan Whistleblowing Internal”. Jurnal Online Mahasiswa, Vol. 1, 1-14.

Setyawati, I., Ardiyani, K. Dan Sutrisno, C. R. (2015) “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Niat Untuk Melakukan Whistleblowing Internal”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. 17, 22-33.

Sugiyono. (2003) Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2008 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.

 


Refbacks

  • There are currently no refbacks.