Implementasi SAK ETAP Dalam Menyusun Laporan Keuangan Pada Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) Kripik Wak JBer

MUHAMMAD AGUS SAFRI B41108109

Abstract


UKM masih memegang peranan penting dalam perbaikan perekonomian Indonesia, namun sebagian besar UKM belum mampu menyediakan informasi keuangan dengan benar dan teratur sehingga banyak mengalami kendala dipermodalan. Memasuki tahun 2009, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) mengesahkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), yang khusus digunakan untuk perusahaan tanpa akuntabilitas publik yg signifikan, dikeluarkan oleh IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) dan mulai berlaku efektif 1 Januari 2011, kehadiran SAK ETAP dengan prinsip kesederhanaan dapat memberikan kemudahan UKM dalam menyajikan laporan keuangan. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah penyusunan Laporan keuangan UKM Kripik Wak JBer sudah sesuai dengan SAK ETAP dan faktor apa yang menjadi kendala dalam penerapan SAK ETAP. Penelitian ini menggunakan metode berupa studi kasus yang bersifat deskriptif yaitu dengan cara menguraikan karakteristik tentang keadaan dan sifat-sifat yang sebenarnya dari objek penelitian Hasil penelitian menunjukan bahwa UKM Kripik Wak JBer belum menerapkan SAK ETAP, laporan yang disajikan oleh UKM Kripik Wak Jber hanya berupa neraca dan laporan laba rugi saja, jelas kurang sesuai karena dalam prosedural pelaporan keuangan yang berdasarkan SAK ETAP yaitu laporan laba rugi,neraca,laporan perubahan ekuitas,laporan arus kas atau saldo laba,catatan atas laporan keuangan. Faktor belum diterapkannya SAK ETAP adalah keberadaan SAK ETAP yang diperuntukan untuk usaha kecil dan menengah belum banyak diketahui oleh para pemilik UKM juga masih rendahnya pemahaman mengenai SAK ini dan kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam menyusun laporan keuangan,selain itu juga tidak adanya keharusan penggunaan SAK ETAP dari pemerintah.

Kata Kunci : Laporan Keuangan , UKM , SAK ETAP


Refbacks

  • There are currently no refbacks.