Pengungkapan Pelaporan Keuangan Segmen dan Laporan Interim pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Tinjauan Penerapan berdasarkan PSAK No. 3 dan PSAK No. 5)

MELINDA CAROLINA B51109009

Abstract


Pelaporan keuangan segmen adalah laporan yang menyediakan informasi peluang investasi, resiko, potensi pertumbuhan dari perusahaan yang terdiversifikasi. Laporan interim meyediakan informasi mengenai kondisi terkini perusahaan. Pengungkapan laporan keuangan segmen dan interim haruslah sesuai dengan PSAK dan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum.

Penelitian dalam rangka penulisan skripsi ini dilakukan di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dengan judul Pengungkapan Pelaporan Keuangan Segmen dan Laporan Interim pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Tinjauan Penerapan berdasarkan PSAK No. 3 dan PSAK No. 5). Permasalahannya adalah penerapan Segmen Operasi (PSAK No.5 Revisi 2009) pada pelaporan segmen , segmen mana yang dominan dalam pelaporan segmen, dan penerapan Laporan Keuangan Interim (PSAK No.3 Revisi 2010) pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan PSAK No. 5 mengenai Segmen Operasi pada pelaporan segmen perusahaan, untuk mengetahui segmen mana yang dominan dalam pengungkapan pelaporan segmen, dan mengetahui penerapaan PSAK No 3 mengenai Laporan Keuangan Interim. Penulis mengumpulkan data melalui browsing melalui website perusahaan, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Dalam menganalisis data digunakan PSAK No. 3 dan PSAK No. 5 dengan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan laporan interim tahun 2011 yang disajikan oleh perusahaan telah sesuai dengan PSAK No. 3 Revisi 2010, kemudian terdapat perbedaan antara PSAK No. 3 (Revisi 2010) dan PSAK No. 3 (Revisi 1994) dalam beberapa hal, serta perusahaan seringkali mengalami kendala dalam hal keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan maupun interimnya. Penentuan pelaporan segmen tahun 2011 berdasarkan uji pendapatan, aktiva, dan laba rugi tidak sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2009). Serta tidak membutuhkan adanya segmen tambahan dan tidak terdapat segmen usaha yang dominan. Kemudian terdapat perbedaan antara PSAK No. 5 (Revisi 2009) dan PSAK No. 5 (Revisi 2000) dalam beberapa hal.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.