ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) PADA PERUSAHAAN SEKTOR ROKOK YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA

Wasih B41109002

Abstract


Dalam pengukuran kinerja keuangan ini pada dasarnya kebanyakan perusahaan menggunakan ukuran laba akuntansi konvensional yang berpatokan pada return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Namun ukuran tersebut belum cukup akurat untuk melihat hasil kembalian yang dapat diciptakan perusahaan dalam memenuhi hasrat para penyandang dana. Oleh karena, untuk menghitung besarnya nilai tambah yang berhasil diciptakan tidak hanya memperhitungkan biaya ekuitas tetapi juga mengindahkan biaya modal, yang mana dalam hal ini adalah biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost Of Capital). Sehingga untuk mengatasi kelemahan dalam perhitungan laba akuntansi konvensional digunakanlah konsep Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan masing-masing perusahaan yang menjadi objek penelitian selama tahun 2009-2011 dengan melihat hasil yang dapat diciptakan oleh perusahaan bagi para penyandang dana dan bagi perusahaan itu sendiri. Dengan berpatokan pada metode pengukuran Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) untuk mengatasi kelemahan dari pengukuran laba akuntansi konvensional. Serta untuk mengetahui faktor faktor yang menyebabkan perubahan nilai EVA dan MVA tersebut. Dimana perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan sekto rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Gudang Garam Tbk, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, dan PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

Hasil penelitian berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan penulis terhadap ketiga perusahaan rokok tersebut menunjukan bahwa kinerja keuangan ketiga perusahaan tersebut dapat dikatakan dalam keadaan yang cukup baik, dimana ketiga perusahaan tersebut mampu menciptakan nilai tambah ekonomis bagi para penyandang dana yang ditunjukan dengan nilai EVA yang positif (EVA > 0) dan mampu menciptakan kekayaan bagi pemegang saham dan perusahaan itu sendiri yang dicerminkan dengan nilai MVA yang positif (MVA > 0) walaupun proporsi nilai yang berhasil diciptakan berbeda beda. Faktor internal yang menyebabkan perubahan nilai EVA adalah besar kecilnya laba operasi dan NOPAT untuk menutupi biaya modal. Untuk MVA disebabkan oleh besar kecilnya modal yang diinvestasikan oleh investor dan nilai pasar perusahaan. Jika dilihat dari sisi eksternal faktor yang menyebabkan perubahan nilai EVA yaitu tingkat suku bunga SBI, dan IHSG serta adanya faktor lain seperti nilai tukar rupiah, keadaan sosial politik, dan keamaanan dalam negeri yang nantinya akan menjadi pertimbangan para investor dalam berinvestasi. Faktor eksternal yang menyebabkan perubahan nilai MVA yaitu harga saham perusahaan dan jumlah saham yang beredar.

Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Economic Value Added (EVA), dan Market Value Added (MVA)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.