ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR PELAPORAN PDAM TIRTA KHATULISTIWA KOTA PONTIANAK SETELAH PENERAPAN SAK ETAP

ERSY RUSDIYANTI B51111012

Abstract


BUMN merupakan wujud nyata dari investasi negara dalam dunia usaha. tujuannya adalah untuk mendorong dan mengembangkan aktivitas perekonomian nasional. BUMD dalam hal ini, tidaklah jauh berbeda dengan tujuan BUMN, hanya perbedaannya terletak pada kepemilikan yaitu dalam konteks negara dan daerah. Salah satu BUMD yang mengemban amanat peran strategis di daerah adalah PDAM. Dalam hal ini, PDAM Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak merupakan salah satu unit usaha milik daerah yang masuk dalam kriteria sebagai entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan sehingga laporan keuangan yang disusun atau disajikan harus menggunakan basis standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman apakah terdapat peningkatan kinerja perusahaan dan apakah terdapat perubahan struktur pelaporan PDAM setelah penerapan SAK ETAP. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Langkah-langkah yang dilakukan untuk memperoleh data dan informasi adalah dengan menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kinerja keuangan PDAM setelah dianalisis dengan menggunakan tiga tren rasio menunjukan bahwa kondisi keuangan periode setelah penerapan SAK ETAP lebih baik dari sebelum penerapan SAK ETAP, meskipun peningkatannya tidak signifikan. (2) Terdapat cukup banyak perubahan struktur pelaporan pada laporan laba/rugi, dan neraca, sedangkan pada laporan perubahan ekuitas dan arus kas tidak mengalami perubahan.

BUMN is a realization of state investment in the business world. the purpose is to encourage and develop the national economy activity. BUMD in this case, it is not much different from the purpose BUMN, only difference lies in the ownership which in the context of countries and regions. One of the enterprises that are undertaking a strategic role in the region is PDAM. In this case, PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak is one business unit belongs to the area qualifies as an entity that does not have significant public accountability so that the financial statements prepared or presented must use a standard of financial accounting entities without public accountability (SAK ETAP). The purpose of this research is to gain understanding of whether there is an increased performance of the company and whether there are changes in the reporting structure after application of SAK ETAP of PDAM. This study used a qualitative descriptive study. The steps taken to obtain data and information is to use the method of documentation. These results indicate that (1) The financial performance of of PDAM after three trends were analyzed using the ratio indicates that the financial condition of the period after the adoption of SAK ETAP better than before application of SAK ETAP, although the increase is not significant. (2) There are quite a lot of changes in the reporting structure in profit / loss, and balance sheet, while the statement of changes in equity and cash flow unchanged.

Keywords:  financial  performance, financial statements, standard of financial accounting entities without public accountability (SAK ETAP).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.