PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA (Penelitian pada Perusahaan di Sektor Industri Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 - 2013)

HENDRA SALVANI B51111030

Abstract


Istilah manajemen laba muncul sebagai konsekuensi langsung dari upaya-upaya manajer atau pembuat laporan keuangan untuk melakukan manajemen informasi akuntansi, khususnya laba (earnings), demi kepentingan pribadi dan/atau perusahaan. Manajemen laba itu sendiri tidak dapat diartikan sebagai suatu upaya negatif yang merugikan karena tidak selamanya manajemen laba berorientasi pada manipulasi laba. Secara teoritis ada banyak cara atau metode yang dapat ditempuh oleh manajer (pembuat laporan keuangan) untuk mempengaruhi laba yang dilaporkan (reported earnings).

Dalam penelitian ini, manajemen laba diukur dengan menggunakan model Friedlan untuk menghitung discretionary accruals. Asimetri informasi diukur dengan menggunakan bid-ask spread dan ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan total aktiva. Populasi penelitian ini terdiri dari 15 perusahaan food and beverages pada periode pengamatan mulai tahun 2011 – 2013.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan metode analisis linier berganda dalam penelitian ini, maka didapat kesimpulan secara parsial bahwa asimetri informasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba, begitu juga ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba. Serta pengujian secara simultan didapat kesimpulan bahwa asimetri informasi dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan di sektor industri food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 - 2013.

Kata kunci: Manajemen laba, asimetri informasi, ukuran perusahaan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.