Fenomena Urban Sprawl Terhadap Faktor-Faktor Perubahan Penggunaan Lahan Di Pinggiran Kota

Imam Setyo Nugroho, Eppy Yuliani, Jamilla Kautsary

Abstract


Abstrak: Perkembangan yang terjadi pada suatu kawasan kota maupun perkotaan di Indonesia tidak dapat dihindarkan. Kegiatan alih fungsi lahan menjadi hal yang tidak terelakkan di setiap tahunnya. Urban sprawl adalah salah satu masalah utama kota pada wilayah pinggiran kota. Perkembangan urban sprawl di kawasan suburban telah tumbuh. Tingginya kebutuhan lahan ternyata tidak sebanding dengan ketersediaan lahan di kota. Nilai lahan yang mahal, menjadi pemicu masyarakat memutuskan untuk tinggal di daerah pinggiran kota. Kawasan pinggiran kota yang sebenarnya berarti desa memiliki fungsi di sektor pertanian dengan penggunaan lahan pertanian yang dominan. Dampak dari fenomena perubahan lahan ini akan memicu perubahan karakteristik pedesaan, dampak yang terjadi adalah pertambahan jumlah penduduk meningkat. Semakin heterogennya kegiatan di pinggiran kota akan memacu laju pertumbuhan penduduk. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji keterkaitan antara fenomena urban sprawl dengan faktor-faktor perubahan penggunaan lahan di wilayah pinggiran kota. Fenomena Urban Sprawl terdapat beberapa faktor-faktor perubahan penggunaan lahan kawasan pinggiran didominasi oleh perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi permukiman perubahan pengunaan lahan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya proporsi jumlah penduduk yang bekerja disektor non pertanian, pertambahan penduduk, jarak tiap kelurahan dengan pusat wahana, kaum migran, kemudahan aksesibilitas, topografi, ketersediaan lahan kosong, jalur transportasi dan harga lahan.

Kata Kunci : Perubahan lahan, Urban Sprawl, Pinggiran Kota

 

Abstract: The developments that occur in a city or urban area in Indonesia cannot be avoided. Land conversion activities are inevitable every year. Urban sprawl is one of the main problems of cities in suburban areas. The development of urban sprawl in suburban areas has emerged. The higher demand for land is in fact not proportional to the availability of land in the city. The high price of land is also a trigger for people to decide to live in suburban areas. The suburban area, which actually means village, has a function in the agricultural sector with the dominant use of agricultural land. The impact of this land change phenomenon will trigger changes in rural characteristics, one of which is population growth. The increasingly heterogeneous activities in the suburbs will increase the population growth rate. The purpose of writing this article is to examine the relationship between the urban sprawl phenomenon and the factors of land use change in suburban areas. The urban sprawl phenomenon has several factors, changing land use in suburban areas dominated by changes in agricultural land use into settlements, land use changes are influenced by several factors including the proportion of the population working in the non-agricultural sector, population growth, the distance between each village and the center of the vehicle, immigrant population , ease of accessibility, topography, availability of vacant land, transportation routes and land prices.

Keywords: Land use change, Urban Sprawl, Sub Urban


Keywords


Perubahan lahan, Urban sprawl, Pinggiran kota

Full Text:

PDF

References


Harahap, F. R. (2013). Dampak Urbanisasi Bagi Perkembangan Kota Di Indonesia. Society, 1(1), 35–45. https://doi.org/10.33019/society.v1i1.40

Kurnianingsih, N. A., Pratami, M., & Putri, M. B. (2017). Implikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian Pada Perkembangan Spasial Daerah Pinggiran Kota. 5, 9–18.

Mardiansjah, F. H., Rahayu, P., Diponegoro, U., & Maret, U. S. (2020). Perkembangan kawasan perkotaan kecil di pinggiran kota pekalongan. 20, 151–168.

Puspitasari, N., & Pradoto, W. (2013). Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Guna Lahan Dan Pola Perkembangan Permukiman Kawasan Pinggiran (Studi Kasus: Daerah Gedawang, Kota Semarang). Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 2(3), 638–648.

Retno Setyaningsih dan Wisnu Pradoto. (2015). Pola Perkembangan Dan Faktor Penentu Guna Lahan Di Kecamatan Beji, Kota Depok. Pola Perkembangan Dan Faktor Penentu Guna Lahan Di Kecamatan Beji, Kota Depok, 4(1), 78–92.

Sadewa, D. A., Hermawan, E., Informatika, J. T., Teknik, F., Ibn, U., Bogor, K., & Iskandar, J. K. H. S. (1861). Identifikasi Pola Perubahan Urban Sprawl Menggunakan Cloud Computing Google Earth Engine Berbasis Web Gis ( Studi Kasus : Kecamatan Jonggol , Jawa Barat ). 1–8.

Shao, Z., Sumari, N. S., Portnov, A., Ujoh, F., & Mandela, P. J. (2021). Geo-spatial Information Science Urban sprawl and its impact on sustainable urban development : a combination of remote sensing and social media data. Geo-Spatial Information Science, 24(2), 241–255. https://doi.org/10.1080/10095020.2020.1787800

Suberlian Dwinanto. (2003). Studi Simulasi Model Sistem Dinamis Interaksi Guna Lahan Permukiman dan Transportasi di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Spasial.

Suharyadi dan Su Rito Hardoyo. (2016). Perubahan Penggunaan Lahan dan Faktor yang Mempengaruhinya di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Perubahan Penggunaan Lahan Dan Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, 25(1), 25–40. https://doi.org/10.22146/mgi.13358

Yunus, H. S. (1978). Konsep Perkembangan dan Pengembangan Daerah Perkotaan. Fakultas Geografi, UGM.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/uniplan.v3i1.52127

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 UNIPLAN: Journal of Urban and Regional Planning

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Publisher:
Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia.
Email: [email protected]