KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN OBAT DI SUKU MANGGARAI KECAMATAN NDOSO KABUPATEN MANGGARAI BARAT NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

Rosalia Jamun, Medi Hendra, Nova Hariani

Abstract


The Manggarai tribe who lives in the mountainous area of Ndoso Subdistrict is one of the tribes that still preserve the traditional culture to use natural resources, especially for plants as traditional medicines. Inheritance of knowledge about medicinal plants is very limited because of the media to deliver the information rely on the communication from parents to children and grandchildren to the generations in the family. Therefore, it is necessary to study about ethnobotany of medicinal plants in this community and determine the types of plants used to make traditional medicine. The methods of this research are the exploratory survey method and the PRA (Participatory Rural Appraisal) approach. It is an assessment process that has an orientation to the involvement of the community in this research. The few steps in this study including survey, observation, interview, documentation, collection, identification and preservation by herbarium. There are 89 species of medicinal plants referring to 46 families of medicinal plants that are commonly used. The Manggarai people use wild plants found in the field, forest, and riverbank, and some are even deliberately cultivated. The method of processing medicinal plants commonly used is by boiled, chewed and patched, scraped, twisted, crushed, and without being processed.

Abstrak

Suku Manggarai yang bermukim pada kawasan pegunungan di Kecamatan Ndoso merupakan salah satu suku yang masih mempertahankan adat dan tradisi dalam penggunaan sumber daya alam khususnya tumbuhan sebagai obat tradisional. Pewarisan pengetahuan tentang tumbuhan obat tersebut dilakukan  terbatas penyampaian lisan dari orang tua kepada anak dan cucu secara turun temurun dalam keluarga. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang studi etnobotani tumbuhan obat oleh masyarakat Suku Manggarai yang bermukim pada kawasan pegunungan di Kecamatan Ndoso yang bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan apa saja yang digunakan, bagian tumbuhan yang digunakan dan untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan tumbuhan obat tradisional. Metode yang digunakan adalah dengan metode survey eksploratif dan dengan pendekatan metode PRA (Participactory Rural Appraisal) yaitu proses pengkajian yang berorentasi pada keterlibatan dan peran masyarakat secara aktif dalam penelitian. Tahapan pada penelitian ini meliputi survey, observasi, wawancara, dokumentasi tumbuhan, koleksi tumbuhan, identifikasi dan pembuatan herbarium. Diperoleh sebanyak 89 spesies tumbuhan obat yang tergolong kedalam 46 famili tumbuhan obat yang biasa dimanfaatkan. Cara memperoleh tumbuhan obat yang biasa digunakan masyarakat Suku Manggarai adalah memanfaatkan tumbuhan liar yang terdapat di pekarangan rumah, hutan serta pinggir sungai bahkan ada juga yang sengaja dibudidayakan. Cara pengolahan tumbuhan obat yang biasa digunakan adalah dengan cara direbus, dikunyah lalu ditempel, diparut, diseduh, diremas, ditumbuk, dan tanpa diolah.

Kata Kunci: Etnobotani, Tumbuhan Obat, Suku Manggarai


Keywords


Ethnobotany; Medicinal plants; Manggarai tribe

Full Text:

PDF

References


Adfa, M. (2005). Study Senyawa Flavonoid dan Uji Brine Shrimp Beberapa Tumbuhan Obat Tradisional Suku Serawai di Provinsi Bengkulu. Jurnal Gradien, 1(1), 43-50.

Akhsa, M., Ramadhani., & Syariful, A. (2015). Studi Etnobiologi Bahan Obat-obatan pada Masyarakat Suku Taa Wana Di Desa Mire Kecamatan Ulu Bongka Kabupaten Tojo Una Una Sulawesi Tengah. Jurnal Biocelebes, 9(1), 58-72.

Arham, S., Khumaidi, A., & Pitopang, R. (2016). Kenekaragaman Jenis Tumbuhan Obat Tradisional dan Pemanfaatan Pada Suku Kulawi di Desa Mataue Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Jurnal Biocelebes, 10(2), 01-16.

Darsini, N. N. (2013). Analisis Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat Tradisional Berkhasiat untuk Pengobatan Penyakit Saluran Kencing di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Jurnal Bumi Lestari, 13(1), 159-165.

Efremila, E. Wardenaar, & L. Sisillia. (2015). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Etnis Suku Dayak di Desa Kayu Tanam Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 3(2), 234-246.

Fakhrozi. (2009). Etnobotani Masyarakat Suku Melayu Tradisional Disekitar Taman Nasional Bukit Tiga puluh. Skripsi. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Gunadi, D., H. A. Oramahi & G. E. Tavita. (2017). Studi Tumbuhan Obat Pada Etnis Dayak Di Desa Gerantung Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang. Jurnal Hutan Lestari, 5(2), 425-436.

Helmon, S. (2020). Tradisi Lisan Torok Sebagai Manifestasi Jati Diri Masyarakat Manggarai: Kajian Ekolinguistik Metaforis. Program Studi Bahasa Indonesia Program Magister [Tesis]. FKIP Sanata Dharma, Yogyakarta.

Iswandono, E., E. A. M. Zuhud, A. & Hikmat, N. Kosmaryandi. (2015). Pengetahuan Etnobotani Suku Manggarai dan Implikasinya Terhadap Pemanfaatan Tumbuhan Hutan di Pegunungan Ruteng. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 20(3), 171-181.

Jefrin, S., Ni, N. Y., & Maria, Y. E. (2016). Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional oleh Masyarakat Kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur. Jurnal Info Kesehatan, 14(1), 18-21.

Kandowangko, N., Solang, M., & Ahmad, J. (2011). Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Masyarakat Kabupaten Bonebolango Provinsi Gorontalo. Laporan Peneltian Etnobotani Tanaman Obat. Jurusan Biologi FMIPA UNG.

Kumalasari, L. O. R. (2006). Pemanfaatan Obat Tradisional dengan Pertimbangan Manfaat dan Keamanannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, 111(1), 01-07.

Nasution, R. E. (1992). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI-LIPI. Prosiding Seminar dan Loka Karya Nasional Etnobotani. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Nugroho, I. A. (2010). Lokakarya Nasional Tumbuhan Obat Indonesia. Apforgen News Letter Edisi 2 Tahun 2010. Retrieved : Juni 2012, from http://www.forplan.or.id.

Nurhaida., Fadillah, H., Usman., & Tavita, G. E. (2015). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat di Dusun Kelampuk Kecamatan Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari, 3(4), 526-537.

Pical. (2013). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Di Kecamatan Ramba Samo Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Mahasiswa FKIP Universitas Pasir Pengaraian,1(2015).

Rahim, N., Kandowangko, N. Y. & Uno, W. D. (2013). “Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat yang Digunakan oleh Pengobat Tradisonal Suku Bajo di Desa Torosiaje”. Skripsi Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo.

Revina, D. U., Ervizal, A. M. Z., & Agus, H. (2019). Etnobotani Dan Potensi Tumbuhan Obat Masyarakat Etnik Anak Rawa Kampung Penyengat Sungai Apit Siak Riau. Media Konservasi, 24(1), 40-51.

Surya, M. I., & Astuti, I. P. (2017). Keanekaragaman dan Potensi Tumbuhan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Pesagi Lampung Barat. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (pp. 211 – 215).

Utami, S., & Asmaliyah. (2010). Potensi Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Kampung Lampung Barat dan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Tekno Hutan Tanaman, 3(2), 1-29.

Winarto, W. P. (2003). Khasiat dan Manfaat Kunyit. Jakarta: Agromedia Pustaka.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpmipa.v11i2.40810

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracted/Indexed by:

S3    


PUBLISHED BY:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura
IN COOPERATION WITH
Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia (PPII)

Creative Commons License
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View My Stats