INVENTARISASI TANAMAN PEKARANGAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PANGAN OLEH MASYARAKAT TANJUNGAN, DI KABUPATEN TANGGAMUS, LAMPUNG

Anisatu Z. Wakhidah, Marina Silalahi

Abstract


The diversity of homegardens plants in the tropics region is very high. Therefore, homegarden can be a conservation site for local species. In addition, homegarden plays an important role in providing food resources for rural communities, especially for farmers. The community at Tanjungan Village is one of the communities in Lampung that almost entirely work as farmers. Ethnobotanical studies of the community are still rarely carried out, therefore this research was conducted. The purpose of this study is to explain the composition of homegarden plants in Tanjungan Village. Secondly to explain the diversity of homegarden plant species used as daily food. The third to describe a source of homegarden plants acquisition at Tanjungan Village. Research data were collected using participant observation interview methods and questionnaires, then the data were analyzed using qualitative approach. The results showed that as many as 155 species, 15 cultivars, and 5 variants belonging to 58 families compiled the diversity of homegarden plants at Tanjungan Village. Recorded as many as 13 use categories of homegarden plants which food is the highest category of species (66 species and 11 cultivars 34 families). Fabaceae is the family with the highest number of food species (6 sp.). The most commonly found food plants are gedang (Carica papaya) with the frequency of discovery 27 times. The source of the acquisition of the seeds of the garden plants in Pekon Tanjungan, namely the collection from neighbors, seeds from the garden, spontaneous growing seeds, sellers of plant seeds, and the distribution of seedlings from the local agricultural service.

Abstrak

Keanekaragaman tanaman pekarangan di wilayah tropis sangat tinggi sehingga pekarangan dapat menjadi situs konservasi bagi spesies lokal. Selain itu, pekarangan memainkan peran penting dalam menyediakan sumber makanan untuk masyarakat pedesaan, terutama bagi para petani. Masyarakat Pekon Tanjungan, di Kabupaten Tanggamus, Lampung hampir seluruhnya bekerja sebagai petani. Sejauh ini, studi etnobotani pada pekarangan masyarakat tersebut masih jarang ditemukan. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan, pertama menginventarisasi spesies dan komposisi tanaman pekarangan di Pekon Tanjungan. Kedua, menganalisis spesies tanaman pekarangan yang digunakan sebagai bahan pangan. Ketiga, mengetahui sumber perolehan tanaman pekarangan di Pekon Tanjungan. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara observasi partisipan dan kuesioner, kemudian data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 155 spesies, 15 kultivar, dan 5 varian yang tergolong dalam 58 famili tumbuhan menyusun keanekaragaman tanaman pekarangan di Desa Tanjungan. Tercatat sebanyak 13 kategori penggunaan tanaman pekarangan. Bahan pangan merupakan kategori guna dengan jumlah spesies tertinggi (66 spesies dan 11 kultivar 34 famili). Sebagian besar spesies tersebut berasal dari suku Fabaceae yakni sebanyak 6 spesies. Tanaman pangan yang paling banyak ditemukan adalah gedang (Carica papaya) dengan frekuensi penemuan 27 kali. Sumber perolehan bibit tanaman pekaraga di Pekon Tanjungan, yaitu tetangga, kebun, benih tumbuh spontan, penjual bibit tanaman, dan dinas pertanian setempat.

Kata Kunci: etnobotani pekarangan, sumber bahan pangan, komposisi tanaman pekarangan, pekon tanjungan


Keywords


ethnobotany homegarden; food source; homegarden plants composition; tanjungan

Full Text:

PDF

References


Andrianyta, H., Ulfah, A., & Hermawan, H. (2016). Dampak Pemanfaatan Pekarangan Dalam Perspektif Sosial Dan Ekonomi di Kalimantan Timur. Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian” (pp. 707—717). Retrieved November, 14, 2019, from: http://www.kalsel.litbang.pertanian.go.id.

Apriliani A., Sukarsa, & Hidayah, H. A. (2014). Kajian Etnobotani Tumbuhan Sebagai Bahan Tambahan Pangan Secara Tradisional Oleh Masyarakat di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Scripta Biologica, 1, 76 - 84.

Ashari, Saptana, & Purwantini, T. B. (2012). Potensi dan Prospek Pemanfaatan Lahan Pekarangan Untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Forum penelitian agro ekonomi, 30(1), 13—30.

Blanckaert, I., Swennen, R. L., Flores, M. P., Lopez, R. R., & Saade, R. L. (2004). Floristics Composition, Plant Uses And Management Practices In Homegardens Of San Rafael Coxcatlan, Valley Of Tehuacan-Cuicatlan, Mexico. J Arid Environment, 54, 39—62.

Chavero, E. L., & Roces, M. E. A. (1988). Ethnobotany In A Tropical-Humid Region: The Home Garden Of Balzapote, Veracruz, Mexico. Ethnobiology, 8(1), 45-79.

Chen, L., Foong, A. W., Ng, A., Teo, J., & Tang, J. (2003). 1001 Garden Plants in Singapore 3rd edition. Singapore: Nparks’s Publication.

Coomes, O. T., & Ban, N. (2004). Cultivated Plant Species Diversity In Home Gardens Of An Amazonian Peasant Village In Northerastern Peru. Economic Botany, 58(3), 420-434.

Dirjen Bina Pemdes. (2017). Profil Desa: Pekon Tanjungan, Pematang Sawa, Tanggamus. Jakarta: Direktorat Umum Pengembangan Masyarakat, Kementerian Dalam Negeri.

Engels, J. (2002). Home gardens – a genetic resources perspective. Di dalam Watson JW, Eyzaguirre PB, editors. Proceedings of the 2nd “International Home Gardens Workshop Witzenhausen, Germany” (pp. 3-9). Rome: IPGRI.

Gómez - Beloz, A. (2002). Plants Use Knowledge Of The Winikina Warao: The Case For Questionnaires In Ethnobotany. Economic Botany, 56, 231-241.

Hakim, L. (2014). Etnobotani dan Manajemen Kebun-Pekarangan Rumah: Ketahanan Pangan, Kesehatan, dan Agrowisata. Malang: Penerbit Selaras.

Hidayat, R., Walujo, E. B., & Wardhana, W. (2014). Etnobotani Pekarangan Masyarakat Melayu Di Dusun Sarolangun, Jambi. Pros Sem Nas Prod Bio “Integrasi keanekaragaman hayati dan kebudayaan dalam pembangunan berkelanjutan” (pp. 1707 – 1717). Denpasar

Kuni, B. E., Hardiansyah, G., & Idham. (2015). Etnnobotani Masyarakat Suku Dayak Kerabat Di Desa Tapang Perodah Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Jurnal Hutan Lestari, 3(3), 383—400.

Pamungkas, R. N., Indriyani, S., & Hakim, L. (2013). The Ethobotany Of Homegardens Along Rural Corridors As A Basis For Ecotourism Planning: A Case Study Of Rajegwesi Village, Banyuwangi, Indonesia. Journal Biodiversity and Environmental Science, 3(8), 60—69.

Syafitri, F. R. Sitawati, & Setyobudi, L. (2014). Kajian Etnobotani Masyarakat Desa Berdasarkan Kebutuhan Hidup. Jurnal Produksi Tanaman, 2(2), 172-179.

Silalahi, M., & Nisyawati. (2018). The Ethnobotanical Study Of Edible And Medicinal Plants In The Home Garden Of Batak Karo Sub-Ethnic In North Sumatra, Indonesia. Biodiversitas, 19(1), 621-631.

Silalahi, M. (2019). Keanekaragaman Tumbuhan Bermanfaat Di Pekarangan Oleh Etnis Sunda Di Desa Sindang Jaya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 10(1), 88-104.

Tongco, M. D. C. (2007). Purposive Sampling As A Tool For Respondentsselection. Ethnobotany Research & Appication, 5, 147-158.

Soemarwoto, O. & Conway, G. R. (1992). The Javanese Homegarden. Journal for Farming Systems Research-Extension, 2(3), 95-118.

Vogl, C. R., Vogl - Lukasser, B., & Puri, R. K. (2004). Tools And Methods For Data Collection In Ethnobotanical Studies Of Homegardens. Field Method, 16(3), 285-306.

Wakhidah, A. Z., & Sari, I. A. (2019). Etnobotani Pekarangan di Dusun Kaliurang Barat, Kecamatan Pakem, Sleman-Yogyakarta. Jurnal EduMatSains, 4(1), 1-28.

Wartika, Y., Yuniarti, E., & Pitopang, R. (2013). Kajian Etnobotani Pada Masyarakat Adat Rongkong di Desa Rinding Allo Kecamatan Limbong Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Biocelebes, 7(1), 48—40.

Wiersum, K. F. (2006). Diversity And Change In Homegarden Cultivation In Indonesia. Amsterdam: Dalam Kumar BM, Nair PKR, editors. Tropical Homegardens: A Time-Tested Example of Sustainable Agroforestry.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpmipa.v11i2.38035

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracted/Indexed by:

S3    


PUBLISHED BY:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura
IN COOPERATION WITH
Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia (PPII)

Creative Commons License
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View My Stats