CHITOSAN INHIBITION TEST AGAINST E. coli AND DIGESTIBILITY OF THE RATION IN THE IN-VITRO METHOD

Eli Sahara, Sofia Sandi, Fitra Yosi

Abstract


Diarrhea and vomiting are often caused by E coli bacteria. E coli bacteria has a strain of Shigatoxigenic Escherichia coli (STEC), producing Shiga poisons or poisons such as Shiga (verotoxin) which are harmful and pollute nature. This strain of the E coli bacterium has a detrimental effect because it excludes one or both types of Shiga Like Toxin -1 (Stx -1) and Shiga Like Toxin-2 (Stx-2) toxins. This bacterial infection has the potential as a zoonotic agent because it has been found in feces and sheep meat, feces and beef meat, chicken feces and human feces. If this bacterial colony inceases in the digestive tract of poultry it will disturb the productivity of the livestock. Therefore it must be watched out and studied more deeply. The objectives of the study are 1) to see the inhibitory power of chitosan on the growth and development of E coli bacteria in vitro 2) the test of digestibility of dry matter (BK) and crude protein (PK) ration in vitro. The treatments given in this test are: R0 = control (without chitosan), R1 = 0.5% chitosan, R2 = 1% chitosan, R3 = 1.5% chitosan, R4 = 2% chitosan, R5 = 2.5% chitosan. The parameters measured were 1) inhibition of chitosan against E. coli growth based on clear zone diameter 2) digestibility of dry matter (BK) and crude protein (PK) ration in vitro. The results showed that the higher level of chitosan administration showed greater inhibition, which was indicated by the greater diameter of the clear zone caused. The provision of 2.5% chitosan shows medium inhibition that is has a range of 10-14 mm. The addition of a dose of 1.5% chitosan in the ration was able to increase the digestibility of dry matter by 7.86% and the digestibility of crude protein 11.20% higher than the control treatment (without chitosan). The conclusion of this study is that chitosan can inhibit the growth of E coli and improve the digestibility of dry matter (BK) and crude protein (PK) for the better.

Abstrak

Penyakit diare dan muntah-muntah sering disebabkan oleh bakteri E coli. Bakteri E coli memiliki strain Shigatoxigenic Escherichia coli (STEC), menghasilkan racun Shiga atau racun seperti Shiga (verotoxin) yang berbahaya dan mencemari alam. Strain dari bakteri E coli ini mempunyai efek merugikan karena mengeluarkan salah satu atau kedua jenis toxin Shiga Like Toxin -1 (Stx -1) maupun Shiga Like Toxin-2 (Stx-2). Infeksi bakteri ini berpotensi sebagai agen zoonosis karena sudah pernah ditemukan pada feses dan daging domba, feses dan daging sapi serta feses ayam dan feses manusia. Jika koloni bakteri ini tinggi dalam saluran pencernaan unggas akan mengganggu produktivitas ternak tersebut. Oleh sebab itu harus diwaspadai dan dikaji lebih mendalam. Tujuan penelitian adalah 1) melihat daya hambat kitosan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bakteri E coli secara in vitro 2) menguji kecernaan bahan kering (BK) dan protein kasar (PK) ransum secara in vitro. Perlakuan yang diberikan dalam pengujian ini adalah: R0 = kontrol (tanpa kitosan), R1 = 0,5% kitosan, R2 = 1 % kitosan, R3 = 1,5% kitosan, R4 = 2% kitosan, R5 = 2,5% kitosan. Parameter yang diukur adalah 1) daya hambat kitosan terhadap pertumbuhan E. coli berdasarkan diameter zona bening (in vitro) 2) kecernaan bahan kering (BK) dan protein kasar (PK) ransum secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi level pemberian kitosan menunjukkan daya hambat yang semakin besar yang ditandai oleh semakin besarnya diameter zona bening yang ditimbulkan. Pemberian 2,5% kitosan menunjukkan daya hambat sedang yaitu memiliki range 10 - 14 mm. Penambahan dosis 1,5% kitosan dalam ransum, mampu meningkatkan kecernaan bahan kering 7,86% dan kecernaan protein kasar 11,20% lebih tinggi dari perlakuan kontrol (tanpa kitosan). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kitosan mampu menghambat pertumbuhan E coli dan meningkatkan kecernaan bahan kering (BK) serta protein kasar (PK) menjadi lebih baik.

Kata kunci: Kitosan, daya hambat, E. coli, kecernaan ransum, in vitro


Keywords


Chitosan; inhibitory power; E coli; digestibility; in vitro

Full Text:

PDF

References


Abun. (2007). Pengukuran Nilai Kecernaan Ransum Yang Mengandung Limbah Udang Windu Produk Fermentasi pada Ayam Broiler. Makalah llmiah. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Jatinangor

Afriyanti, R., Mangisah, I., & Yunianto, V. D. (2019). Nilai Kecernaan Nutrien Broiler Akibat Penambahan Lactobacillus sp. dalam Ransum yang Mengandung Mikropartikel Cangkang Telur. Jurnal sain Peternakan Indonesia, 14(2), 215-221.

Albazaz, R. I., & E. B. B. Bal. (2014). Microflora of Digestive Tract in Poultry. KSU Doga Bil Derg, 17(1), 39-42.

Brocks, L., Harigan, W. F., & Jones, F. (2006). Laboratory Methods in Food Microorganism. San Diego: Academic Press.

Damayanti, W., Rochima, E., & Hasan, Z. (2016). Aplikasi Kitosan sebagai Antibakteri pada Filet Patin Selama Penyimpanan pada Suhu Rendah. JPHPI, 19(3), 321-328.

Djohari, M., Hasti, S., & Lestari, R. (2019). Identifikasi dan Uji Aktivitas Daya Hambat Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca catechu L.) terhadap Isolat Bakteri Gusi. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 7(2), 61-69.

Fachri, A. R., & Sartika, A. (2012). Pemanfaatan Limbah Kulit Udang dan Limbah Kulit Ari Singkong Sebagai Bahan Baku Pembuatan Plastik Biodegradable. Jurnal Teknik Kimia, 3(18), 1-9.

Febriyossa, A., Nurmiati., & Periadnadi. (2013). Potensi dan Karakterisasi Bakteri Alami Pencernaan Ayam Broiler Pedaging (Gallus gallus domesticus L) Sebagai Kandidat Probiotik Pakan Ayam Broiler. J. Bio. UA, 2(3), 201-206.

Gabriela, C. R. (2010). Effect of a Sinbiotic Feed Additive Suplementation on Laying Hens Performance and Eggs Quality. J. Veterinary, 53, 89-93.

Haryanto, B. (2012). Perkembangan Penelitian Nutrisi Ruminansia. Wartazoa, 22(4), 169-177.

Indonesia, CV Bio Chitosan. (2015). Certificate of Analysis Chitosan. In Chitosan Fish Collagen. Kimia Indonesia. Retrieved Mei 1, 2020, from www.biochitosanindonesia.com

Kurniasih, M., & Kartika, D. (2011). Aktivitas Anti Bakteri Kitosan Terhadap Bakteri S aureus. Molekul, 4(1), 1-5.

Krismaputri, M. E., Suthama, N., & Sukamto, Y. B. (2016). Pemberian Soybean Oligosaccharides dari Ekstrak Bungkilm Kedelai terhadap pH Usus, Populasi E coli dan PBBH pada Broiler. Agromedia, 12(2), 20-25.

Krismiyanto, L., Suthama, N., & Wahyuni, H. I. (2014). Feeding Effect of Inulin Derived from Dahlia variabilis Tuber on Intestinal Microbes in Starter Period of Crossbred Native Chickens. J Indonesian Trop. Anim. Agric, 39 (4), 217-223.

Melliawati, R., (2009). Eschericia coli dalam Kehidupan Manusia. Bio Trends, 4(1), 10-14.

Murni, R., & Okrisandi, Y. (2012). Pemanfaatan Kulit Buah Kakao yang Difermentasi dengan Kapang Phanerochaete chrysosporium sebagai Pengganti Hijauan dalam Ransum Ternak Kambing. Jurnal Peternakan, 2(1), 6-10.

Parsons, C. M. (1991). Use of Pepsin Digestibility, Multyenzyme pH change and Protein Solubility Assays To Predict in Vivo Protein Quality of Feedstuffs. In Digestion in Vitro (MF Fuller, editor). Slough: Commonwealth Agricultural Bureaux International.

Pebriani, R. H., Rilda, Y., & Zulhadjri. (2012). Modifikasi Komposisi Kitosan pada Proses Sintesis Komposit Ti-O2 Kitosan. Jurnal Kimia Unand, 1(1), 40-47.

Prabowo, A., & Heriyanto. (2013). Analisis Pemanfaatan Buku Elektronik (E-Book) oleh Pemustaka di Perpustakaan SMA Negeri 1 Semarang. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 2(2), 1-9.

Pratiwi, R. (2014). Manfaat Kitin dan Kitosan Bagi Kehidupan Manusia. Oseana, 39 (1), 35-43.

Rambet, F., Umboh, J. F., Tulung, Y. L. R., & Kowel, Y. H. S. (2016). Kecernaan Protein dan Energi Ransum Broiler yang Menggunakan Tepung Maggot (Hermetia illucens) sebagai Pengganti Tepung Ikan. Jurnal Zootek, 36(1), 13-22.

Rizki, S. M., Drastinawati & Yusnimar. (2019). Pendekatan Shrinking Core Model (SCM) pada Reaksi Deasetilasi Kitin Menjadi Kitosan dari Limbah Cangkang Kepiting. Jom FTEKNIK, 6(1), 1-6.

Sahara, E. (2017). Kajian Keunggulan Kitosan Sebagai Protecting Agent dalam Ransum untuk Produktivitas dan Kualitas Telur Itik Tegal. Disertasi. Ilmu Peternakan. Universitas Padjadjaran

Sitepu, S. R. N., Supratman, H. R., & Abun. (2012). Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Ransum terhadap Kecernaan bahan Kering dan Protein Kasar pada Ayam Broiler. Disertasi. Universitas Padjadjaran. Bandung.

Sofyan, A., Damayanti, E., & Julendra, H. (2008). Aktivitas Antibakteri dan Retensi Protein Tepung Cacing Tepung Tanah (Lumbricus rubellus) sebagai Pakan Imbuhan Dengan Taraf Penambahan Kitosan. JITV, 13(3), 182-188.

Suherman, B., Latif, M., & Dewi, S. T. R. (2018). Potensi Kitosan Kulit Udang Vannemei (Litopenaeus vannamei) sebagai Anti bakteri terhadap Staphylococus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, Propionibacterium agnes, dan Escherichia coli dengan Metode Difusi Cakram Kertas. Media Farmasi, 14(1), 116-127.

Sutiknowati, L. I. (2016). Bioindikator Pencemar, Bakteri Escherichia coli. Oseana, 41(4), 63-71.

Tillman, A. D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosukojo, S. (1991). Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Triyanto., Yunianto, V. D., & Sukamto, B. (2014). Pengaruh Penggunaan Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indeca less) sebagai Pengganti Klorin terhadap Kecernaan bahan Organik dan Retensi Nitrogen Ayam Broiler. Animal Agriculture Journal, 3(2), 341-352.

Suardana, I. W., Artama, W. T., Asmara, W., & Daryanto, B. S. (2010). Identifikasi Escherichia coli O157:H7serta Deteksi Gen Shiga Like Toxin 1 dan 2 Asal Feses Hewan, Daging dan Feses Manusia. Jurnal Veteriner, 11(4), 264-270.

Wijaya. Y., Suprijatna, E., & Kismiati, S. (2017). Penggunaan Limbah Industri Jamu dan Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus sp.) Sebagai Sinbiotik Untuk Aditif Pakan Terhadap Kualitas Interior Telur Ayam Ras Petelur. Jurnal Peternakan Indonesia, 19(2), 47-54.

Winiati, W., Kasipah, C., Septiani W., Novrini, E., & Yulina, R. (2016). Aplikasi Kitosan Sebagai Zat Anti Bakteri pada Kain Poliester - Selulosa dengan cara Perendaman. Arena Tekstil, 81(1), 1-10.

Zikra, W., Amir, A., & Putra A. E. (2018). Identifikasi Bakteri Escherichia coli (E coli) pada Air Minum di Rumah Makan dan Cafe di Kelurahan Jati serta Jati Baru Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 212-216.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpmipa.v11i2.37996

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracted/Indexed by:

S3    


PUBLISHED BY:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura
IN COOPERATION WITH
Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia (PPII)

Creative Commons License
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View My Stats