PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI JARINGAN TUMBUHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI IPA SMA

Desi Ariana, Risya Pramana Situmorang, Agna Sulis Krave

Abstract


This study aims to develop a module based on discovery learning in improving scientific literacy skills in the 11th grade of science class in senior high school. This study refers to the modified Borg and Gall model into 7 steps, (1) preliminary study; (2) planning; (3) preparation of modules; (4) expert judgment; (5) revisions; (6) limited trials; (7) revision II. The research samples are in XI MIPA 2 and XI MIPA class at 3 SMAN 1 Bringin. The technique of collecting data using written tests, questionnaires, and observations. Hypothesis testing to measure the increase in cognitive learning outcomes of students using an independent t-test on n-gain students. Assessments from material experts, subject matter teachers, colleagues, and high school students show that the modules that have been developing suitable for use in the learning process with an achievement level of 86%, 95%, 88%, and 90% respectively. The results of the t-test showed an increase in students' literacy skills (p <0.05) of 0.71 (high category). It can be concluded, the modules that have been developing become worthy to use in the learning process and effective in enhancing the scientific literacy skills of senior high school students in XI class.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berdasarkan discovery learning dalam meningkatkan keterampilan literasi sains di kelas XI MIPA di Sekolah Menengah Atas. Studi ini mengacu pada model Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi 7 langkah, (1) studi pendahuluan; (2) perencanaan; (3) persiapan modul; (4) penilaian ahli; (5) revisi; (6) uji coba terbatas; (7) revisi II. Sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA di 3 SMAN 1 Bringin. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis, angket, dan observasi. Pengujian hipotesis untuk mengukur peningkatan hasil belajar kognitif siswa menggunakan uji-t independen pada siswa n-gain. Penilaian dari ahli materi, guru materi pelajaran, kolega, dan siswa sekolah menengah menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan cocok untuk digunakan dalam proses pembelajaran dengan tingkat pencapaian masing-masing 86%, 95%, 88%, dan 90%. Hasil uji-t menunjukkan peningkatan keterampilan baca tulis siswa (p <0,05) dari 0,71 (kategori tinggi). Dapat disimpulkan, modul yang telah dikembangkan menjadi layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dan efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi ilmiah siswa SMA di kelas XI.

Kata Kunci: discovery learning, modul, uji jaringan tumbuhan


Keywords


discovery learning; module; plant tissue-test

Full Text:

PDF

References


Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Ro, W. (2002). Konsep Penelitian Pengembangan dalam Bidang Pendidikan dan Pembelajaran. Malang: Universitas Negeri Malang.

Batubara, A. E. (2014). Pengaruh Strategi Pembelajaran Inkuiri dan Discovery Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa pada Topik Bioteknologi di MAN 1 Padangsidimpuan. Tesis Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Medan.

Borg, W. R., & Gall, M.D. (1983). Educational Research. New York London: Longman.

Budiningsih, A. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Budiono, E., & Susanto, H. (2006). Penyusunan dan Penggunaan Modul Pembelajaran Berdasar Kurikulum Berbasis Kompetensi Sub Pokok Bahasa Analisa Kuantitatif untuk Soal-Soal Dinamika Sederhana pada Kelas X Semester I SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, Vol.1, No.2,79-87. Diambil dari https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JPFI/article/view/166.

Devi, K. (2010). Implementasi Metode Guided Discovery dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IXB SMP N 1 Punung Kabupaten Pacitan. Skripsi. UNY.

Dewi, A. P., Sarwanto, & Prayitno, B. A. (2014). Pengembangan Modul IPA Terpadu Untuk SMP/MTs Berbasis Eksperimen Pada Tema Fotosintesis Untuk Memberdayakan Keterampilan Proses Sains. Jurnal Inkuiri,Vol. 3, No.3, 30-40. Diambil dari https://media.neliti.com/media/publications/65789-ID-none.pdf

Esmiyati, Haryani, S., & Purwantoyo, E. (2013). Pengembangan Modul IPA Terpadu Bervisi SETS (Science, Environment, Technology, And Society) Pada Tema Ekosistem. Unnes Science Education Journal,Vol.2,No.1,180-187. Diambil dari https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej/article/view/1821

Istiana, G. A., Catur, A. N. S., & Sukarddjo, J. (2015). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pokok Bahasan Larutan Penyangga pada Siswa Kelas XI IPA Semester II SMA Negeri I Ngemplak Tahun Pelajaran 2013/2014. Jurnal Pendidikan Kimia, Vol.4, No.2, 65-73. Diambil dari https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kimia

Iswadi, H. (2018). Sekelumit Dari Hasil PISA 2015 Yang Baru Dirilis. Diambil pada tanggal 19 Mei 2018, dari http://www.ubaya.ac.id/2014/content/articles_detail/230/Sekelumit-Dari-Hasil-PISA-2015-Yang-Baru-Dirilis.html.

Hake, R. R. (2018). Design-Based Research In Physics Education. Diambil pada tanggal 8 Juni 2018, dari http://www.physics.indiana.edu/~hake/DBR Physics3.pdf

Handoko, A., Sajidan, & Maridi. (2016). Pengembangan Modul Biologi Berbasis Discovery learning (Part of Inquiry Spectrum Learning-Wennig) Pada Materi Bioteknologi Kelas XII IPA Di SMA Negeri 1 Magelang Tahun Ajaran 2014/2015. Jurnal Inkuiri, Vol.5, No.3,144-154. Diambil dari https://media.neliti.com/media/publications/65303-ID-pengembangan-modul-biologi-berbasis-disc.pdf.

Hofstein & Wolberg. (2005). Developing students ability to ask more and better question resulting inquiry type chemistry laboratories. Journal of Science Teaching, Vol.42, No.7, 791-806. Diambil dari https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1002/tea.20072

Ilmi, Abrari, N. A., Indrowati, Meti, & Probosari, R. M. (2012). Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Guided Discovery Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Teras Boyolali Tahun Pelajaran 2011/2012. J. Pendidikan Biologi UNS,Vol 4, No.2, 44-52. Diambil dari https://jurnal.uns.ac.id/bio/article/view/5562.

Izzati, N, Hindarto, N, dan Pamelasari, S. D. (2013). Pengembangan Modul Tematik dan Inovatif Berkarakter Pada Tema Pencemaran Lingkungan Untuk Siswa Kelas VII SMP. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia,Vol.2,No.2,183-188. Diambil dari https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpii/article/view/2721/2785

Joolingan, W. V. (2007). Cognitive tools forDiscovery learning. International Journal of Artificial Intelegence in Education (IJAIED). 1998. Vol.10, 385-397. Diambil dari https://telearn.archives-ouvertes.fr/hal-00197349/document

Julianto, T. (2009). Improving Knowledge of Heredity Concept Using Discovery-Inquiry Metrod: an Example of Class-Room Action Research. International Journal for Educational Studies. Vol. 1, No.2, 187-194.Diambil dari http://journals.mindamas.com/index.php/educare/article/view/201.

Mahmoud, A. K. A. (2014). The Effect of Using Discovery learning Strategi in Teaching Grammatical Rules to First Yaer General Secondary Student on Developing Their Achievemant and Metacognitive Skills. International Journal of Innovation and Scientific Research (IJISR,Vol. 2,No.2,146-153.Diambil dari http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.680.7755&rep=rep1&type=pdf

McHaney, R. W. (2012). Knowledge Spaces for Online Discovery learning. USA: Constructing Self-Discovery learning Spaces Online.

Prasetyana, S. D., Sajidan & Maridi.(2015). Pengembangan Model Pembelajaran Discovery Learning yang diintegrasikan dengan Group Investigation pada Materi Protista Kelas X SMA Negeri Karangpandan. Jurnal Inkuiri,Vol.4, No.4, 135-148. Diambil dari http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains.

Purwanti, E., Sajidan, & Prayitno, A. B. (2015). Pengembangan dan Implementasi Modul Pembelajaran Berbasis Numbered Team In Guided Discovery (NTGD) Pada Materi Struktur Tumbuhan dan Pemanfaatannya dalam Teknologi di SMPN 4 Karanganyar. Jurnal Ikuiri, Vol., No.4,121-128. Diambil dari https://media.neliti.com/media/publications/68013-ID-pengembangan-dan-implementasi-modul-pemb.pdf.

Sawitri, D. W., Ambarwati, R., & Wisanti. (2014). Pengembangan Modul Keanekaragaman Hayati Berbasis Pendekatan Saintifik Untuk Siswa Kelas X SMA. BioEdu Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi, Vol.3, No.3. Diambil dari http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/bioedu/article/view/9551.

Septianu, Edo, Sindarmin dan Widiyatmoko, Arif. (2014). Pengembangan Modul IPA Terpadu Tema Perubahan Zat Berbasis Discovery Untuk Meningkatkan Keterampilan Generik dan Hasil Belajar Siswa. Unne Science Education Journal (USEJ). Vol 3, No3, 53-661. Diambil dari https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej/article/view/4283.

Tran, T. (2014). Discovery Learning with the Help of the Geogebra Dynamic Geometry Software. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research (IJLTER). Vol. 7,No.1, 44-57. Diambil dari https://www.ijlter.org/index.php/ijlter/article/view/120

Triyati, U. S. U., Syamswisna, & Yokhebed. (2016). Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Dengan Model Discovery. Jurnal Pendidikan Indonesia, Vol. 5, No. 2. Diambil dari http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/13674.

Uside, Otiende Noel. Barcbok, K. H. & Abura, O.(2013). Effect of Discovery Method on Secondary School Student’s Achievment in Physics in Kenya. Asian Journal of Social Sciences and Humanities (AJSSH).Vol 2, No.3,351-358.Diambil dari https://pdfs.semanticscholar.org/783d/98e09f854593333e44ad7cd293e06b3eb3d7.pdf

Wahyudi, E. (2015). Penerapan Discovery learning dalam Pembelajaran IPA Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX I di SMP Negeri 1 Kalianget. LENSA (Lentera Sains). Jurnal Pendidikan IPA, Vol.5, No.1. Diambil dari http://artikel.dikti.go.id/pelatihan/index.php/pojs04/article/view/571.

Wenning, C. J. (2005). Levels of Inquiry: hierarchies of Pedagogical Practices and Inquiry Processes. Journal of Phisics Theacher Education Online, Vol.2, No.3, 3-11. Diambil dari http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.583.2818&rep=rep1&type=pdf.

Widyaningrum, Tri, Sarwanto, dan Puguh. (2014). Pengembangan Modul Berorientasi Poe (Predict, Observe, Explain) Pada Materi Pencemaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inkuiri. Vol. 3, No.2,249-258. Diambil dari https://jurnal.uns.ac.id/bioedukasi/article/view/3920/3394.

Zainuddin, Mustikawati, & Suyidno. 2012. Pengembangan Modul Fisika Bumi-Antariksa untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika FKIP Unlam. Jurnal Vidya Karya, Vol. 1, No.1, 63-70. Diambil dari https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/JVK/article/view/974.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpmipa.v11i1.31381

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracted/Indexed by:

S3    


PUBLISHED BY:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura

Creative Commons License
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View My Stats