PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI ZAT ADITIF MAKANAN OLEH MASYARAKAT DESA RASAU JAYA UMUM KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT

Putri Andriyani, Masriani Masriani, Rini Muharini

Abstract


Abstract

The people in Rasau Jaya Umum village Kubu Raya regency have used plants as ingredient food that has been inherited from generation to generation for daily cooking or to make the typical food. The typical food in Rasau Jaya Umum village like Rengginang, crackers, and salted fish. The purpose of research to collect data of plants used as food additives by people in Rasau Jaya Umum village. The respondents were chosen through snowball sampling technique and then given a series of questions using observation sheet. The head in Rasau Jaya Umum village is chosen as the main respondent then proceeded to the traders and home industry owners who produce the typical food. The results showed that there are 18 species of 15 plant families used as natural additives, namely Liliaceae, Zingiberaceae, Amaranthaceae, Oxalidaceae, Rutaceae, Arecaceae, Poaceae, Gnetaceae, Malvaceae, Cactaceae, Pandanaceae, Piperaceae, Polygonaceae, Anacardiaceae, and Myrtaceae.

Keywords: plants, food additives, Rasau Jaya Umum village


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Aliah, H & Pina, P. (2016). Potensi Aplikasi Bayam Merah dan Jahe Merah Sebagai Dye Pada Sel Surya Berbasis Dye (DSSC). Laporan Akhir Penelitian Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Apriliani, Ari., Sukarsa, & Hexa, A. H. (2014). Kajian Etnobotani Tumbuhan sebagai Bahan Tambahan Pangan Secara Tradisional oleh Masyarakat di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Jurnal Penelitian, 1 (1): 76-84.

Arinawati, M. (2000). Identifikasi dan Karakterisasi Komponen Aroma Daun Salam Szygyium polyanthum (Weight) Walp.). Thesis Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Berlin, Sri, W., Riza, L., & Mukarlina. (2017). Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Bahan Pewarna Alami oleh Suku Dayak Bidayuh di Desa Kenaman Kecamatan Sekayam Temila Kabupaten Sanggau. Jurnal Protobiont, 6 (3): 303-309.

Durst & Wrolstad. (2001). Characterization and Measurement of Anthocyanins by UV-Visible Spectroscopy. Journal Food Analytical Chemistry.

Ekawati, P., Rostiati, & Syahraeni. (2015). Aplikasi Ekstrak Kulit Buah Naga Sebagai Pewarna Alami Pada Susu Kedelai dan Santan. Jurnal Agrotekbis, 3 (2): 198-205, ISSN : 2338-3011.

Fauziati & Sampepana, E., (2016). Pemanfaatan Ekstrak Bunga Rosella Sebagai Bahan Pewarna Pada Produk Kacang Goyang. Jurnal Riset Teknologi Industri, Vol. 10 No. 1 Juni 2016.

Fitriana, dkk. (2014). Formulasi Serbuk Flavour Makanan dari Minyak Atsiri Tanaman Kesum (Polygonum minus Huds) Sebagai Penyedap Makanan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Vol. 3 (1) 2014.

Hapsari,L & Wahyu, M. (2010). Pembuatan Konsentrasi Zat Warna Untuk Bahan Makanan dari Daun Pandan (Pandanus Amarylifolius Roxb.) dan Biji Kesumba (Bixa orellana Linn) Beserta Penerapannya. Tugas Akhir Universitas Sebelas Maret.

Harismah, Kun & Chusniatun. (2016). Pemanfaatan Daun Salam (Eugenia polyantha) sebagai Obat Herbal dan Rempah Penyedap Makanan. Jurnal Penelitian, 19 (2): 110-118, ISSN 1410-9344.

Inayati, H. (2007). Potensi Antibakteri Daun Kedondong Bangkok (Spondias dulcis Forst.). Skripsi IPB Bogor.

Karunia, F.B. (2013). Kajian Penggunaan Zat Aditif Makanan (Pemanis dan Pewarna) pada Kudapan Bahan Pangan Lokal di Pasar Kota Semarang. Jurnal Penelitian, 2 (2): 72-78, ISSN 2252-6587.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan dan Kurikulum.

Lathifah, Q.A. (2008). Uji Efektifitas Ekstrak Kasar Senyawa Antibakteri Pada Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Dengan Variasi Pelarut. Jurnal Penelitiam Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang.

Manangka, Christopher A., & Riza, L., Mukarlina. (2017). Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Penyedap Rasa Alami oleh Masyarakat Suku Dayak Kanayatn Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jurnal Protobiont, 6 (3): 158-164.

Mardiyaningsih, A & Resmi, A. (2014). Pengembangan Potensi Ekstrak Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb) Sebagai Agen Antibakteri. Jurnal Pharmaciana, Vol. 4, No. 2, 2014: 185-192.

Palupi, I.A., Bertha, B.A.N., & Suryasatriya, T. (2009). Identifikasi Pigmen Daun Pandan Wangi (Pandanus Amarylifolius) Dengan Spektrofotometer Sederhana. Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains IV, No. 3: 656-664.

Pamungkas, R.N., dkk. (2010). Pemanfaatan Lengkuas (Lenguas Galanga L.) Sebagai Bahan Pengawet Pengganti Formalin. Jurnal Penelitian Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 239/Menkes/Per/V/85. (1985). Tentang Zat Warna Tertentu yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya.

Pontoh, Julius. (2013). Penentuan Kandungan Sukrosa Pada Gula Aren Dengan Metode Enzimatik. Jurnal Program Kimia Universitas Sam Ratulangi Manado, Vol. 6, No. 1 Maret 2013.

Pratama, F., Wahono, H.S., & Indria, P. (2015). Pembuatan Gula Kelapa dari Nira Terfermentasi Alami (Kajian Pengaruh Konsentrasi Anti Inversi dan Natrium Metabisulfit). Jurnal Pangan dan Agroindustri, Vol. 3 No. 4: 1272-1282.

Ramlawati, Hamka, L., Saenab, S., & Yunus, S.R. (2017). Mata Pelajaran IPA Bab IX Zat Aditif dan Adiktif serta Sifat Bahan dan Pemanfaatannya. Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017.

Ratnani, R.D. (2009). Bahaya Bahan Tambahan Makanan bagi Kesehatan. Jurnal Penelitian, 5 (1): 16-22.

Saadah, M., Nurdiyana, & Dwi, W. (2016). Uji Kadar Zat Warna (β-karoten) Pada Cabe Merah (Capsicum annum.Linn) Sebagai Pewarna Alami. Jurnal Tadris IPA Biologi FITK IAIN Mataram, Vol IX, Nomor 1.

Salsabila, U., Diah, M., & Ellya, I. (2013). Kinetika Reaksi Fermentasi Glukosa Hasil Hidrolisis Pati Biji Durian Menjadi Etanol. Kimia Student Journal, Vol. 2, No. 1 : 331-337.

Santa, Epi, K., Mukarlina, & Riza, L. (2015). Kajian Etnobotani Tumbuhan yang Digunakan sebagai Zat Pewarna Alami oleh Suku Dayak Iban di Desa Mensiau Kabupaten Kappuas Hulu. Jurnal Protobiont, 4 (1) : 58-61.

Sinaga, E. (2013). Alpinia galanga (L.) Willd. Lengkuas. Diakses Juli 2018, dari http://bebas. vlsm. org/v12/artikel/ttg_ tanaman_obat/unas/Lengkuas.

Siregar, B.H., Wirsal, H., & Surya, D. (2015). Pemanfaatan Lengkuas (Alpinia galanga) Dalam Mengawetkan Bakso. Jurnal Penelitian Universitas Sumatera Utara, 20155.

Soedomo, R.P. (2006). Seleksi Induk Tanaman Bawang Merah. Jurnal Balai Penelitian Tanaman Sayur. J. Hort. , Vol. 16 (4): 269-282.

Sundari, Ratna. (2016). Pemanfaatan dan Efisiensi Kurkumin Kunyit (Curcuma domestica Val) Sebagai Indikator Titrasi Asam Basa. Jurnal Teknologi Industri, Vol. 2 No 8 Desember 2016 : 595-601.

Syaefatun. (2013). Aktivitas Anti Mikroba Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica) Terhadap Pertumbuhan Mikroba Perusak Ikan. Naskah Publikasi Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Syaiful, Afghani, J., & Harlia. (2015). Pengaruh Waktu Distilasi Terhadap Komponen Minyak Atsiri Pada Daun Kesum (Polygonum minus Huds). Jurnal Penelitian Universitas Tanjungpura, Vol. 4 (1) : 18-23, ISSN 2303-1077.

Wijaya, B.H. (2012). Sifat Nira Kelapa Hasil Penyadapan Pada Kondisi Cuaca Berbeda yang Ditambah Kapur-Metil Paraben dan Gula yang Dihasilkan. Naskah Publikasi Abstrak Penelitian, 12/329551/TP/10334.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpmipa.v10i1.29752

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracted/Indexed by:

S3    


PUBLISHED BY:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura

Creative Commons License
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View My Stats