Ekstrak Rimpang Jeringau Merah (Acorus sp) Terhadap.Daya Hambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli

Putri Ayudya Chairunnisa, Nera Umilia Purwanti, Iswahyudi Iswahyudi

Abstract


Latar Belakang : Tanaman Jeringau merah (Acorus sp) .termasuk dalam famili Acoraceae merupakan keluarga tanaman keladi atau talas-talasan yang tidak berkayu dan hidup di tempat berair (semiakuatik), dan .salah satu tanaman endemik Kalimantan Barat. Jeringau merah memiliki anti infeksi, antiinflamasi, anti-beracun, penurun panas, pencahar urin, anti-kusta, anti-sifilis, antioksidan, perbaikan otak, hipertensi dan perlindungan saraf, sebagai obat perut, diare berdarah dan penyakit kulit.. Jeringau merah mengandung senyawa flavonoid, fenol, alkaloid, terpenoid yang memiliki aktivitas antimikroba. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengetahui ada tidaknya aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan mikroba dari ekstrak jeringau merah. Tujuan : mengidentifikasi literatur mengenai aktivitas antibakteri terhadap Staphyloccus aureus dan Escherichia coli ekstrak Jeringau merah. Metode : penelusuran literature review. Artikel diperoleh berasal dari database dan search egine Google Scholar, Research Gate dan Pubmed. Kata Kunci yang digunakan adalah uji aktivitas antibakteri.ekstrak jeringau merah (Acorus sp) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. dan Escherichia coli. Analisa yang digunakan adalah analisa SPIDER. Hasil : literature review ditemukan 7 artikel yang sesuai terhadap kriteria yang diinginkan. Diperoleh hasil mengenai aktivitas antibakteri, diameter zona hambat terbaik dan perbandingan zona hambat dari ekstrak jeringau merah sebagai antibakteri

Keywords


Ekstrak jeringau Merah, Staphylococcus aureus, Escherichia coli

Full Text:

PDF

References


Madigan, MT, Martinko, JM, Parker J. Biology of Microorganisms 12th ed. New York: Prentiece Hall International; 2009.

Pratiwi RH. Mekanisme Pertahanan Bakteri Patogen Terhadap Antibiotik. J Pro-Life. 2017;4(3):418–29.

Hanafiah.,Kemah Ali. dkk. Biologi Tanah, Ekologi dan Mikrobiologi Tanah. Jakarta: Raja Grafindo Persada; 2005.

Purwanti,NU.,Susanti R. Uji Aktivitas Antibakteri dan Antifungal Ekstrak Etanol Rimpang Jeringau Acorus sp. J Kesehat Khatulistiwa. 2016;2(1):256–68.

Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan. Jeringau Herbal Dengan Segudang Manfaat. Ambon: Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan; 2013. 1–12 p.

Wulandari R, Wibowo MA, Liana DF, Kimia PS, Untan F. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Rimpang Jeringau Merah ( Acorus calamus Linn .) terhadap pertumbuhan Shigella flexneri secara in vitro Shigellosis disebut sebagai atau disentri sering basiler yang mengalami diare di pusat-pusat kesehatan di Jaka. J Cerebellum. 2015;1(4):317–31.

Rizky,Ikhwan Muhammad,Chabib Lutfi,Nabil Achmad dan YB. Tanaman dengan aktivitas anti-asma. J Pharmascience. 2015;2(1):1–9.

Ridley D. The Literature Review. 2nd ed. London: Sage Publication Ltd; 2012.

Sofyan A, Widodo. E, Natsir H. Komponen Bioaktif, Aktivitas Antioksidan Dan Profil Asam Lemak Ekstrak Rimpang Jeringau Merah (Acorus sp) Dan Jeringau Puti (Acorus calamus). J Teknol Pertan. 2017;18(3):173–80.

K FS. Metodologi Penelitian Farmasi Komunitas Dan Eksperimental.

A C, D S AB. Beyond PICO : The SPIDER tool for Qualitative Evidence Synthesis. Qual Hear. 2010;22(10).

Huwaida. Statistika Deskriptif. Banjarmasin: poliban pers; 2019.

Muchtaromah B, Hayati A, Agustina E. PHYTOCHEMICAL SCREENING AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF Acorus calamus L . EXTRACTS. 2019;4(May):68–78.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jurkeswa.v9i2.59978

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

Creative Commons License
Jurnal Kesehatan Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.