Perbandingan tulang dan lokomosi pada quadrupedal dan bipedal

Arif Wicaksono, Sasanthy Kusumaningtyas

Abstract


Latar belakang: Antropologi masih memperlihatkan ketertarikan dalam membandingkan struktur skeletal dan lokomosi antara manusia dan primata. Manusia dikatakan berkembang menjadi bipedal karena proses evolusi ribuan tahun dari primata. Metode: Penelitian ini membahas perubahan anatomi yang terjadi pada quadrupedal dan bipedal
secara umum kemudian mengkhususkan pada anatomi skeleton apendiculare, komparasinya dan hubungannya dengan lokomosi. Hasil: Terdapat perbedaan pada beberapa detil tulang antara bipedal dan quadrupedal. Kesimpulan: Bentuk tulang pada manusia bipedal dan primata quadrupedal mirip tetapi terdapat perbedaan pada ukuran
dan bentuk dari skeleton appendicularnya yang menyebabkan perbedaan
pembagian/penerusan beban, berbedaan lokomosi dan perbedaan energi yang diperlukan untuk melakukan lokomosi.


Keywords


Lokomosi;quadrupedal;bipedal

Full Text:

PDF

References


Richmond BG, Begun DR, Strait, DS. Origin of Human Bipedalism:The Knuckle-Walking Hypothesis Revisited.

YEARBOOK OF PHYSICAL ANTHROPOLOGY(2001). 44:70–105. New York. 2001.

Danielson K. A comparative look at the energetic efficiency of bipedal locomotion in humans versus

quadrupedal locomotion in primates: measurements of femoral and humeral proximal head articular surface. University at Albany Honors College. (Thesis). New York. 2012.

Kardong KV. Vertebrates. 5th Ed. McGraw-Hill:Singapore;2009 .

Jurmain R, Kilgore L, Trevatahan W, Ciochon RL. Introduction to Physical Anthropology. 11th Ed.

Thomson:California;2008.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jurkeswa.v1i2.42996

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

Creative Commons License
Jurnal Kesehatan Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.