Perbandingan kualitas pewarnaan histologis jaringan testis dan hepar menggunakan fiksasi formalin metode intravital dan konvensional

Heru Fajar Trianto, Muhammad In’am Ilmiawan, Sari Eka Pratiwi, Abang Suprianto

Abstract


Latar Belakang: Kualitas pewarnaan preparat histologis dipengaruhi oleh proses fiksasi.. Salah satu metode fiksasi yang dapat digunakan adalah metode intravital atau perfusi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas pewarnaan preparat jaringan hepar dan testis menggunakan fiksasi metode intravital dan metode konvensional. Metode: Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok metode fiksasi intravital dan metode konvensional. Organ testis dan hepar dibuat preparat histologis menggunakan pewarnaan HE. Parameter yang dinilai pada setiap preparat adalah pewarnaan inti sel, sitoplasma, kejernihan pewarnaan, dan keseragaman pewarnaan. Data dianalisa menggunakan uji Fisher. Hasil: Kualitas pewarnaan jaringan testis pada metode fiksasi intravital lebih adekuat dibandingkan dengan metode konvensional dan memiliki beda bermakna (p<0,05). Kualitas pewarnaan jaringan hepar metode fiksasi intravital lebih baik dibandingkan metode konvensional, tetapi secara statistik tidak menunjukkan perbedaan antara kedua kelompok (p=0,211). Kesimpulan: Metode fiksasi formalin intravital dapat menghasilkan kualitas pewarnaan yang lebih baik pada organ testis dan hepar, meskipun kualitas pewarnaan pada hepar tidak berbeda signifikan secara statistik.


Keywords


fiksasi intravital, formalin, hepar, testis

Full Text:

PDF

References


Jusuf AA. Teknik histologi I. Jakarta:Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;2012.

Ahmed HG, Mohammed AII. A comparison study of histochemical staining of various tissue after Carnoy's versus after Formalin fixation. J Cancer Sci Ther. 2011;3(4):084-7.

Kap M, Smedts F, Osterhuis W, Winther R, Christensen N, Reischauer B, et al. Histological assessment of paxgene tissue fixation and stabilization reagent. Plos One. 2011;6(11):1-10.

Sarma JD, Sarma SD, Chatterjee K, Dalui T, Ghosh S. Tissue specific optimization of haematoxylin and eosin stain an experiment accomplished by varying the period of fixation and duration of stain. Online Journal of Biosciences and Informatics. 2013;4(1):64-81.

Gartner LP, Hiatt JL. Color textbook of histology. Philadelphia: Elsevier; 2007.

Cui D, Naftel JP, Daley WP, Lynch JC, Haines DE, Yang G, et al. Atlas of histology with functional and clinical correlation. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins; 2011.

Gao B, Jeong W-I, Tian Z. Liver: an organ with predomonant innate immunity. Hepatology. 2007;47(2):729-36.

Kilicoglu S, Erdemli E. Comparing the different fixatives for examination of liver tissue ultrastructure. Ankara Universitesi Fakultesi Mecmuasi. 2011;64(2):75-9.

Gage GJ, Kipke DR, Shain W. Whole animal perfusion fixation for rodents. JVisExp. 2012;65:1-9.

Ankle MR, Joshi PS. A study to evaluate the efficacy of xylene-free hematoxylin and eosin staining procedure as compared to the conventional hematoxylin and eosin staining: an experimental study. J Oral Maxillofac Pathol. 2011;15(2):161-7.

Dahlan MS. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika; 2011. p 139-50

Tripathi M, Bansal R, Gupta M, Bharat V. Comparison of routine fixation of tissue with rapid tissue fixation. J Clin Diagn Res. 2013;7(12):2768-73.

Qidwai K, Afkhami M, Day CE. The pathologist's guide to fixative. In: Day CE, editor. Histopathology : methods and protocols, methods in molecular biology. New York: Springer Science+Business Media; 2014.

Histopathology in haematoxylin &eosin stained muscle sections, MDC1A_M.1.2.004 (2014). 15. Leistenschneider W, Nagel R. Atlas of prostatic cytology : techniques and diagnosis. Michigan: SpringerVerlag; 1985.

National Society for Histotechnology. Guidelines for hematoxylin & eosin staining. Maryland. 2001

Hayat MA. Microscopy, Immunohistochemistry and Antigen Retrieval Methods for Light and Electron Microscopy. New York: Kluwer Academic Publisher; 2002.

Junqueira LC, Carneiro J. Basic histology : text & atlas. Bahasa Indonesia ed. Dany F, editor. Jakarta: EGC; 2007.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jurkeswa.v1i1.42968

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

Creative Commons License
Jurnal Kesehatan Khatulistiwa is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.