Pengaruh Kemampuan Keuangan dan Posisi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat

Anggatia Ariza

Abstract


The implementation of local autonomy and decentralization empowers the local government tomanage their own area largely and properly. The research aims to examine the financial andfiscal position and their effects towards the economic growth of the regencies or cities in WestKalimantan. Moreover, the1 financial capability is proxied by the proportion of PDS while thefiscal position is determined by the direct expenditure per capita to verify their effects to theeconomic growth. This research, furthermore, utilizes the panel data from 12 regencies/citiesthroughout West Kalimantan in 2006-2010 and used Fixed Effects Method. As a result, theproportion of PDS affects negatively and significantly the economic growth, while the directexpenditure per capita has slightly a negative effect towards the economic growth ofregencies/cities in West Kalimantan.

 


Full Text:

PDF

References


Abrar, M. (2010). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Aceh. Jurnal ekonomi dan Bisnis, 9 (1), 79-88.

Badan Pusat Statistik. Kalimantan Barat dalam Angka 2007-2011. Pontianak: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. Statistik Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota 2006-2010. Pontianak: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia 2006-2010. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

BAPPENAS. (2003). Peta Kemampuan Keuangan Propinsi Dalam Era Otonomi Daerah : Tinjauan atas Kinerja PAD dan Upaya yang Dilakukan Daerah. Direktorat Pengembangan Otonomi Daerah.

BAPPENAS, & UNDP. (2008). Studi Evaluasi Dampak Pemekaran Daerah 2001-2007. BRIDGE.

Halim, & Theresia. (2007). Seri Bunga Rampai Manajemen Keuangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah (Ed. 2). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Hendrik, Y. (2009). Analis Pengaruh Kapasitas Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Dairi (Tesis yang tidak dipublikasikan), Universitas Sumatera Utara, Indonesia.

Sugiarto, Herlambang, T., Brastoro, Sudjana, R. & Kelana, S. (2007). Ekonomi Mikro Sebuah Kajian Komprehensif (Ed. 2). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Indriantoro, N., & Supomo, B. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Juanda, B. (2009a). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Edisi Kedua. Bandung: IPB Press.

Juanda, B. (2009b). Ekonometrika Pemodelan dan Pendugaan. Bandung: IPB Press.

Kuncoro, M. (2004). Otonomi dan Pembangunan Daerah; Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Jakarta: Erlangga.

Kurniawati R. T., & Suhartono. (2010). Kemampuan Keuangan Daerah dalam Era Otonomi Daerah (Kasus Kabupaten BanyumasTahun 2003-2008). Laporan Penelitian Bidang Keilmuan.Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Terbuka.

Landiyanto, E. A. (2005). Kinerja Keuangan dan Strategi Pembangunan Kota di Era Otonomi Daerah:Studi Kasus Kota Surabaya, CURES Working Paper, No.05/01.

Mardiasmo. (2009). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Edisi kedua. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Nachrowi, N. D., & Usman, H. (2006). Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pujiati, A. (2008). Analisis Pertumbuhan Ekonomi di Karesidenan Semarang Era Desentralisasi Fiskal, Jurnal Ekonomi Pembangunan Kajian Ekonomi Negara Berkembang, 61-70.

Purba, A. (2006). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simalungun. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Universitas Sumatera Utara, Indonesia.

Rahayu, S. A. T. (2004). Peranan Sektor Publik Lokal dalam Pertumbuhan Ekonomi Regional di Wilayah Surakarta (1987-2000), KINERJA, 8 (2), 133-147.

Reksohadiprodjo, S. (2001). Ekonomika Publik. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Ronald, A., & Sarmiyatiningsih, D. (2010). Analisis Kinerja Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Sebelum dan Sesudah Diberlakukannya Otonomi Daerah di Kabupaten Kulon Progo, EFEKTIF Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 1(1), 31-42.

Rustiono, D., (2008). Analisis Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Universitas Diponegoro, Indonesia.

Santoso, Budi, P., & Rahayu, R. P. (2005). Analisis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya dalam Upaya Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Kediri, Dinamika Pembangunan, 2(1), 9-18.

Simanjutak, D. (2006). Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Labuhan Batu. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Universitas Sumatera Utara, Indonesia.

Simanjuntak, T. H., & Mukhlis, I. (2012). Dimensi Ekonomi Perpajakan dalam Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Raih Asa Sukses.

Sodik, J. (2007). Pengeluaran Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi Regional:Studi Kasus Data Panel di Indonesia, Jurnal Ekonomi Pembangunan Kajian Ekonomi Negara Berkembang, 12(1), 27-36.

Soleh, C. & Rochmansjah, H. (2010). Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Bandung: Fokusmedia.

Subiyanto, I. (2000). Metodologi Penelitian. Edisi Ketiga, Cetakan Kedua. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis. Cetakan ke-14. Bandung: Alfabeta.

Sukirno, S. (2000). Makroekonomi Modern Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru. Jakarta: PT RajaGrafindo

Sukirno, S. (2010). Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Suparmoko. (2002). Ekonomi Publik untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah. Edisi 1. Yogyakarta: Andi Offset.

Suryana. (2000). Ekonomi Pembangunan. Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat.

Thesaurianto, K. (2007). Analisis Pengelolaan Keuangan Daerah Terhadap Kemandirian Daerah. Tesis. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Universitas Diponegoro, Indonesia.

Undang-Undang No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Undang-Undang No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Wati. (2011). Kemampuan Keuangan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Bengkayang Tahun 2005-2009. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Universitas Tanjungpura, Indonesia.

Wibowo, P. (2008). Mencermati Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Jurnal Keuangan Publik, 5(1), 55-83.

Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya (Ed. 3). Yogyakarta: Ekonisia.

Yacoub, Y., & Adelia, R. (2011). Pengaruh Belanja Publik dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Barat, Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan, 2(2), 55-76.

Yunan. (2009). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Universitas Sumatera Utara, Indonesia.

Zulyanto, A. (2010). Pengaruh Desentralisasi Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Universitas Diponegoro, Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jebik.v5i1.16180

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JOURNAL INDEXING

     More...

 

PUBLISHED BY

Faculty of Economics and Business
Universitas Tanjungpura





Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

StatCounter - Free Web Tracker and Counter View My Stats