TRADISI TOLAK BALA MASYARAKAT SUKU DAYAK KENINJAL DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS : DESA BATU NANTA, KECAMATAN BELIMBING, KABUPATEN MELAWI)

meryn christine karina, Donatianus BSE Praptantya, Ignasia Debbye Batuallo

Abstract


Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai Tradisi Tolak Bala yang dilaksanakan selama pandemi covid-19 di Desa Batu Nanta Kabupaten Melawi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya sebagian masyarakat Suku Dayak Keninjal tepatnya generasi muda yang sudah muai acuh akan tradisi ini dan kurang memahami makna dan fungsi dari Tradisi Tolak Bala, diera modern masyarakat lebih banyak mementingkan kepentingan pribadi. Penulis juga membahas proses pelaksanaan dari Tradisi Tolak Bala yang ada di Desa Batu Nanta, serta membahas makna dan simbol-simbol yang terkandung dalam Tolak Bala.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang meliputi pengumpulan data dan menganalisis data. Pengumpulan data yang pertama adalah dengan mencarii dari beberbagai sumber dengan mewawancarai pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini. Selanjutnya adalah menganalisis hasil data yang didapat dari informan yang telah diwawancarai mengenai Tradisi Tolak Bala.

Hasil pebelitian ini mendeskripsikan sejarah dari Tolak Bala, fungsi dan makna dari proses Tolak Bala, serta faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat (generasi muda) mulai meninggalkan Tradisi Tolak Bala. Dari hasil penelitian ini, penulis mendapatkan kesimpulan dari beberapa informan terkit alasan masyarakat mulai meninggalkan Tradisi ini adalah : (1) kurangnya rasa antusias masyarakat terutama generasi muda akan hal-hal kebudayaan yang menurut mereka masih bersifat tradisional. (2) Banyak masyarakat yang kurang paham maksud serta makna dari Tradisi Tolak Bala sehingga mereka tidak ingin mempelajari lebih dalam karena memang kurang pengetahuan diawal. (3) Masyarakat lebih mementingkan kepentingan pribadi, mereka mengaku bahwa kesibukan membuat mereka tidak mempunyai banyak waktu untuk mengikuti Tradisi Tolak Bala.


Keywords


Ethnicity

Full Text:

PDF 198-212

References


Bungin, Burhan. 2003. Analisis data penelitian kualitatif. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Bungin, Burhan. 2007. Metode penelitian sosial & ekonomi. Jakarta : Kencana.

Edrawarsa, Suwardi, 2003. Metodelogi penelitian kebudayaan. Yogyakarta:Gajah Mada University Press.

Esten, Mursal.1991 Kajian Transformasi Budaya

Geertz, Cliffort.1973. Tafsir kebudayaan. terjemah budi susato. Yogyakarta: PT. Kanisius.

Geertz, 1989. Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya

Hadianti, Diah Nur. 2016. “Bentuk, Makna, Dan Fungsi Ritual Upacara Daur Hidup Manusia Pada Masyarakat Sunda”. Skripsi Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Yogyakarta.

Ulhaq, Zia. 2010 “Tradisi rebo kasan (studi kasus di desa anyir, kecamatan merawang, kabupaten Bangka induk, provinsi kepulauan Bangka Belitung)” Skripsi Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam, Fakultas Adab Dan Ilmu Budaya, Universitas Islam Sunan Kalijaga. Yogyakarta.

Liliweri, Alo, 2014. Pengantar studi kebudayaan. Bandung: Nusa Media.

Sugiono. 2017. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung : PT Alfabet.

Sutrisno, Prof.Dr.Sulastin.1985. Bahasa-Sastra-Budaya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Taum, Yoseph Yapi 2011. Studi sastra lisan: Teori, Metode, Dan Pendekatan Disertai Contoh Penerapannya. Yogyakarta: lamalera.

Purba Pasaribu, Purba dan Pasaribu, 2004: 134. Musik Populer.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/balale.v3i2.54981

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Balale' : Jurnal Antropologi published by

Social Anthropology Study Program
faculty of Social Science and Political Science
Tanjungpura University
Pontianak, West Kalimantan, Indonesia.



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.