ANALISIS AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BANK SYARIAH MANDIRI

ABDUL RAHMAN, S.HI NIM : A2021171045

Abstract


ABSTRAK
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati yang di dalamnya penjual harus mengungkapkan biaya perolehan barang kepada pembeli. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis akad pembiayaan pada Bank Syariah Mandiri, masalah penelitian ini adalah bagaimana akid,mahqud ’alaih dan sighat dalam akad pembiayaan murabahah di Bank Syariah Mandiri.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum normatif,data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, data skunder dan data tertier serta wawancara dengan marketing Bank Syariah Mandiri. Penelitian ini memilih lokasi di Kantor Bank Syariah Mandiri cabang Ahmad Yani Pontianak. Objek penelitian ini meliputi pegawai marketing bank Sayariah Mandiri yang membidangi akad murabahah dan marketing penawaran pembiayaan murabahah.Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti menyimpulkan bahwa: 1) akid dalam akad pembiayaan murabahah pada Bank Syariah Mandiri menurut syariah Islam yaitu akid dari pihak bank tidak konsisten terhadap pelaku akad yakni pada saat menentukan akad biasa ditanda tangani marketing dan diparaf oleh pimpinan bank, bahkan dalam akadnya bank mewakilkan (mewakalahkan) kepada pihak nasabah untuk mencari sendiri kepada pihak ketiga. Ketentuan ini dilakukan setelah Bank dan nasabah menyepakati barang yang diminta nasabah. Artinya nasabah harus menjelaskan spesifikasinya terlebih dahulu. 2) mahqud ‘alaih dalam akad pembiayaan murabahah pada Bank Syariah Mandiri yaitu, tidak ada atau dimiliki bank, kemudian mahqud ‘alaih tidak dikuasai sepenuhnya oleh pihak bank melaikan bank mewakilkan kepada nasabah dengan cara mewakalahkan untuk mencari sendiri kepada pihak ketiga. Dengan demikian bank hanya menyetujui permintaan mahqud ‘alaih oleh nasabah kepada bank dan bank menyetujui permintaan nasabah tersebut. 3) sighat dalam akad pembiayaan murabahah di Bank Syariah Mandiri yaitu dilakukan melalui surat menyurat yang mana pihak bank memberikan format berisi ketentuan pembayaran, terkait keuntungan, harga, dan jaminan yang ditetapkan yang disetujui oleh nasabah.
Kata kunci: akad, pembiayaan, murabahah, syariah.
ANALYSIS OF MURABAHAH FINANCING CONTRACT
AT BANK SYARIAH MANDIRI
ABSTRACT
Murabahah is a contract of sales and purchase of goods with a selling price of acquisition cost plus an agreed profit in which the seller must disclose the cost of acquiring the goods to the buyer. This research aims to analyze financing contracts at Bank Syariah Mandiri. The problema of this research are the akid, mahqud 'alaih and sighat in the murabahah financing contract at Bank Syariah Mandiri.This research uses the normative legal approach method. The data used in this study were primary, secondary and tertiary data, as well as interviews with the Bank Syariah Mandiri marketing division. This study chose a location at the Bank Syariah Mandiri Office in the Ahmad Yani branch of Pontianak. The object of this research includes the Sayariah Mandiri bank marketing employees in charge of murabahah contracts and murabuhah financing offers.This research concluded that: 1) akid in the murabahah financing contract in Bank Syariah Mandiri according to Islamic sharia, namely akid from the bank, is inconsistent with those who make the contract, namely when determining the ordinary contract signed by the marketing people and verified by the bank executive; even in the contract, the bank delegates to the customers to look for the third party by themselves. This requirement is done after the Bank and the customer agree on the goods requested by the customer. This means that the customer must explain the specifications first. 2) there is no mahqud ‘alaih in the murabahah financing contract at Bank Syariah Mandiri, then mahqud 'alaih is not fully controlled by the bank but it is delegated to the customer to look for the third parties by themselves. Thus, the bank only agreed to mahqud ‘alaih request by the customer to the bank and agreed to the customer's request. 3) sighat in murabahab financing contract in Bank Syariah Mandiri, is carried out through correspondence in which the bank provides a format containing the terms of payment, profit, price, and collateral determined by the state.
Keywords: contract, financing, murabahah, sharia


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Buku

Muhammad Syafi’I Antonio,Bank Syariah dari teori ke praktek, (Jakarta : Gema Insani, 2001).

Rahmat Syafe’i, Fiqih Muamalah, (Bandung : CV Pustaka Setia), 2001.

Sayyid Sabiq,Fiqih Sunnah II, (Bandung : Alma’arif), 1987.

Soerjono Soekamto,& Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, (Jakarta : PT RadjaGrafindo Persada), 2004.

Sulaiman Rasjid, Fikih Islam,(Bandung :Sinar Baru Algensindo), 2013.

Wahbah Az-Zuhaili Fiqih Islam wa Adillatuhu jilid 5, Jakarta : Gema Insani, 2011.

Undang-undang dan Fatwa

Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, Peraturan Mahkamah Agung RI No. 2 Tahun 2008, Jakarta : Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI), 2013.

Undang-undang No 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah.

Undang-Undang10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas UU No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan

Jurnal

Muhammad Yusuf, analisis penerapan pembiayaan murabahahberdasarkan pesanan dan tanpa pesananserta kesesuaian dengan PSAK 102, Inus Business Review Vol. 4 No. 1 Mei 2013.

Baghya Agung Prabowo, Konsep Konsep Akad Murabahah Pada Perbankan Syariah (Analisa Kritis Terhadap Aplikasi Konsep Akad Murabahah Di Indonesia Dan Malaysia), Jurnal Hukum no 1. Vol. 16 Januari 2009.

Yenti Afrida, Analisis pembiayaan murabahah perbankan syariah, Jurnal Ekonomi dan bisnis Islam Volume 1, nomor 2, Juli-Desember 2016.

Internet

Asep Sopyanhttps://myallisya.commengenal-peran-dan-fungsi-dewan-pengawas-syariah/ diakses pada 27-2-2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091